Terpesona Belanja Furnitur dan Dekorasi?

Penulis:: Darmansyah

Senin, 29 September 2014 | 09:30 WIB

Dibaca: 1 kali

Banyak orang terpesona dengan belanja furniture dan dekorasi rumah. Apakah Anda termasuk salah satunya? Kalau iya, mulai sekarang evaluasi nafsu belanja yang didorong oleh pesona itu.

Jangan hanya menikmati kesenangannya semata. Rasionallah terhadap apa yang diinginkan dengan apa yang dimaui. Termasuk beberapa kebiasaan yang harus Anda hentikan sekarang juga, agar tidak menyesal setelah pembelian.

Kala membeli kursi atau sofa misalnya. Apakah Anda sudah mendudukinya dan kemudian menimbang-nimbang kenikmatinya? Pas! Jangan hanya terpikat pada penampilan salah satu sofa atau kursi santai.

Tetapi Anda harus memastikan bahwa sofa tersebut cukup nyaman diduduki. Penting untuk Anda mengetes terlebih dahulu sofa tersebut dengan mencoba duduk di atasnya, terutama jika sofa tersebut nantinya akan sering dipakai. Jika membeli barang secara online, pastikan untuk mendatangi toko tersebut dan mencoba sofa Anda.

Kalau sudah pas, apakah warnanya sudah cocok.

Begitu juga sewaktu Anda memutuskan untuk membeli kain dan cat pada sebuah toko> Bawa contohnya terlebih dahulu, sebelum Anda benar-benar membelinya. Hal ini merupakan cara agar Anda dapat melihat bagaimana tampilan warna baru pada rumah. Membeli cat sekaligus dalam jumlah besar akan merugikan Anda, bila hasilnya tidak sesuai yang diinginkan.

Kalau Anda ingin memutuskan untuk belanja jangan membeli semua barang di toko yang sama

Meskipun mudah dan efisien, membeli semua kebutuhan di toko yang sama, akan membuat rumah Anda seperti katalog, pada sisi negatif. Lebih baik, carilah peralatan yang Anda butuhkan di berbagai toko mulai dari toko besar hingga kecil untuk mengombinasi penampilan personal rumah Anda.

Ini yang paling sering dialami dan amat berbahaya. Kala berbelanja Anda terpesona dengan retorika penjual. Ia memengaruhi Anda dengan “jualan” bicara. Padahal desain dan dekorasi merupakan hal yang personal.

Jadi, meskipun beberapa barang sedang diskon, dan penjual mengatakan bahwa barang tersebut sedang tren, tapi Anda tidak menyukainya, jangan berpikir ulang untuk membeli!

Andalah seorang, yang tinggal di rumah bersama barang-barang yang Anda beli. Jadi jika Anda merasa tengah dipaksa untuk membeli barang yang tidak sukai, mundurlah perlahan-lahan dan mulai mencari barang lain.

Anda memutuskan membeli semua barang dalam satu hari? Wah berbahaya untuk keuangan. Kita sedang berbicara tentang mendekorasi satu ruangan dengan mengumpulkan barang-barang di dalamnya. Maka akan sulit mendapatkan suasana yang diinginkan, jika Anda mengatur semuanya dalam satu waktu.

Bersabarlah jika belum memiliki meja kecil, sambil mencari warna atau bentuk yang tepat bagi ruangan Anda. Membeli barang yang tidak disukai karena Anda merasa membutuhkannya, pada akhirnya akan menghasilkan desain yang tidak memuaskan.

Kita seringkali menyukai barang-barang “vintage” atau benda bekas yang ketinggalan zaman. Bagaimana pun juga, dengan harga yang pas, siapa yang mau melewatkan “fab find”?

Tapi, jika setelah Anda perhatikan bahwa terdapat sobekan, karat, atau cacat sedikit saja, maka Anda akan kecewa. Luangkan waktu untuk memperhatikan secara teliti barang-barang “vintage” ini, sebelum Anda memutuskan untuk membelinya.

Ada mungkin bisa mengira-ngira ukuran lukisan atau bantal yang akan ditempatkan di ruangan Anda nantinya. Tetapi, untuk furnitur, tentunya toko telah mempersiapkan diri dengan ukuran ruangan Anda.

Akan sangat memalukan jika sofa pilihan Anda tidak bisa masuk ke ruang tamu. Begitu pula sebaliknya, jika baru menyadari bahwa meja “vintage” ternyata terlalu kecil untuk ruang makan Anda.

sumber : www.domainehome.com

Komentar