Wanita Juga Gemar Lihat Payudara

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 1 November 2013 | 14:35 WIB

Dibaca: 0 kali

“Healthday News,” web yang mengkhususkan jurnalnya tentang kesehatan dan gaya hidup, dalam laporan terbarunya, akhir pekan ini, mengungkapkan sebuah studi yang dilakukan oleh Strefanie Johnson, asisten profesor manajemen di University of Colorado Denver. yang menguakkan fakta bahwa, tidak hanya pria yang senang melihat payudara seorang wanita, tetapi wanita sendiri mempunyai antusias yang besar untuk memelototi payudara kaumnya itu.

“Saya pikir mungkin ini karena wanita selalu ingin membanding-bandingkan dirinya dengan wanita lain. Terutama bentuk, ukuran dan performanya,” ujar Strefanie.

Untuk membandingkan ini, para wanita memiliki perangai yang sangat aktif untuk memperhatikan bentuk tubuhnya dan membandingkan dengan bentuk tubuh orang lainnya.

Secara jujur, menurut Strefanie, wanita memang dikesankan sering merasa risih jika bentuk tubuhnya diperhatikan oleh orang lain, terlebih bagian payudaranya.

Ia mengungkapkan kerisihan itu bukanlah bentuk kekhawatiran yang berlebihan. Sebab, dari studi yang ia lakukan, membuktikan, baik pria maupun wanita memang lebih banyak menghabiskan waktu untuk memperhatikan tubuh dibandingkan wajah.

Hal ini dibuktikan dari penelitian terhadap 65 orang pria dan wanita yang diminta untuk memakai semacam alat pelacak untuk melihat pandangan mata. Peserta kemudian diminta untuk memandang foto 10 orang wanita yang berpakaian tank top dan jeans.

Kesepuluh wanita dalam foto-foto tersebut memiliki bentuk tubuh yang berbeda-beda. Ada yang bertipe tubuh jam pasir yaitu berpayudara besar dan pinggang kecil, wanita dengan proporsi tubuh normal yaitu ukuran payudara dan pinggang rata-rata, dan ada pula wanita dengan tubuh “lurus” yaitu payudara kecil dan ukuran pinggang yang lebih tebal.

Selanjutnya para peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diminta menilai penampilan dari skala 1 sampai 7, sedangkan kelompok kedua diminta menilai kepribadian wanita-wanita dalam foto tersebut. Mereka diberi waktu sekitar lima detik untuk menilai.

Dari tes pertama, diketahui bahwa peserta pertama kali akan melihat wajah. Namun perhatian mereka seketika akan beralih ke payudara dan pinggang. Baik pria maupun wanita menghabiskan waktu lebih lama dalam menerka ukuran tubuh wanita dalam foto daripada melihat wajahnya, meskipun pria lebih cepat dalam mengalihkan pandangan ke arah payudara.

Dan ketika hal ini difokuskan dengan penilaian terhadap kepribadian, peserta wanita tidak terlalu terpengaruh akan bentuk tubuh dalam menilai kepribadian wanita lain. Lain hal dengan peserta pria, mereka menilai wanita dengan bentuk tubuh yang lebih berliku memiliki kepribadian yang lebih baik.

“Wanita yang lebih menarik menjadi lebih dianggap memiliki kepribadian positif oleh pria,” ujar peneliti Sarah Gervais, asisten profesor psikologi di University of Nebraska-Lincoln.

Gervais mengatakan bahwa penelitian ini menandai saat pertama kali seseorang mengukur apa yang disebut pandangan objektif.

“Ini adalah perilaku halus, dan beberapa wanita justru menganggap ini merupakan sanjungan. Mereka pikir bagus karena dipandang secara objektif, padahal ini adalah pengalihan. Terlebih jika terjadi di tempat kerja, sebenarnya ini menjadi masalah karena dalam kondisi ini seharusnya kita lebih fokus terhadap kompetensi dan intelegensi seorang wanita ketimbang penampilannya,” ujarnya.

Dalam penelitian lainnya, yang berhubungan dengan payudara seorang wanita, sebuah riset yang dirilis jurnal “Genome Biolog” ditemukan fakta baru bahwa, bagian vital dari perempuan itu, ternyata, lebih cepat menua dibanding yang lainnya dalam tubuh.

Jaringan payudara yang sehat berumur dua atau tiga tahun lebih tua dibanding yang lainnya. Bila wanita terkena kanker payudara, maka jaringan di sekitarnya rata-rata berusia dua belas tahun lebih tua dibanding organ lainnya.

Hasil ini sekaligus menjelaskan kenapa kanker payudara kerap terjadi pada wanita. Riset ini juga menemukan, jaringan tumor rata-rata lebih tua tiga puluh enam tahun dibandingkan jaringan sehat. Hasil riset juga menjelaskan, kenapa umur menjadi faktor risiko utama kanker pada pria dan wanita.

Komentar