Teh, Stroke, Libido dan “Body” Seksi

Penulis: Darmansyah

Senin, 27 Oktober 2014 | 11:02 WIB

Dibaca: 0 kali

Teh adalah kunci sehat. Begitu, paling tidak adagium yang dianut budaya Cina, India dan Jepang. Teh, juga sepanjang eksistensinya, telah mengalami metamorfosa fungsi sehingga melekatkan pengaruh kesehatan dengan libido dan tubuh ramping.

Benarkah? Penelitian panjang terhadap peminum teh di abad modern ini telah menghasilkan kejutan-kejutan baru yang datang karena khasiatnya, terutam teh hijau yang kaya akan manfaat kesehatan.

“British Journal Noutrition” dalam penelitian terbarunya telah menghasilkan analisis keterkaitan minuman teh dengan kesehatan. Dari dua puluh lima sampel acak yang diteliti, terungkap bahwa konsumsi teh hijau menimbulkan efek pada kesehatan terutama pada tekanan darah.

Efek teh hijau terhadap tubuh menghasilkan sistolik atau tekanan darah atas dalam darah akan turun, Diikuti dengan angka diastolic atau tekanan darah bawah juga ikut turun.

Meskipun angka penurunan terbilang kecil, pengaruhnya bagi kesehatan hati cukup besar. Dengan menurunnya angka sistolik ini diindikasi juga mampu menurunkan risiko penyakit stroke, penyakit arteri koroner, bahkan juga penyakit lainnya yang berujung pada kematian.

Teh hijau yang dikenal kaya antioksidan, dipercaya mampu memberikan proteksi terhadap jaringan endotel karena pembuluh darah bekerja akan rileks bahkan melancarkan aliran darah.

Sayangnya, peneliti belum bisa memastikan berapa banyak cangkir teh hijau yang harus diminum agar mendapatkan manfaat maksimal. Namun, mereka menyarankan agar mengonsumsi tiga hingga empatcangkir teh hijau sehari.

Mengonsumsi teh hijau, yang mulai banyak digemari, dipercaya akan memberikan hasil yang paling signifikan. Tentunya harus dikonsumsi rutin.

Sebuah penelitian lainnya juga menyatakan minuman teh lebih efektif cegah stroke. Peneliti menemukan bahwa orang yang mengonsumsi satu cangkir kopi rutin setiap hari mempunyai risiko lebih kecil terserang stroke daripada orang yang menjauhi minuman ini.

Sedangkan orang mengonsumsi teh hijau setidaknya empat gelas per hari juga memperlihatkan efek yang sama terhadap penurunan risiko stroke. Hal ini menyanggah beberapa penelitian sebelumnya yang mengatakan minuman teh ini ini bekerja dengan cara berbeda untuk melindungi tubuh dari stroke.

Studi yang dilakukan di Jepang ini menganalisa kebiasaan minum seratusan ribu orang dewasa selama tiga belas tahun menghasilkan pengaruh positif efek teh hijau pada risiko stroke.

Dr. Yoshihiro Kokubo dari Japan’s National Cerebral and Cardiovascular Centre kepada Daily Mail, menyatakan, dalam penemuan ini semua faktor seperti umur, jenis kelamin, berat badan, konsumsi alkohol, rokok, dan olahraga diperhitungkan.

Studi yang dipublikasikan di American Heart Association’s Journal Stroke ini menemukan semakin banyak konsumsi kombinasi teh hijau dan kopi penurunan risiko stroke semakin terlihat. Karena efek interaksi kedua kandungan zat nutrisi di dalam minuman.

Para peneliti percaya kombinasi kandungan zat bernama catechins dalam teh hijau dan kandungan dalam kopi seperti kafein dan asam chlorogenic mengurangi risiko stroke, diabetes tipe dua, dan penyakit jantung.

“Konsumsi reguler kopi dan teh juga bermanfaat untuk kesehatan jantung karena mencegah penggumpalan darah,” tambah Dr Kokubo.

Dalam jumlah sedikit ternyata teh hijau juga membantu melindungi tubuh dari kondisi fatal ini. Dengan hanya mengonsumsi dua hingga tiga cangkir teh hijau per hari risiko stroke menurun.

Situs M”en’s Health,” menulis pula bahwa teh dapat melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh. Kandungan antioksidannya yaitu catechin membantu kemampuan seksual dan otak. Daya ingat, mood, dan konsentrasi yang diperlukan saat berhubungan intim jadi meningkat.

Untuk mendapatkan pengalaman seks yang berkualitas, Anda juga perlu mengurangi lemak berlebih dalam tubuh. Lemak perut dapat memecah testosteron dengan sangat cepat, sehingga tubuh bisa kekurangan hormon seks tersebut. Solusi dari masalah ini adalah teh hijau.

Sebuah penelitian yang dimuat di Journal of Nutrition membuktikan bahwa zat ECGC dalam teh hijau dapat meningkatkan pembakaran lemak. Orang yang meminum teh hijau mengalami penurunan berat badan sebanyak. Namun, khasiat ini hanya dimiliki oleh teh yang baru diseduh atau teh tubruk, bukan teh botolan.

Teh kemasan siap minum biasanya mengandung banyak gula. Mengonsumsi gula secara berlebihan dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk memproduksi endorphin.

Padahal, endorphin dibutuhkan untuk menekan rasa sakit dan stres yang dapat mengganggu kehidupan seksual. Aroma teh juga dapat digunakan untuk relaksasi, sehingga syaraf menjadi lebih sensitif.

Komentar