Thor: Ragnarok, Tontonan Mengasikkan

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 27 Oktober 2017 | 07:42 WIB

Dibaca: 0 kali

Thor : Ragnarok semakin matang membentuk dirinya.

Itulah yang terjadi dalam dua jam sepuluh menit dari  plot  film disajikan  Marvel Cinematic Universe  lewat sajian Thor: Ragnarok

Sebelumnya, perlu  pula dipahami alan cerita film ini secara komprehensif.

Ragnarok adalah serangkaian peristiwa di masa depan dalam mitologi Nordik.

Di dalamnya dikisahkan pula tentang pertempuran mahadahsyat. Diramalkan, sejumlah sosok penting seperti Odin, Thor, Heimdall, Freyr, dan Loki akan menemui ajalnya.

Akan terjadi bencana alam besar dan dunia terendam air.

Dalam sejumlah uraian, Ragnarok juga merujuk pada goyahnya tiga dunia, Asgard, Midgard, dan Utgard. Hal itu disebabkan amukan monster ular laut raksasa, Jormungandr.

Setelahnya, dunia yang benar-benar baru dan subur tercipta. Mereka yang selamat, termasuk para dewa, akhirnya bertemu. Dunia lantas dihuni kembali oleh dua manusia dan keturunannya.

Ragnarok adalah momen penting dalam mitologi Nordik. Serupa tapi tak sama dengan perang Baratayuda dalam epos Mahabarata.

Melalui Thor: Ragnarok. makna “Ragnarok” tersebut disinkronisasi dengan peristiwa besar yang menanti kita di fase berikutnya di Marvel Cinematic Universe.

Film ini adalah tentang bagaimana ramalan Ragnarok bermula.

Asgard adalah pusat pemerintahan, maka karena suatu keteledoran, Thor dan Loki terbawa truk dan terdampar ke tempat pembuangan

Tempat pembuangan  menampung sampah

Pada saat yang sama, Hela sang Dewi Kematian  bebas dari penjara .

Dia menginvasi dan berupaya mengambil alih kedua tempat itu, Thor dan Loki sadar kotanya sedang dalam kekacauan. Tapi mereka tak bisa begitu saja kembali ke sana untuk menghentikan Hela.

Untuk bisa pulang, mereka harus berurusan dengan para preman, tengkulak, dan oknum petugas.

Situasi menjadi rumit tapi serumit-rumitnya, ini tetaplah film Marvel Studios yang masih bisa dicerna dengan mudah oleh penonton usia belasan tahun.

Beruntung, mereka bertemu Hulk alias Bruce Banner  dan Valkyrie

Dalam trailer, ditampilkan sejumlah aksi pertarungan ala gladiator antara Thor dan Hulk. Harus diakui, duel ini adalah salah satu daya tarik utama Thor: Ragnarok.

Tak lama setelahnya, peristiwa yang memicu perang besar alias Ragnarok pun tak terhindarkan.

Namun yang jelas, palu Thor, Mjolnir hancur. Thor dan Loki, meski pada dasarnya punya watak berbeda, harus bekerja sama menyelamatkan dunia mereka. Hulk melompat tepat ke wajah Surtur.

Asgard terbakar. Korg, makhluk Kronan yang pertama kali muncul di komik lama kini muncul di layar lebar. Ada serigala besar. Doctor Strange  juga ikut ambil bagian. Semua itu bisa kita lihat dalam trailer film ini.

Film ini menjadi landasan penting untuk menopang film-film Marvel selanjutnya, dan sepertinya merupakan intro untuk Avengers: Invinity War yang tayang tahun depan.

Satu hal yang tak kalah penting untuk diketahui, tampaknya Marvel Studios sedang gemar menampilkan trailer berisi adegan yang teryanta tidak muncul dalam filmnya.

Setelah kasus Iron Man dan Spider-Man terbang bersama di langit New York dalam trailer yang ternyata tidak ada dalam film Spider-Man: Homecoming, kini hal itu terjadi lagi. Menyebalkan memang.

Yang manakah adegan dalam trailer yang ternyata tidak ada dalam Thor: Ragnarok? Anda harus menyaksikannya sendiri. Kami tidak ingin membuat Anda kesal sekarang.

Dalam Thor: The Dark World  empat tahun lalu sang Dewa Petir ditampilkan sebagai sosok yang agak sedikit berbeda dari kemunculan pertamanya dalam Thor, The Avengers, dan Avengers: Age of Ultron.

Dalam Thor: The Dark World, kita teralienasi dengan karakter Thor dan harus mencerna ulang posisi dan perannya dalam MCU.

Sebaliknya, Thor: Ragnarok membuat kisah Thor, Asgard, dan tetek bengeknya yang berlandaskan mitologi Nordik menjadi lebih manusiawi. Kita akan kembali melihat Thor yang arogan, rapuh, kehilangan wibawa seperti saat kemunculan pertamanya.

Ada banyak pula unsur komedi yang mebuatnya tetap “membumi” meski latar film ini nun jauh di ruang angksa sana.

Duduk di kuris sutradara, Taika Waititi yang punya rekam jejak apik dalam menggarap film komedi, menerapkan pendekatan komedinya yang membuat adegan lucu nonkomikal muncul di saat-saat tak terduga.

Skenarionya didesain untuk menimbulkan kesan bahwa Thor adalah pria tampan berbadan kekar yang berasal dari salah satu kota di Amerika Serikat, bukan dari planet yang tak terjangkau teknologi manusia.

Anthony Hopkins sebagai Odin memang hanya muncul sebentar di film. Namun sungguh, melihatnya dalam durasi yang hanya sebentar itu tetap membuat kita terpesona.

Kita akan benar-benar menikmati aktingnya. Entah bagaimana, aktor Inggris berusia 80 tahun tersebut memberi nyawa film ini.

Dalam salah satu trailernya, terdengar potongan lagu Immigrant Song dari Led Zeppelin. Dalam beberapa film terakhirnya, Marvel Studios punya semacam kecenderungan untuk menghadirkan nostalgia lewat lagu-lagu hits era tujuh puluhan delapan puluhan.

Barangkali hal itu merupakan sebentuk penghormatan kepada masa lalu. Setelah Ramones mengentak melalui Blitzkrieg Bop dalam Sipder-Man:

Homecoming dan serangkaian lagu-lagu monumental dalam dua film Guardians of the Galaxy, kini giliran Led Zeppelin.

Suara melengking Robert Plant dalam Immigrant Song membuat adegan pertarungan semakin bersemangat dan menarik ditonton.

Terakhir tapi tidak kalah penting, jangan buru-buru beranjak dari tempat duduk setelah post credit scene yang pertama. Ada dua. Tunggu sampai benar-benar selesai.

Komentar