Tak Memakai Bra, Apa Baik Bagi Kesehatan

Penulis: Darmansyah

Jumat, 9 Februari 2018 | 10:04 WIB

Dibaca: 0 kali

Wanita nggak pakai bra?

Apakah itu sehat?

Nah itulah pertanyaan beruntun yang sering mengemuka kala seorang wanita “mencampak” bra dan menikmati goyangan payudaranya sebebas mungkin.

Dan dalam beberapa tahun terakhir, di seluruh penjuru dunia muncul gerakan no bara atau tidak mengenakan bra.

Bra dianggap sebagai simbol pengekangan wanita dan menyebabkan wanita terkena kanker.

Selain itu, bra juga dianggap tidak alami sehingga seluruh wanita disarankan untuk tidak mengenakannya.

Benarkah memakai bra justru berisiko untuk kesehatan?

Lantas, apakah tidak mengenakan bra, wanita jadi benar-benar sehat dan tidak mengalami risiko, misal rasa sakit pada payudara. .

Di luaran sana banyak sekali mitos seputar bra dan payudara yang beredar. Salah satu mitos yang paling banyak dipercaya adalah bra bisa menyebabkan kanker payudara.

Benarkah mitos ini?

Menurut The American Cancer Society, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan penggunaan bra bisa menyebabkan wanita mengalami gangguan pada fungsi payudaranya.

Tidak memakai bra bisa membuat payudara bisa turun, mitos ini juga salah.

Payudara wanita bisa menjadi kencang meski setelah melahirkan dengan berolahraga secara rutin.

Jadi memakai bra atau tidak sebenarnya hanya karena pilihan saja. Selama wanita bisa nyaman saat memakai atau tidak memakainya bukan menjadi masalah yang serius.

Jadi, Anda tidak perlu bingung lagi mana yang lebih baik untuk kesehatan. Gunakan bra saat sedang berolahraga.

Jika Anda memiliki ukuran payudara besar, olahraga akan membuat beberapa bagian payudara menjadi nyeri.

Dengan memakai bra, rasa sakit itu bisa dihindari sehingga wanita bisa lebih konsentrasi saat melakukan olahraga.

Wanita bisa tidak memakai bra saat berada di rumah atau sedang akan tidur. Saat tidur, tubuh tidak membutuhkan pakaian yang terlalu ketat.

Biarkan tubuh dan segala organ di dalamnya bergerak dengan bebas. Memakai bra saat tidur kerap membuat wanita susah tidur terutama jenis yang ketat.

Dan tidak semua orang  punya pendapat yang sama tentang pemakaian atai tidak memakai bra

Beberapa orang berpendapat, misalnya saat tidur harus  pakai bra bisa mencegah payudara kendur, yang lainnya mengatakan bahwa bra yang dipakai selama tidur akan memblokir kerja kelenjar getah bening — dan bahkan bisa menyebabkan kanker payudara.

Tidak sedikit pula yang mengatakan tidur pakai bra bisa membuat payudara semakin kencang, tapi ada juga yang berpendapat bahwa bahan bra bisa sebabkan iritasi pada payudara.

Menurut Dr. Amber Guth, direktur Breast Cancer Surgery Multidisciplinary Fellowship di NYU Langone Medical Center, tidak ada kepastian medis baik dalam segi manfaat atau risiko kesehatan dari tidur memakai bra.

Tidur pakai bra bisa memberikan kenyamanan, tapi bukan menjadi jaminan agar payudara bisa tetap kencang.

Wanita yang memiliki payudara besar cenderung untuk tidur menggunakan bra, begitu pula dengan ibu hamil, karena payudara mereka dapat membesar hingga dua kali lipat dari ukuran mereka pada normalnya dan jauh lebih berat.

Gagasan bahwa memakai bra selama lebih dari delapan sampai dua belas jam dalam satu hari akan melemahkan jaringan payudara sehingga payudara akan lebih cepat melorot adalah tidak benar.

Pengenduran atau perubahan bentuk payudara diakibatkan oleh sejumlah faktor, seperti kehamilan, menyusui, penurunan berat badan, hukum gravitasi, atau tanda-tanda penuaan

Deborah Axelrod, M.D, dokter bedah payudara dan rekanan profesor dari NYU Langone Medical Center, mengatakan bahwa bra berkawat atau memakai bra saat tidur tidak akan meningkatkan risiko Anda terhadap kanker payudara.

Rumor ini dimulai sekitar tahun sembilan puluhan di mana seorang penulis buku mengklaim bahwa memakai bra ketat setiap hari menimbulkan risiko yang lebih tinggi terhadap kanker payudara.

Ia mengklaim bahwa dengan membatasi kerja sistem limfatik, bra bisa memerangkap racun untuk tetap tinggal dalam jaringan payudara dan menyebabkan kanker. Namun, sampai saai ini, belum ada penelitian atau bukti medis yang bisa mendukung klaim tersebut.

Guth mengatakan bahwa, jika Anda tetap ingin pakai bra saat tidur, pilih bra yang tidak terlalu ketat hingga membatasi atau menghentikan sirkulasi darah. Ada beberapa hal yang perlu Anda ingat. Pertama, hindari model bra yang keras dan kaku.

Kawat bra dapat menekan dada saat Anda berbaring telungkup dan menggesek kulit, menyebabkan iritasi atau mungkin kista.

Pilih jenis bra berbahan halus dan lembut, seperti bra olahraga, tapi jangan pula yang terlalu melar atau longgar.

Bra tidur yang baik tidak hanya memberikan Anda sokongan, namun juga tidak sampai menyesakkan Anda.

Namun begitu, jika rutinitas pakai bra Anda ternyata berkontribusi terhadap penyumbatan limpatik, Anda harus lebih jeli dalam mencermati tanda dan gejala lainnya, seperti edema  perubahan payudara non-kanker, baik bentuk atau ukuran pada kelenjar getah bening aksila.

Kelenjar ini berada di daerah ketiak dan berfungsi sebagai perlindungan pertama tubuh terhadap segala jenis infeksi, material asing, dan sel kanker.

Pakar dan peneliti saat ini masih berusaha menyelidiki segala kemungkinan yang berkaitan dengan payudara hingga detail molekular, faktor-faktor lain apakah yang bisa memprediksi atau secara permisif mengembangkan kanker payudara, namun sangat diragukan bahwa faktor eksternal seperti bra memiliki pengaruh yang signifikan.

Sejauh ini, tidak ada masalah apakah Anda memilih untuk tidur pakai bra atau tidak. Ini hanya sebatas aspek keamanan dan kenyamanan personal untuk membantu Anda supaya bisa tidur lebih baik.

Komentar