Taman dan Segarnya Kehidupan

Penulis: Darmansyah

Selasa, 22 April 2014 | 10:17 WIB

Dibaca: 1 kali

Anda memiliki taman? Kalau iya, tatalah ia dengan baik. Dan kalau tidak nikmati ruang terbuka hijau, terutama diperkotaan. Taman dan ruang terbuka hijau mempunyai hubungan dengan kesehatan jiwa Anda.

Taman atau ruang terbuka hijau mamu memberi ketenteraman dan kejernihan berpikir serta mendatangkan kesehatan bagi penikmatnya.

Kehadiran ruang terbuka hijau di kota-kota besar seringkali dianggap remeh. Kalaupun ada, pembangunannya hanya sebatas untuk memenuhi kepentingan estetika.

Penemuan dari University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat, mungkin bisa mengubah pandangan tersebut. Hasil penelitian perguruan tinggi ini menyatakan bahwa ada hubungan antara ketersediaan ruang terbuka hijau dan tingkat kesehatan mental penduduknya.

Peneliti dari universitas tersebut melibatkan ribuan responden dalam penelitiannya. Para responden tersebut ditanyakan mengenai depresi, kegelisahan, dan stress.

Peneliti kemudian juga menganalisalingkungan mengenai ketersediaan vegetasi. Hasilnya, penduduk di lokasi yang dipenuhi atau memiliki lebih banyak pohon cenderung lebih bahagia. Menurut para peneliti, hubungan ini “signifikan dan bisa diukur”.

Asisten profesor di Medical College of Wisconsin, Kirsten Beyer, mengungkapkan bahwa ketersediaan ruang terbuka hijau memberikan efek serupa dengan adanya asuransi dan penghasilan tinggi. Memiliki asuransi dan penghasilan yang cukup tentu membuat orang lebih tenang.

“Hal yang paling menarik adalah bahwa pengurangan gejala (stress) karena adanya ruang hijau serupa dengan pengurangan yang diobservasi atas faktor penentu lain kesehatan mental, termasuk status asuransi dan penghasilan,” tulis Beyer.

Penelitian ini dipublikasikan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health. Para peneliti berharap, dengan adanya penemuan ini, makin banyak pihak yang rela berinvestasi di ruang terbuka hijau.

“Hasil penelitian kami mengindikasikan bahwa ‘penghijauan’ bisa dipertimbangkan sebagai investasi rendah biaya namun tinggi laba di antara perencana tata kota dan regional untuk memperbaiki kesehatan mental penduduknya,” ujar mereka.

Untuk itu, kalau Anda tidak bisa menikmatai ruang terbuka hijai, milikilah taman di rumah karena ia memang sangat menyenangkan. Selain membuat suasana rumah menjadi lebih sejuk, keberadaan taman di rumah juga bisa dijadikan sebagai tempat rekreasi yang sehat.

Namun, dalam membuat taman di rumah, ada sejumlah aturan yang harus Anda perhatikan.
Apa saja?
Situsi “interiorholic,” Selasa, 22 April 2014, menrincinya, dalam ukuran. Ukuran merupakan hal pertama yang harus Anda perhatikan jika ingin membuat taman di rumah.

Pastikan tujuan awal Anda ingin membuat taman untuk Apa. Jika Anda ingin membuat taman yang digunakan sebagai area bermain, kolam renang dan taman, tentu Anda membutuhkan ukuran taman yang lumayan luas.

Kemudian fungsinya. Jika Anda tergolong memiliki kesibukan yang tinggi, biasanya taman hanya
digunakan secara optimal pada hari libur, yaitu pada hari Anda menghabiskan waktu dengan si kecil.

Jika memang begitu, disarankan membuat taman yang tak terlalu luas. Jadi taman tersebut benar-benar berfungsi sebagai pelepas stres dan area bermain si kecil. Taman yang tak terlalu luas juga membuat perawatan menjadi lebih mudah.

Kalau sudah Anda sepakti fungsinya, pilihlah warna yang mendominasinya.Taman tentunya selalu dihiasi dengan pepohonan dan bunga-bunga. Pilihlah bunga-bunga yang berwarna cantik agar bisa menyegarkan pandangan Anda.

Atau jika Anda ingin taman dengan nuansa sedikit modern, Anda dapat menggunakan bahan beton untuk membuat pot, air mancur atau aksesoris taman lainnya. Dan yang harus diingat, taman modern juga tidak menggunakan kayu

sumber : www.fastcoexist.com dan interholic.com

Komentar