Tahu Bila Mrs “V” Lama Tak Digunakan?

Penulis:: Darmansyah

Senin, 7 November 2016 | 15:21 WIB

Dibaca: 0 kali

Tak banyak yang terungkap dari vagina selain kisah menyenangkan.

Padahal  seks, dalam hal vagina,  juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi stres, menurunkan tekanan darah Anda dan mengurangi risiko serangan jantung.

Hubungan seks juga termasuk olahraga, sehingga tubuh Anda akan fit jika rutin melakukannya.

Selain itu, ketika Anda orgasme, tubuh akan dibanjiri hormon kebahagiaan yang disebut oksitosin, sehingga Anda akan lebih mudah tersenyum setelah mendapatkan orgasme.

Tapi, tidak setiap wanita punya kesempatan untuk memiliki kehidupan seks yang aktif dan bahagia.

Entah itu karena pilihan mereka sendiri, atau karena kondisi. Hal ini bisa menimbulkan akibat tertentu pada tubuh, tak terkecuali pada vagina.

Dan salah satu yang diungkapkan laman situs “prevention,” Senin, 07 November 2016,  adalah jawaban dari yang terjadi pada vagina ketika seorang wanita berhenti berhubungan seks dalam waktu yang lama.

Pertama, bila tak digunakan,  dalam waktu lama, muncul rasa sakit

Sakit yang dimaksud di sini adalah sakit ketika melakukan hubungan seks lagi yang pertama setelah jangka waktu lama tidak melakukannya.

“Akibat paling umum dari selibat lama adalah hubungan seksual yang menyakitkan,” kata Brett Worly, MD, ahli kebidanan dan kandungan dari Ohio State University Wexner Medical Center.

Sama seperti sakit yang Anda rasa ketika pertama kali berolahraga setelah lama vakum, kira-kira seperti itulah yang terjadi pada vagina jika sudah lama tidak mengalami kehidupan seks yang aktif.

“Masalah psikologis yang membebani pikiran seseorang juga dapat menyebabkan rasa sakit,” kata Worly.

Penggunaan pelumas khusus vagina bisa membantu mengurangi rasa sakit, pemanasan atau foreplay yang cukup baik dan komunikasi dua arah yang sehat, juga dianjurkan untuk mengatasi masalah ini.

Seorang wanita yang belum pernah melakukan hubungan intim, akan merasa sakit saat pertama kali berhubungan.

Namun umumnya, ini bisa segera teratasi dengan sendirinya dengan kebiasaan, kesabaran, dan foreplay yang cukup baik.

Tapi dalam beberapa kasus, otot-otot vagina bisa berkontraksi begitu kencang, sehingga tidak memungkinan untuk terjadinya penetrasi.

Bahkan, ada kasus yang bahkan tampon atau jari pun tak bisa menembus vagina. Kondisi ini disebut vaginismus.

Vaginismus bisa terjadi karena banyak sebab, misalnya karena perkosaan atau pelecehan yang menyebabkan trauma mental yang membuat korbannya anti terhadap sentuhan-sentuhan seksual, atau dengan kata lain tak bersedia melakukan hubungan seks karena trauma.

Jika ini terjadi pada Anda, dapatkan bantuan segera. “Saya sarankan Anda pergi ke dokter kandungan untuk mendapatkan diagnosis dan rekomendasi untuk terapi otot dasar panggul,” kata terapis seks Holly Richmond, PhD.

Dalam terapi, Anda akan mendapatkan serangkaian latihan yang lembut.

“Terapis juga akan meresepkan serangkaian dilator untuk dimasukkan ke dalam vagina. Pertama berukuran kecil dan secara bertahap akan ditingkatkan ukurannya. Namun yang terpenting adalah, Anda mendapat terapi untuk memulihkan mental Anda terlebih dulu.”

Jika Anda berhenti mengalami orgasme untuk jangka waktu lama, menjadi wajar bagi tubuh Anda untuk berhenti menginginkannya.

Di satu sisi, hilangnya gairah mungkin bisa dianggap berkah bagi wanita yang memang tidak ingin berhubungan seks. Namun, ini berarti juga Anda kehilangan manfaat sehat dari hubungan seks itu sendiri.

Untuk mendapatkan gairah Anda kembali, Richmond menyarankan Anda untuk mencoba merangsang diri Anda sendiri sampai akhirnya Anda menemukan kenikmatan dari sentuhan-sentuhan yang Anda lakukan.

“Orgasme adalah sesuatu yang baik untuk Anda. Entah itu dilakukan bersama pasangan atau dengan diri sendiri,” katanya.

Saat usia subur sudah berlalu, seks akan nampak sebagai sesuatu yang kurang penting. Ditambah lagi, jumlah estrogen akan menurun drastis.

Dua hal itu, membuat Anda malas atau tidak mau berhubungan seks dan turunnya kadar estrogen, bisa menyebabkan vagina menjadi kering dan dinding vagina menipis. Ini disebut vagina atrofi, kata Barb DePree, MD, dokter kebidanan dan kandungan dari AS.

Untuk mengatasinya, DePree merekomendasikan Anda untuk tetap berhubungan intim secara teratur. Jika ada masalah hormon, berkonsultasilah ke dokter. Mungkin, dokter akan memberikan krim atau menyarankan terapi hormon.

Jika Anda tak punya pasangan untuk melakukan seks secara berkala, DePree menyarankan Anda untuk bermasturbasi..

Vagina adalah bagian tubuh wanita yang paling eslastis. Meski demikian, masih banyak yang khawatir, bahkan percaya, bahwa organ kewanitaan itu bisa kendur, berubah ukuran dan bentuknya karena berhubungan seks atau karena ukuran penis pasangan yang besar.

Menurut,  Lauren Streicher, M.D., associate professor kebidanan dan kandungan  Northwestern University’s Feinberg School of Medicine dan penulis buku  Love Sex Again, kekhawatiran bahwa bentuk dan ukuran vagina akan berubah karena hubungan seks, sama sekali tak beralasan.

Tubuh wanita, termasuk vagina, didesain untuk menjadi elastis dan bisa membesar bahkan untuk melahirkan bayi. Ukuran penis sebesar apapun tidak akan menyamai ukuran bayi sehingga hubungan seks dam ukuran penis tidak akan memengaruhi bentuk vagina.

Saat terangsang secara seksual, fisik vagina berubah sedikit. Peningkatan aliran darah ke arah area genital akan membantu  melumasi dinding vagina yang bergelombang, yang disebut rugae.

Setelah rugae mengendur, akan ada lebih banyak ruang untuk mengakomodasi penis, tidak peduli berapapun ukurannya. Kadang-kadang, jumlah pelumas alami tubuh tidak mencukupi, apalagi dengan penis berukuran besar.

Dalam kasus ini,  Streicher merekomendasikan pemakaian pelumas yang berbasis non-air. “Pelumas membantu melicinkan vagina, sehingga seks terasa lebih nyaman dan menyenangkan.”

Jika Anda merasa vagina tidak kembali ke ukuran normalnya setelah berhubungan seks, ini adalah hal yang normal, karena vagina baru saja membesar demi mengakomodasi ukuran penis. Namun Anda jangan khawatir, dalam hitungan menit atau jam, pasti vagina akan kembali ke ukuran dan bentuknya yang semula, kata Streicher.

Jika ada masalah yang terasa seperti vagina kendur, biasanya masalah itu bermuara dari otot dasar panggul.

Komentar