Tidak Selalu Seks Itu Fantastis

Penulis: Darmansyah

Rabu, 5 Oktober 2016 | 08:03 WIB

Dibaca: 0 kali

Apakah seks selalu fantastis dan menyenangkan?

“Tidak,” tulis “medical daily” dalam tulisan terbarunya.

Terutama bagi mereka yang “terlalu” sibuk dan padat jadwal kerja dana aktivitas hariannya.

Kasus ini  membuat banyak pasangan suami istri memiliki sedikit waktu untuk berduaan dan bermesraan.

Jangankan bercinta romantis sepanjang malam, bertemu dan berkomunikasi pun acap kali bergulir terburu-buru.

Alhasil, Anda pun bercinta dengan suami hanya dua kali dalam satu pekan dan ada pula yang satu kali dalam satu bulan.

Tidak sering bercinta membuat banyak pasangan suami istri memiliki harapan tinggi ketika mereka berhubungan seksual.

Mereka menginginkan agar aktivitas seks berjalan sensasional, hebat, dan sangat berkesan.

Nah, menurut studi harapan seks yang terlalu tinggi membuat hubungan seks berjalan datar dan hambar.

Pada studi yang dipublikasikan dalam Journal of Economic Behaviour & Organization menemukan bahwa frekuensi bercinta tidak memengaruhi kepuasan seksual suami istri.

Anda bisa setiap hari, setiap pekan, dan satu kali dalam sebulan seks akan terus bergulir hambar karena sumber kenikmatannya bukan berdasarkan kuantitas, tetapi kualitas dan kemahiran teknik bercinta Anda.

“Kualitas seks yang natural bisa membuat sensasi seks jadi variatif dan diluar dugaan. Hal ini sangat bagus dan menyenangkan.”

“Sebab, inti bercinta bukan pada frekuensi dan kuantitas, tetapi pemenuhan kebutuhan biologis,” jelas Dr Nicole Prause, seorang seksual psikologis dan ilmuwan neuro.

Menurut dia, seks yang terjadwal dan terbebani ekspektasi tinggi pada pencapaian orgasme menyebabkan penurunan antisipasi dan kebahagiaan bercinta.

Apakah kehidupan seks Anda terasa membosankan dan rutin? Anda tidak sendiri. Sekitar lima puluh tujuh persen pria yang sudah menikah lama mengaku tidak puas dengan kehidupan seksualnya.

Meski begitu, usia pernikahan yang terus bertambah tak selalu membuat kehidupan seks jadi monoton.

Sekitar tiga puluh dua persen orang mengatakan gairah seks mereka masih sama besarnya seperti saat bulan madu.

Untuk Anda tahu, faktor terbesar kepuasan seksual bukanlah posisi bercinta yang menantang atau sex toys, melainkan seberapa bahagia mereka dengan hubungan yang dimiliki, di luar tempat tidur.

Rasa cinta dan kasih sayang harus terus dipelihara. Tunjukkan perhatian dan cinta Anda, bukan cuma saat sedang ingin bercinta.

Jangan mentang-mentang sudah menikah lama maka sudah pasti rasa cinta tak akan berkurang. Perhatian kecil, seperti pujian atau sentuhan, bisa menjaga api cinta tetap menyala seperti saat jatuh cinta dengannya.

Menurut penelitian, semakin terbuka komunikasi pasangan, terutama dalam hal seks, semakin puas mereka terhadap kehidupan seksualnya.

Jika Anda merasa canggung membicarakan seks, mulailah dari hal kecil. Misalnya, memuji sentuhannya di bagian tubuh tertentu yang membuat Anda tak sabar mengulanginya.

Saling memahami kebutuhan pasangan akan seks yang memuaskan merupakan fondasi untuk gairah seks yang terus membara. Pasangan yang berlomba memuaskan pasangannya untuk mencapai klimaks tentu tak akan bosan untuk melakukan hubungan seks lebih sering.

Jika Anda sudah berhubungan seks sekitar seribu kali dengan orang yang sama, variasi tentu dibutuhkan untuk mengusir rasa bosan.

Pasangan yang mencoba berpetualang, seperti posisi baru, memakai lingerie yang lebih seksi, atau menonton film biru bersama, diketahui merasa lebih puas dengan kehidupan seksualnya.

“Hubungan seksual adalah sesuatu yang cuma Anda lakukan dengan pasangan sehingga itu adalah hal yang spesial,” kata psikolog klinis Ursula Ofman.

Berikut adalah beberapa kebiasaan yang dilakukan pasangan yang menyukai kehidupan seks yang dimilikinya.

Kejutan dalam hubungan seksual memang bisa menggairahkan api cinta yang mulai padam.

Namun, pasangan yang bahagia tahu mereka tak membutuhkan hal-hal besar untuk membuat gairah terus menyala.

“Pasangan yang berbahagia akan lebih fokus pada apa yang mereka nikmati bersama secara positif saat bercinta, bukannya fokus pada apa yang tidak mereka sukai dari diri pasangan,” kata Jane Greer, psikolog. Sikap positif tersebut akan membuat pengalaman seksual lebih memuaskan.

Kebanyakan orang menganggap seks adalah sesuatu yang datang secara alami. Pandangan itu tidak salah, tetapi kita hidup di dunia yang sangat sibuk sehingga banyak urusan yang butuh perhatian dan membuat lelah.

Diskusikan dengan pasangan untuk membuat jadwal bercinta agar gairah seksual terus berkobar.

Siapa yang tak suka jika setiap kali sesi bercinta selalu seromantis dan “sepanas” dalam film. Namun, dalam dunia nyata, hal itu tak selalu terjadi.

“Jangan merasa hubungan seks harus selalu spektakuler. Ini bukan pertandingan olahraga. Seks adalah pengalaman yang intim bagi satu sama lain,” kata Ofman.

Tekanan untuk membuat hubungan seks sempurna hanya akan membuat semuanya berantakan, apalagi jika Anda dan pasangan tak terlalu sering bercinta.

Bukan berarti Anda harus berhubungan seksual jika tak ingin melakukan hal tersebut. Pasangan yang berbahagia peka dan terbuka pada keinginan pasangan mereka dan bersikap responsif.

Misalnya, meski sebenarnya sedang tak mood untuk bercinta, jangan buru-buru mengatakan tidak, tetapi mengganti penetrasi seksual dengan pelukan dan ciuman mesra atau kontak seksual lainnya.

Komentar