Tahu Alasan Pasangan Menolak Bercinta?

Penulis:: Darmansyah

Sabtu, 19 September 2015 | 17:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda tahu alasan sebenarnya dari pasangan Anda ketika ia menolak untuk bercinta?

Hampir semua lelaki, pasti menjawab dengan bingung,

Nah tak perlu bingung. Sebab sebuah survei yang validitasnya sangat tinggi telah menemukan jawabannya.

Mayoritas, atau hampir empat puluh persen keengganan seorang wanita datang dari stress.

Selain masalah keengganan bercinta dari wanita, survei itu juga memberikan jawaban kenapa wanita tak begitu menikmati saat bercinta, foreplay lebih penting dari apa pun, dan sedikitnya pencapaian orgasme pada wanita dipatahkan oleh survei ini.

Dalam survei itu ditemukan banyak wanita yang mengaku belum pernah merasakan orgasme dan ingin tahu apa yang menjadi penyebabnya

Hal-hal seperti ini ternyata merupakan pertanyaan umum dari rata-rata pria dan wanita di seluruh dunia.

Saat orgasme, darah mengalir ke otak lebih cepat dibanding saat kita sedang mengisi teka-teki silang. Selain itu, orgasme meredakan stres, depresi, dan mengurangi rasa sakit.

Sayangnya, hanya sepertiga wanita yang melaporkan mengalami orgasme secara reguler dan hanya satu dari sepuluh wanita mengatakan bahwa mereka tidak mengalami orgasme sama sekali.

Orgasme adalah hal rumit untuk wanita.

Penelitian dari Indiana University menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi pil kontrasepsi mengalami sedikit orgasme.

Namun, Dr Cynthia Graham, seorang dosen senior di University of Southampton, mengatakan bahwa hal ini karena efek samping pil kontrasepsi pada libido, bukan pada rangsangan.

Peneliti lain beranggapan bahwa proses orgasme wanita sangat rumit dan tidak bisa diganggu hal-hal kecil. Obat-obatan lain yang berpengaruh terhadap orgasme dan seks adalah obat antidepresan.

Bahkan penelitian lain dari University of Texas menyebutkan bahwa olahraga reguler bisa meningkatkan orgasme pada wanita.

Begitu banyak penelitian mengenai orgasme wanita, sampai ada yang menyebutkan bahwa teori evolusi dan kekurangtahuan wanita ikut berpengaruh pada orgasme wanita.

Namun, satu hal yang pasti, penelitian soal orgasme tidak akan berhenti sampai di sini.

Orgasme pada wanita telah lama menjadi misteri baik bagi pria maupun bagi wanita itu sendiri.

Sehingga tidak heran, banyak sekali mitos seputar orgasme wanita yang beredar.

Misalnya, mitos tentang orgasme yang didapat di luar bersenggema. Mitos ini keliru, karena faktanya hanya tiga puluh persen wanita yang berhasil orgasme melalui bersenggama. Sementara sisanya membutuhkan stimulasi klitoris untuk mencapai klimaks.

Sementara itu, menurut Perkumpulan Dokter Kebidanan dari Kanada, tiga puluh persen orang yang mengaku tidak mampu mencapai orgasme dari bersenggama baru bisa mencapai orgasme setelah mendapat stimulasi manual ataupun oral.

Apakah orgasme selalu dapat disadari?

Ini merupakan mitos yang salah dari orgasme. Pasalnya orgasme mungkin juga datang tanpa disadari.
Tanda-tanda seseorang mengalami orgasme seperti pola napas yang berbeda, gerakan tubuh, suara, dan kontraksi otot tidak selalu ada.

Namun yang jelas, setelah mengalami orgasme, ada perasaan nyaman dan rileks yang timbul dan hanya dapat dirasakan oleh si wanita.

Cairan yang dikeluarkan dari vagina melakukan aktivitas seksual merupakan lubrikasi alami. Saat mencapai orgasme, cairan ini biasanya keluar lebih banyak, namun ini bukanlah ejakulasi seperti halnya yang terjadi pada pria.

Cairan ini merupakan hasil dari kontraksi dari otot uterus dan vagina karena peningkatkan aliran darah ke organ-organ reproduksi.

Wanita seharusnya bisa mencapai orgasme jika G-spot dirangsang Keberadaan G-spot hingga saat ini masih menjadi misteri.

Banyak yang memperkirakan kelenjar Skene yang berada di dinding belakang vagina di daerah bawah urethra mungkin adalah G-spot. Sebagian wanita mengaku ada sensasi kenikmatan saat area ini dirangsang, namun tidak semua wanita mengalaminya.

Jika wanita tidak dapat mencapai orgasme, pasangannya bukanlah pencinta yang handal

Pasangan memang mampu membantu untuk mencapai orgasme, namun yang bertanggung jawab sepenuhnya terciptanya orgasme atau tidak adalah wanita itu sendiri.

Sebuah studi baru yang dimuat dalam jurnal Sexologies menemukan, pemikiran erotis dan fokus pada sensasi pada tubuh selama berhubungan seksual dapat membantu wanita untuk mencapai orgasme.

Apakah wanita harus orgasme untuk menikmati seks Orgasme selagi berhubungan seksual bukanlah kunci seorang wanita menikmati hubungan seksual. Orgasme merupakan hal yang sulit dipahami.

Faktanya, seringkali, wanita menghargai seks lebih dari sekedar mencapai orgasme. Cinta dan kasih sayang yang dirasakannya dari pasangan adalah hal yang lebih penting.

Komentar