Tahu Kapan Sel Sperma Hiperaktif?

Penulis: Darmansyah

Selasa, 16 Juni 2015 | 18:59 WIB

Dibaca: 1 kali

Anda tahu kapan sel sperma lebih aktif?

Kalau tidah tahu catat dengan baik hasil penelitian para ilmuwan dari Brown University di Rhode Island, AS, ini.

Menurut pimpinan tim peneliti di Brown Universtity, James Mossman, jika Anda sedang merencanakan kehamilan bulan-bulan yang tepat untuk melakukannya adalah kala musim seperti di bulan Juli hingga Agustus.

Ketika itu sel sperma lebih aktif.

Kemampuan berenang sperma di musim panas jauh lebih tinggi dibanding di bulan lainnya, misalnya yang suhunya lebih dingin seperti Januari.

Keaktifan sperma itu kemungkinan juga dipengaruhi oleh perubahan kadar hormon, misalnya testosteron.

Sperma yang lamban bergerak adalah penyebab dari separuh kasus sulit hamil pada pasangan.

Untuk membuahi sel telur sehingga terjadi kehamilan, sperma harus berenang melalui leher rahim, rahim, dan saluran indung telur. Kemampuan sel sperma untuk melakukan hal itu disebut dengan motilitas.

Penurunan kecepatan sperma akan membuatnya sulit mencapai sel telur sehingga pembuahan tidak terjadi. Seorang pria disebut subur jika setidaknya empat puluh persen dari sel spermanya bergerak.

Penelitian terhadap ribuan pria di Italia menemukan hasil motilitas sperma paling tinggi terjadi di musim panas dan paling rendah di musim dingin, walau sebenarnya volume sperma terbanyak justru saat musim dingin.

Jumlah dan ukuran sel sperma selama ini menjadi fokus penelitian bidang kesuburan pria. Padahal dalam riset terbaru terungkap bahwa variasi dari panjang sperma juga berbengaruh pada keberhasilan pembuahan.

Menurut James Mossman dari Brown University di Rhode Island, AS, pria yang memiliki sedikit variasi ukuran sperma cenderung memiliki konsenstrasi sperma berkualitas tinggi lebih banyak.

Mossman yang menulis hasil risetnya dalam jurnal Human Reproduction, mengatakan pengukuran panjang sperma bisa menjadi petunjuk pada fungsi testis dan proses pembentukan sel sperma yang matang.

Ia menjelaskan pria yang menghasilkan panjang sperma yang bervariasi bisa menjadi masalah.

“Memang masih perlu riset untuk mengenali hal itu, termasuk mengetahui mengapa pria yang menghasilkan sperma dalam jumlah banyak juga menghasilkan sperma berkualitas,” katanya.

Penelitian tersebut dilakukan dengan menganalisa hasil pemeriksaan cairan mani 103 pria. Mereka menemukan kaitan antara variasi ukuran panjang sperma, terutama ekor sperma, dengan konsenstrasi sel sperma yang bisa berenang dengan baik.

Untuk mencapai sel telur, diperlukan sel sperma yang memiliki ketahanan dibanding kecepatan.

Karena itu hanya sel sperma yang berkualitas tinggi saja yang mampu mencapai sel telur dan melakukan pembuahan. Memiliki sel sperma dengan variasi ukuran panjang lebih sedikit berarti memiliki sperma yang bisa berenang dengan baik.

Setiap ejakulasi seorang pria bisa menghasilkan dua ratus juta sel sperma. Meski begitu, cuma sel-sel sperma berkualitas prima yang mampu membuahi sel telur

Jika ingin memiliki sel sperma yang trengginas jenis makanan bisa memengaruhi kuantitas dan kualitas sperma.

Rajin mengasup ikan yang kaya akan asam lemak DHA diketahui bisa membuat sperma berenang dengan lincah dan memiliki fungsi yang baik.

Untuk pria yang mulai berusia lanjut, pola makan tinggi antioksidan atau multivitamin diketahui mencegah kerusakan DNA sperma. Vitamin E, zinc, dan folat juga diketahui berpengaruh positif bagi kualitas sperma.

Kaum wanita memang mudah tertarik pada pria yang bersuara berat dan maskulin. Namun, ternyata pria yang tampak maskulin itu memiliki kualitas sperma yang lebih rendah dibanding pria yang bersuara lebih tinggi. Konsentrasi sperma bersuara berat juga lebih sedikit.

Sperma sering digambarkan memiliki bentuk kepala oval dengan semacam badan dan ekor yang panjang. Sayangnya, hanya sepertiga pria yang memiliki bentuk sperma “normal”, yang lainnya berbentuk aneh atau lucu.

Menurut Dr Craig Niederberger, pakar fertilititas, kelainan pada bentuk sperma bisa terjadi pada tiga bagian, yakni kepala, bagian ekor, atau kombinasi. Sperma yang rusak bisa memiliki dua kepala, berukuran kepala kecil atau kebesaran, berleher bengkok, atau ekornya banyak.

Ternyata sel sperma hewan jauh lebih aneh daripada sperma manusia. Bukannya berenang sendiri, sperma hewan berenang berkelompok, berpasangan, atau bahkan membentuk rantai yang terdiri dari ribuan sperma.

Sel sperma memang perenang yang ulung, tetapi mereka tetap perlu bantuan untuk membuahi sel telur. Hormon progesteron yang diproduksi di tubuh wanita akan membantu sperma menggerakkan ekornya untuk berenang ke membran sel telur. Protein dalam membran sel telur bertugas menerima sinyal hormonal tersebut.

Komentar