Stres Bisa Menular! Ini Penjelasan Ilmiahnya

Penulis: Darmansyah

Selasa, 15 Mei 2018 | 09:59 WIB

Dibaca: 0 kali

Stres bisa menular?

Ya, itulah yang ditulis laman “hello sehat” tentang “penyakit yang satu ini.

Ya juga ketika stress bisa datang kapan saja bahkan tanpa Anda sadari, mungkin dipicu karena masalah dengan keluarga, pasangan, pekerjaan, keuangan, atau karena terjebak macet di jalan.

Hal-hal kecil yang sebenarnya sepele bisa dengan mudah membuat Anda stres.

Uniknya, ternyata stres yang Anda alami bisa saja disebabkan oleh pengaruh orang lain.

Ya, katanya stres menular, tapi apa benar? Ini penjelasannya menurut para ahli.

Kebanyakan orang berpikir stres itu muncul dari dalam diri akibat respon tubuh terhadap masalah yang sedang dihadapi.

Tentunya, setiap orang akan memiliki respon yang berbeda-beda.

Semuanya tergantung dari bagaimana Anda memandang suatu masalah yang bisa memicu timbulnya stres dan cara Anda untuk mengatasinya.

Mungkin Anda pernah menemui atau justru mengalaminya sendiri, saat ada seseorang yang merasa panik dan cemas, kemudian Anda akan memintanya untuk tidak panik karena hal itu bisa memengaruhi pikiran Anda.

Itu sebabnya, tanpa Anda sadari nyatanya stres yang selama ini Anda alami bisa saja bukan disebabkan oleh diri Anda sendiri, melainkan karena pengaruh dari orang lain di sekitar.

Ya, ternyata stres menular dari orang satu ke orang lainnya.

Dilansir dari laman Psychology Today, sebuah penelitian dalam Journal Social Science and Medicine meneliti hubungan stres yang dialami guru sekolah dan pengaruhnya pada para siswa, begitu juga sebaliknya.

Hasilnya menunjukkan bahwa guru yang mengalami kelelahan hingga menyebabkan stres, memicu peningkatan kadar kortisol  atau hormone stress dalam tubuh para siswa.

Akhirnya, stres menular pada para siswa ataupun sebaliknya.

Temuan ini diperkuat dengan penelitian lain yang dimuat dalam Journal Nature Neuroscience, dengan melakukan percobaan pada sepasang tikus yang salah satunya mengalami stres.

Saat tikus yang mengalami stres ini disatukan dengan tikus lain yang tidak mengalami stres, maka ada perpindahan sinyal stres kimia dari hewan satu ke lainnya.

Kondisi ini yang kemudian memicu munculnya stres pada individu yang mendapatkan “pengaruh stres” dari individu lainnya. Padahal, seseorang bisa saja tidak mengalami gejala sama sekali, pada awalnya.

Meski “penularan” stres tampaknya bisa dengan mudah Anda alami, tapi masih ada berbagai strategi yang dapat mencegahnya terjadi, seperti:

Menurut Dr. Uma Naidoo, seorang direktur psikiatri dan nutrisi di Massachusetts General Hospital, bahwa setiap orang memiliki mekanisme saraf yang bisa dengan mudah meniru berbagai emosi yang didapatkan dari orang lain.

Maka itu, cobalah untuk mencegah saraf tersebut berpindah ke otak Anda.

Caranya, dengan membayangkan sesuatu yang Anda sukai sehingga akan membuat Anda tersenyum atau tertawa sebelum memasuki situasi yang sekiranya bisa membuat Anda stres.

Pada intinya, sebisa mungkin untuk selalu mengumpulkan emosi positif dari dalam diri Anda sehingga bisa memancarkan hal yang positif juga pada orang lain.

Akhirnya, Anda juga akan mendapatkan respon positif selama proses interaksi dengan orang lain.

Jika Anda berada di suatu tempat dengan suasana yang membuat Anda merasa panik atau cemas, sebaiknya cari tempat lain dengan suasana yang jauh lebih tenang untuk sementara waktu.

Pasalnya, seorang penulis buku The Empath’s Survival Guide, menyatakan bahwa semakin Anda menjauhkan diri dari sumber negatif yang menyebabkan stres, maka akan semakin sedikit pula penularannya.

Mudahnya, mungkin pernah Anda perhatikan ada orang yang lebih memilih untuk menjauhi situasi yang bisa mengganggu konsentrasinya.

Ini bertujuan agar pikirannya tidak “terkontaminasi” dengan hal-hal yang menimbulkan stres.

Saat stres menyerang tubuh kita, secara otomatis pernapasan akan berpacu semakin cepat.

Untuk itu, Sherry Corrnier, PhD, seorang psikolog dan konsultasi stres menyarankan Anda untuk menarik napas panjang guna membuat diri Anda lebih tenang.

Sebab menurutnya, pernapasan yang diatur lebih panjang dan lambat dapat memengaruhi respon stres pada tubuh.

Sama halnya dengan stres yang bisa saling menular, dukungan positif untuk meredakan stres yang didapat dari orang lain pun demikian.

Kapanpun Anda merasa pikiran Anda mulai kacau akibat rasa cemas, panik, bahkan stres – cobalah untuk mengutarakan apa yang Anda rasakan pada orang lain.

Dukungan dan respon positif yang diberikan pada Anda, disinyalir bisa memperbaiki stres yang Anda alami.

Namun, tetap pastikan untuk melampiaskan perasaan Anda pada orang terdekat yang Anda percayai.

Bila Anda kurang nyaman untuk mencurahkan unek-unek pada orang lain, pilihan lainnya bisa dengan menulis tentang apa saja yang Anda rasakan pada secarik kertas ataupun buku catatan favorit Anda.

Sama seperti bercerita dengan orang lain, hanya saja kali ini Anda bercerita pada selembar kertas. Tujuannya tentu untuk membantu Anda mengatasi emosi dengan lebih baik.

Komentar