TekoKopi - Promo HARBOLNAS

Sulitnya Memilih Sepatu Lari Yang Nyaman

Penulis:: Darmansyah

Senin, 17 April 2017 | 14:54 WIB

Dibaca: 1 kali

Sebagai orang yang senang olharaga lari Anda pasti pernah mengalami masalah dengan kenyamanan pilihan sepatu untuk aktifitas ini.

Dan kebanyakan dari Anda hanya merasakan kenyamanan ketika memilih sepatu lari saat  mencobanya di toko.

Tapi kondisi sesungguhnya baru akan terasa bila sudah kita pakai berlari beberapa kilometer.

Saat itulah kita baru sadar bahwa sepatu lari yang tepat untuk kita tidaklah tergantung pada merk-nya, namun pada banyak hal, termasuk di mana kita berlari, style berlari dan bentuk kaki kita.

Bagaimanakah kita memilih sepatu lari yang cocok?

Selain warna, bentuk, dan harga, berikut beberapa hal yang lebih penting menjadi pertimbangan Anda sebelum membelinya:

Ketika Anda berencana membeli sepatu lari, di manakah Anda akan menggunakannya? Apakah di jalan aspal (road running), di atas mesin treadmill, atau di permukaan berbatu (trail running)?

Dalam memilih sepatu lari, permukaan dan tempat berlari harus menjadi pertimbangan. Apakah itu treadmill, jalanan ataupun alam bebas serta di dalam maupun di luar ruangan, hal ini mempengaruhi pilihan sepatu yang tepat.

Pada umumnya sepatu road-running dirancang untuk dipakai di permukaan rata dan keras seperti aspal.

Sepatu-sepatu jenis ini dilengkapi bantalan untuk meredam benturan serta untuk membuat langkah pemakainya stabil.

Sedangkan sepatu trail-running dirancang untuk di pakai di permukaan berbatu, berlumpur, dengan berbagai rintangan seperti akar pohon dan rumput. Sepatu jenis ini dilengkapi sol anti slip serta bentuk dan bahan khusus untuk memberi support, stabilitas, serta perlindungan kaki.

Sepatu-sepatu trail running Adidas seperti Response, misalnya, dilengkapi dengan teknologi Traxion pada sol bagian luar untuk menghasilkan cengkraman yang lebih baik pada permukaan di alam bebas

Sepatu cross-training sedikit berbeda, karena dirancang untuk digunakan di gym atau tempat kebugaran.

Biasanya sepatu cross-training memberi keseimbangan pada pemakainya melalui sol dan bantalan yang tebal.

Orang berlari dengan style yang berbeda-beda. Ada yang suka jogging untuk menjaga kebugaran.

Ada yang lari jarak pendek dengan kecepatan tinggi (sprint), ada yang berlari fiveK, tenK, atau lari jarak jauh seperti marathon.

Untuk setiap kategori dan style lari ini, produsen pembuat sepatu menyediakan jenis yang sesuai peruntukannya.

Bantuk kaki setiap orang ternyata berbeda-beda. Ada yang netral, di mana saat melangkah, bagian yang menginjak permukaan adalah telapak kaki bagian tengah, ada yang overpronation, di mana telapak kaki miring ke arah dalam, dan underpronation, di mana telapak miring ke arah luar.

Bentuk yang berbeda ini mempengaruhi bagian kaki yang akan berbenturan dengan permukaan, sehingga pemilihan sepatu dengan sol dan bantalan yang tepat akan membantu.

Bagaimana menentukan bentuk kaki kita?

Cobalah basahi kaki, lalu melangkah ke tempat yang kering.

Perhatikan jejak yang ditinggalkan. Apakah jejak itu merata, atau cenderung ke arah dalam atau luar?

Bila Anda kesulitan menentukannya, datanglah ke toko sepatu untuk mendapatkan bantuan.

Selain soal telapak, ternyata bentuk dan cara melangkah pun berbeda antara pria dan wanita, oleh karenanya produsen seringkali membedakan antara sepatu pria dan wanita.

Saat memilih sepatu, pertimbangkan juga berat badan Anda. Semakin berat tubuh Anda, makin besar pula benturan antara kaki dengan permukaan tanah.

Besarnya benturan ini perlu diredam menggunakan sepatu dengan bantalan yang tepat.

Mereka yang badannya tergolong berat, ada baiknya memilih sepatu yang bertumit kuat guna membantu stabilitas tubuh serta sol sepatu yang tidak terlalu menekan dan responsif

Dengan mencoba sepatu saat kaki kita mengembang, maka kita tidak akan keliru membeli ukuran yang terlalu kecil. Anda bisa juga mencoba sepatu

Biasanya untuk mencegah lecet dan memberi ruang pada kaki yang tegang dan mengembang, kebanyakan pelari membeli sepatu setengah ukuran lebih besar dari ukuran kakinya. Perlu juga dipertimbangkan lebar kaki, karena bila terlalu sempit di samping juga tidak akan nyaman dipakai berlari.

Saat mencoba, pastikan ada ruang selebar satu jari atau satu jempol di antara ujung kaki dengan ujung sepatu Anda.

Selain membeli ukuran setengah lebih besar, Anda juga bisa mempertimbangkan membeli sepatu lari dengan bahan yang dapat menyesuaikan dengan pelebaran kaki.

Saat berada di toko, Anda mungkin dihadapkan pada beberapa pilihan sepatu.

Selain mencobanya untuk berjalan, Anda sebaiknya juga menanyakan kelebihan-kelebihan apa yang dimiliki sepatu tersebut, serta peruntukannya untuk gaya lari seperti apa.

Saat ini berbagai produsen menyertakan teknologi terbaru yang membuat sepatu makin nyaman untuk berlari, baik itu dari sisi bahan, bobot, dan hal lain.

Yang perlu diperhatikan adalah jenis upper, midsole dan outsole

Tiga hal ini sebaiknya disesuaikan dengan jenis pelari, jenis berlari juga tempat berlari.

Jangan biarkan penampilan mengalahkan kenyamanan saat membeli sepatu lari. Anda akan menghabiskan ratusan kilometer bersama sepatu Anda.

Bayangkan bila jarak sejauh itu Anda tempuh dengan sepatu yang tidak nyaman. Selain menyiksa, kemungkinan mengalami cedera juga lebih besar.

Oleh karenanya, cobalah beberapa pasang sepatu saat memilih, dan pastikan kenyamanan menjadi prioritas Anda. Kecuali bila Anda membelinya sekedar untuk bergaya saja.

Komentar