Tahu Mengapa Banyak Suami Takut Istri?

Penulis:: Darmansyah

Senin, 25 September 2017 | 12:04 WIB

Dibaca: 0 kali

Apakah Anda termasuk salah seorang pria atau suami yang takut istri.

Kalau jawabannya iya, maka Anda termasuk banyak orang lain yang juga mengalami “takut” dengan istri.

Lantas apa yang menyebabkan seseorang takut istri?

Seperti ditulis laman “boldsky,” hari ini, Senin, 25 September,ada beberapa  alasan mengapa banyak suami lebih mengalah pada istri.

“Saya rasa kita bisa pergi mancing bersama, tapi saya ijin komandan dulu di rumah.”

Kalimat ini sering kali muncul dalam percakapan para pria, yang memberi kesan suami takut istri.

Aslinya, ini menandakan jika mereka sama sekali tak mau mencari masalah dengan istrinya.

Bukankah hal ini tampak terlihat aneh.

Banyak pria yang sukses di luar sana, tapi ketika di rumah mereka lebih banyak memilih mengalah dari istrinya dan meninggalkan sisi maskulinnya di depan pintu.

Bahkan ketika seorang istri mengatakan tidak boleh pergi ke sini, atau tak boleh membeli ini mereka akan menurutinya.

“Saya rasa kita bisa pergi mancing bersama, tapi saya ijin komandan dulu di rumah.”

Bukankah hal ini tampak terlihat aneh. Banyak pria yang sukses di luar sana, tapi ketika di rumah mereka lebih banyak memilih mengalah dari istrinya dan meninggalkan sisi maskulinnya di depan pintu.

Bahkan ketika seorang istri mengatakan tidak boleh pergi ke sini, atau tak boleh membeli ini mereka akan menurutinya..

Pria bukanlah sosok yang pandai beragumen seperti wanita. Mereka lebih banyak memilih diam dan tak mau bercerita tentang masalahnya. Satu cerita akan dihujani banyak pertanyaan.

Ini akan membuat pria menjadi bingung dan pusing. Mereka percaya jika hanya sikap diam inilah yang bisa membuat rumah menjadi tenang dan terhindar dari omelan sang istri.

Ketika suami berserita tentang masalah pekerjaan, tak semua istri akan memberikan solusi. agian terburuknya adalah mereka akan diinterogasi mengapa masalah tersebut bisa terjadi seperti layaknya seorang direktur. Ini yang membuat suami banyak memendam masalahnya snediri.

Istri selalu menjadi nomor satu di dalam rumah, meski yang jadi kepala rumah tangga adalah suami.

Sikap narsistik inilah yang sering kali membuat suami takut istri. Hal ini karena apa pun yang dilakukan akan terluhat salah dan akan selalu dibandingkan dengan sikap istri yang selalu benar.

Banyaknya aturan yang diterapkan istri pada suaminya, akan membuat pria merasa terjebak di dalam rumah.

Mereka akan kehilangan rasa percaya diri sebagai kepala rumah tangga. Alhasil pria akan pasrah terhadap apa yang akan dilakukan pada istrinya.

Dalam sebagian besar kasus, suami mengalami ketakutan yang intens ketika istrinya menampilkan gejala gangguan kepribadian narsistik.

Masalah lain yang diungkapkan oleh pria adalah bahwa mereka harus memendam masalah mereka di dalam diri mereka.

Tidak ada cara lain untuk melampiaskannya.

Hal ini karena pria diharapkan untuk tetap kuat, tidak menangis atau merasa lemah. Jadi, mereka tetap ketakutan tanpa memberitahu teman-teman mereka.

Ketika istri atau suami mengalami stres yang intens dan kecemasan itu akibat sekresi kortisol dan adrenalin.

Tubuh mengalami banyak perubahan kimia untuk menghadapi serangan atau situasi krisis.

Terjebak terlalu lama dalam hubungan yang kasar tidak sehat terutama karena efek berbahaya dari stres adalah kecemasan dan depresi.

Cobalah untuk berbicara dengan pasangan. Jika pasangan justru lebih marah, makaa minta bantuan anggota keluarga atau mencari seorang ahli konseling.

Jika diteruskan, jangan sampai hidup di dalam neraka dunia.

Memang banyak suami gengsi mengakui kalau dirinya takut istri.

Meski sering menjadi guyonan, namun sesungguhnya jika ada suami yang takut istri bukanlah hal yang lucu.

Sepasang manusia yang terikat pernikahan, tapi dihantui rasa takut sosok yang satu atas sosok yang lain, bukanlah relasi yang sehat.

Demikian juga sebaliknya, jika dalam sebuah relasi pernikahan ada istri-istri yang takut pada suami mereka, itu merupakan relasi yang tak sehat juga.

Entah karena suaminya kasar, mengidap masalah psikologi, atau bahkan suka melakukan kekerasan.

Komentar