Suhu Air Yang Sehat untuk Menyeduh Kopi

Penulis: Darmansyah

Senin, 3 Desember 2018 | 11:40 WIB

Dibaca: 1 kali

Temperatur adalah faktor penting dalam menyeduh kopi. Karena temperatur yang tepat akan menghasilkan kopi yang nikmat.

Jika kamu penikmat kopi dengan metode manual brew tentulah kamu tahu faktor apa saja yang bisa menghasilkan secangkir kopi nikmat.

Mulai dari pemilihan biji yang segar, penggilingan yang tepat serta yang tak kalah penting adalah rasio air yang memengaruhi rasa pada kopi.

Selain rasio air, suhu air adalah salah satu faktor penting yang tak bisa dianggap sebelah mata. Dan di artikel inilah kami akan sedikit membahas tentang pentingnya suhu air dalam memengaruhi proses menyeduh kopi.

Kamu pasti tahu bahwa kamu takkan mungkin menyeduh kopi tanpa bantuan air. Karena air berfungsi mengeluarkan rasa pada bubuk kopi: inilah yang disebut dengan ekstraksi.

Suhu air sangat penting dalam proses ekstraksi. Jika air yang kamu gunakan untuk menyeduh terlalu panas, maka kopimu beresiko terasa terlalu pahit.

Sedangkan jika air yang kamu gunakan terlalu dingin, maka resiko yang kamu dapatkan adalah kopimu akan terasa terlalu asam dan tidak kuat rasanya.

Ya walaupun ada cold brew dan cold drip yang menggunakan kopi dingin tapi itu adalah cara seduh yang sama sekali berbeda.

Menurut National Coffee Association suhu air paling baik dalam membuat kopi ideanya adalah 195°F sampai 205°F atau 90 – 96 derajat celcius. T

api beberapa orang biasanya menggunakan suhu di bawah 90 derajat Celsius saat menyeduh dengan metode manual brew.

Semuanya lagi-lagi dikembalikan kepada selera masing-masing. Yang jelas suhu tidak pernah di atas 96 derajat Celsius karena akan membuat kopi terasa pahit dan flavor pada kopi bisa saja hilang.

Cara paling sederhana untuk mengontrol temperatur air tentunya dengan menggunakan thermometer. Selain thermometer, kamu juga bisa membeli ketel leher angsa yang sudah dilengkapi dengan pengatur suhu di dalamnya.

Seperti ketel Bonavita yang sudah dilengkapi dengan pengatur suhu sehingga kamu dengan mudah memasak air dengan mengatur di suhu berapa air tersebut kamu didihkan. Ingat, suhu pada saat menyeduh kopi bagaimana pun memengaruhi hasil akhir. Jadi tak apa berinvestasi untuk alat yang bisa memberi kopi nikmat untuk kamu setiap hari.

Percaya atau tidak, semakin panas suhu air, maka akan cepat juga proses larutnya air pada kopi saat kamu menyeduhnya.

Tingkat larutnya air pada kopi  tentu juga memengaruhi hasil akhir. Jika air yang kamu gunakan terlalu dingin, maka air akan susah larut dan menggenang di permukaan dripper

Hal ini tentunya tak baik untuk kopi kamu. Gunakan air dengan suhu yang tepat jadi air tak terlalu cepat larut dan tak juga lama menggenangi kopi.

Temperatur ideal adalah salah satu yang penting tapi bukan berarti faktor-faktor lain tidaklah penting.

Kesempurnaan secangkir kopi takkan bisa dicapai jika kualitas biji, tingkat kehalusan bubuk kopi, cara seduh, kebersihan alat-alat, kualitas air dan lain-lain tidak tercapai. Ingat, temperatur yang tepat tak cukup untuk menghasilkan kopi nikmat.

Kamu juga harus memerhatikan beberapa faktor lain demi kenikmatan yang tak bisa tergantikan.

Khusus untuk tubruk penyeduhan dan penyajian dengan cara yang ideal akan membuat cita rasa kopi menjadi lebih maksimal.

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk menyeduh kopi tubruk? Meski membuat kopi tubruk terdengar mudah, untuk mendapatkan rasa yang maksimal ternyata kita tidak bisa sembarang melakukannya.

Bahkan, jenis kopi robusta dan arabika, misalnya, memiliki perlakuan berbeda untuk mendapatkan rasa yang maksimal.

Uji Sapitu menyebutkan, secara umum kopi robusta bisa diseduh dengan air yang suhunya lebih tinggi ketimbang arabika karena ketahanan yang berbeda.

Hal itu diungkapkan Uji ketika ditemui  beberapa waktu lalu. Namun, masyarakat awam mungkin agak kesulitan mengukur suhu air dengan tepat tanpa peralatan khusus.

Cara sederhana lain adalah dengan mendiamkan air mendidih selama setengah menit agar suhunya pas. Setelah itu, tuang sedikit air ke dalam gelas kopi dan diamkan selama setengah menit sebelum menuangkan kembali air hingga gelas penuh.

“Jadi seduh setengah, dia akan mengembang, lalu seduh air panas lagi setelah setengah menit,” tuturnya.

“Lidah kita cenderung suka dengan body atau ketebalan kopi yang agak tinggi,” ucap Uji.

Tak hanya dari segi penyajian, jangan lupa pula untuk melakukan penyimpanan secara tepat. Ketika kopi dibuka dari kemasan, usahakan menyimpannya pada stoples kaca kedap udara untuk mencegah kontak kopi dengan udara.

“Jika udara masuk akan pengaruh. Itu (kopi) kan ada minyaknya, kalau terkena oksigen nanti dia tengik dan rasanya menjadi tidak karuan,” katanya.

Komentar