Tidur Bisa Menambah Gairah Seks Wanita

Penulis:: Darmansyah

Senin, 7 September 2015 | 08:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Tidur sebagai sumber gairah? Ya. Kenapa tidak.

Peneliti di University Michigan, David Kalmbach, memastikan peningkatan empat belas persen gairah seorang wanita bila jam tidurnya ditambah.

“Setiap satu jam penambahan tidur seorang wanita akan meningkatkan gairah seksnya sebesar empat belas persen di hari berikutnya,” tulis penelitian Kalmbach yang dirilisnya lewat studi yang bernama Sleep and Circadian Research

Kesimpulan dari studi baru bukan hanya didasarkan pada kajian laboratorium tetapi juga lewat penelitian riil yang menunjukkan bahwa setiap jam tambahan tidur akan meningkatkan kemungkinan seorang wanita melakukan aktivitas seksual dengan pasangan di hari.

“Studi kami menunjukkan bahwa tidur yang baik penting untuk gairah dan hasrat seksual yang sehat pada wanita, bahkan ketika perempuan secara fisik dan medis sehat,” ujar David Kalmbach.

Kalmbach dan tim mengevaluasi seratus tujuh puluh satu wanita yang rata-rata mahasiswi. Mereka diminta membuat catatan harian tentang durasi tidur selama empat belas hari berturut-turut dan melaporkan apakah mereka melakukan aktivitas seksual pada keesokan harinya.

Waktu tidur yang lebih lama dikaitkan dengan hasrat seksual yang lebih besar.

Wanita dengan durasi tidur rata-rata lebih lama mengatakan bahwa mereka memiliki gairah seks yang lebih baik daripada wanita dengan waktu tidur pendek.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa waktu tidur singkat dan kualitas tidur yang buruk menyebabkan respon seksual ikut memburuk.

“Tidur yang tak berkualitas dapat menyebabkan masalah seksual,” kata Kalmbach.

Kurang tidur bukan hanya membuat tubuh lebih gampang kelelahan, tapi juga menyebabkan perubahan suasana hati. Mood untuk bercinta pun biasanya lenyap.

Meski demikian, penelitian ini bersifat studi asosiasi, sehingga tidak dapat membuktikan sebab-akibat.
Ada kalanya, Anda merasa sangat sibuk hingga berharap waktu dalam satu hari lebih dari dua puluh empat jam.

Padatnya kesibukan dan terbatasnya waktu yang dimiliki, sering kali membuat Anda rela menghabiskan banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan.

Hasilnya, metabolisme memburuk dan berakhir dengan kurang tidur serta kebiasaan makan tak teratur.

Anda cenderung mudah marah, merasa sangat lelah dan letih, serta selalu ingin makan banyak. Berat badan bertambah dan konsentrasi terganggu adalah beberapa efek buruk dari kualitas tidur yang buruk.

Jika Anda berencana menurunkan berat badan dan sedang menjalani program diet, Anda harus mengimbanginya dengan tidur minimal tujuh jam per malam.

Tidur malam membuat Anda rileks dan menjaga metabolism tubuh berjalan normal.

Ketika tubuh Anda rileks dan metabolisme berjalan normal, Anda akan mencerna makanan dengan mudah dan tidak akan merasa lapar terus-menerus.

Kurang tidur akan membuat Anda makans etiap Anda menginginkannya dan ngemil pada jam-jam yang tak tentu hanya akan membantu Anda menambah berat badan.

Pergi tidur lebih awal dan bangun lebih pagi adalah cara terbaik untuk menajga kesehatan tubuh dan menjaga pola makan Anda tetap benar.

Waktu tidur yang terlalu sedikit dapat menyebabkan lonjakan kortisol.

Lonjakan kortisol akan terjadi ketika tubuh Anda tak cukup tidur. Lonjakan kortisol ini akan membuat Anda ingin menghemat energi, sehingga muncul rasa malas untuk bergerak yang akhirnya akan menimbun lemak di dalam tubuh.

Tidur malam yang berkualitas di sisi lain akan memberi Anda suntikan energi untuk esok hari. Semakin banyak energy terbakar, semakin banyak berat badan yang akan turun.

Kekurangan tidur bisa mengurangi produksi hormon ghrelin dan leptin. Tubuh Anda juga memroduksi hormone ghrelin dan leptin yang membuat Anda selalu ingin makan lagi, lagi, dan lagi ketika Anda kurang tidur.

Ghrelin adalah hormon yang membuat Anda ingin makan banyak, tapi leptin adalah hormon yang member sinyal ke otak untuk berhenti makan ketika perut merasa cukup.

Sayangnya, kurang tiduk membuat produksi leptin menurun, sehingga otak tidak mendapatkan sinyal kapan harus berhenti makan. Mulailah untuk tidur cukup waktu, agar kedua hormon ini dapat menjalankan perannya dengan maksimal.

Kekurangan tidur sama juga bisa berkurangnya proses insulin dalam tubuh. Ketika Anda kurang tidur, ini berarti akan menurunkan produksi insulin dalam tubuh hingga tiga puluh.

Ketika pankreas tidak mengeluarkan cukup insulin, tubuh Anda akan kesulitan memecah lemak dan akan tersimpan sebagai timbunan lemak dalam tubuh.

Inilah sebabnya Anda memiliki kantung lemak di berbagai bagian tubuh yang tidak diinginkan.

Jaga kualitas tidur dan tidurlah dengan cukup jika Anda tak ingin ada tonjolan-tonjolan lemak di berbagai bagian tubuh. Tak bisa dipungkiri, tidur adalah cara terbaik untuk memulai proses penurunan berat badan Anda.

Tidur sangat penting, sama pentingnya dengan mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga untuk menurunkan berat badan.

Akan lebih baik lagi, jika Anda bisa menyelipkan sedikit waktu untuk tidur di siang hari. Tidur siang kurang dari satu jam akan memberi Anda tambahan energi sepanjang hari dan membantu tubuh Anda untuk tetap aktif.

Komentar