Tidur Itu “Obat” untuk Kecerdasan

Penulis: Darmansyah

Selasa, 5 Januari 2016 | 10:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda pernah tahu bahwa untuk menjaga kesehatan tubuh “obatnya” adalah tidur?

Tidur adalah cara istirahat yang secara alami sangat dibutuhkan oleh tubuh sehabis terjaga sepanjang

Saat Anda mengalami kekurangan tidur, fungsi kognitif akan merosot ke tingkat yang jauh dari ideal, membuat orang sangat sulit melalui hari-hari mereka.

Kondisi ini secara serius akan mempengaruhi suasana hati, memori dan sebagainya.

Seperti dikutip “Huffington Post,” Selasa, 05 Januari 2015, National Sleep Foundation merekomendasikan waktu yang ideal untuk tidur adalah tujuh sampai sembilan jam tiap malam.

Tidur diyakini oleh para ahli bisa mendorong kesehatan mental

Tidur lebih awal sangat penting bagi kesehatan mental.

Penelitian menunjukkan dalam jangka panjang, kekurangan tidur bisa meningkatkan risiko gejala depresi.

Kurang waktu istirahat juga bisa meningkatkan stres dan rasa khawatir.

Jika Anda merasa terlalu cemas untuk segera terlelap, cobalah untuk bangkit dari tempat tidur, bermeditasi atau menulis jurnal untuk menyiapkan otak agar bisa beristirahat.

Tidur juga akan membantu ingatan lebih tajam.

Bicara tentang cara bersantai untuk melawan penuaan, penelitian menyarankan bahwa tidur dalam jumlah cukup bisa membantu otak tetap tajam dan mendorong kekuatan ingatan.

Pikiran yang cukup diistarahatkan akan membuat Anda lebih mudah untuk mengingat tugas Anda, fakta dan bahkan nama guru masa SMA Anda.

Anda mungkin pernah mendengar ada orang yang mudah marah-marah saat lapar. Tapi bagaimana dengan orang yang mudah marah-marah saat mengantuk?

Pada September 2015 sebuah penelitian kecil menemukan kurang tidur bisa membuat orang sulit mengendalikan emosi.

Bahkan stres dalam kadar wajar pun bisa memicu kemarahan jika orang kurang tidur.

Berikut adalah alasan penting untuk tidur saat semestinya Anda membuat keputusan penting.

Penelitian menunjukkan saat Anda memejamkan mata, maka pilihan keputusan pun bisa terpengaruh.

Para peneliti menemukan berpikir saat periode tak sadar — bukan sekadar tidur — bisa membantu orang yang mengambil keputusan yang lebih baik.

Di samping itu, siapa pula yang ingin membuat keputusan yang penting dalam hidup saat otak mengalami kelelahan?

Jika Anda tak cukup tidur untuk kesehatan diri sendiri, maka lakukanlah demi pekerjaan Anda.

Berbagai penelitian membuktikan menutup mata barang sekejap akan membantu Anda tetap fokus dan waspada selama menjalani kegiatan sehari-hari.

Membuat tugas yang mesti Anda lakukan terasa lebih mudah untuk dilakukan dibanding saat Anda kekurangan tidur.

Demikian pula dengan terlelap sejenak di siang hari. Tidur akan memperbaiki cara belajar dan kemampuan menyelesaikan masalah.

Seperti jika Anda secara rutin membuang sampah rumahan ke luar rumah, maka dengan tidur akan banyak membuang ‘sampah’ pikiran dari otak.

Lantas bagaimana dengan posisi tidur?

Sebut saja tidur telentang. Posisi tidur ini adalah posisi terbaik untuk menyeimbangkan berat badan, menjaga keselarasan organ tubuh bagian dalam, dan baik untuk mencegah sakit punggung atau leher.

Hal ini karena punggung dan tulang belakang bisa didukung dengan baik oleh kasur Anda.

Dalam posisi sempurna, orang akan tidur terlentang tanpa menggunakan bantal, karena hal ini membuat leher dalam posisi yang netral.

Tidur terlentang dengan bantal yang terlalu tinggi bisa menyulitkan jalannya pernafasan.

Tidur dalam posisi terlentang juga bagus untuk perawatan kecantikan, terutama wanita.

Hal ini karena posisi wajah yang menghadap atas akan mengurangi otot wajah yang mengendur, sehingga efek wajah keriput menjadi lebih sedikit.

Wanita juga mendapat keuntungan dari posisi tidur ini, karena dukungan tubuh akan memastikan payudara juga tidak cepat mengendur.

Namun pastikan untuk menaruh bantal di bawah lutut, untuk membantu menjaga keselarasan punggung Anda.
Bagaimana tidur miring?

Tidur miring dengan lutut yang ditekuk mirip posisi janin dalam kandungan, bisa mengurangi ketegangan pada punggung.

Sangat penting menggunakan bantal agar untuk menjaga kepala dalam posisi netral, sehingga kepala tidak turun dan mempengaruhi tidur Anda

Keuntungan dari tidur dalam posisi miring adalah mengurangi sakit mulas dan asam lambung bagi yang memiliki masalah ini.

Sebagian besar orang mengaku lebih nyaman dengan tidur miring, dengan kaki ditekuk atau lurus sejajar.

Dokter menyarankan bagi wanita yang sedang hamil untuk tidur miring ke kiri, karena dikatakan bisa meningkatkan sirkulasi darah ke jantung, yang bagus bagi kesehatan ibu dan bayi.

Tidur terlentang pada saat hamil akan memberikan tekanan pada punggung bagian bawah yang bahkan dapat menyebabkan pingsan.

Terlepas dari manfaat dan kerugian bagi kesehatan, orang umumnya tidur dalam posisi yang menurut mereka paling nyaman.

Mencoba beberapa posisi tidur yang berbeda tidak akan ada salahnya, jadi jangan ragu untuk mencoba setiap posisi dan mendapatkan mana yang paling cocok.

Kecuali dokter Anda telah menyuruh Anda untuk tidur dengan posisi tertentu yang sesuai dengan kondisi Anda, mungkin itu yang terbaik dan harus terus Anda lakukan.

Komentar