Sperma, Kehamilan dan Mitos Seputarnya

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 11 Desember 2015 | 08:24 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda ingin merencanakan kehamilan?

Banyak jawaban akan mengunci dengan satu kata,”tentu.”

Upayanya?

Nah, salah satunya yang Anda perlu tahu adalah kapan sel sperma lelaki lebih aktif.

Sebuah studi yang disepakati para ahli menyebut, musim panas, seperti di bulan Juli-Agustus adalah masa ketika sel sperma sangat aktif berenang.

Pada bulan-bulan itu kemampuan “berenang” sperma jauh lebih tinggi dibanding di bulan lainnya, misalnya yang suhunya lebih dingin seperti Januari.

Keaktifan sperma itu kemungkinan juga dipengaruhi oleh perubahan kadar hormon, misalnya testosteron.

Sperma yang lamban bergerak adalah penyebab dari separuh kasus sulit hamil pada pasangan.

Untuk membuahi sel telur sehingga terjadi kehamilan, sperma harus berenang melalui leher rahim, rahim, dan saluran indung telur.

Kemampuan sel sperma untuk melakukan hal itu disebut dengan motilitas.

Penurunan kecepatan sperma akan membuatnya sulit mencapai sel telur sehingga pembuahan tidak terjadi.
Lantas bagaimana seseorang pria bisa dikatakan subur?

Seorang pria disebut subur jika setidaknya empat puluh persen dari sel spermanya bergerak.

Penelitian tersebut baru saja dilakukan dengan mengumpulkan data dari lima ribu lebih pria di Italia.

Hasilnya diketahui motilitas sperma paling tinggi terjadi di musim panas dan paling rendah di musim dingin, walau sebenarnya volume sperma terbanyak justru saat musim dingin.

Disamping itu pernahkah Anda mendengar berbagai informasi tentang sperma?

Memang ada bermacam-macam penafsiran yang mencuat.

Salah satunya ada yang bilang, mandi air panas bisa menurunkan kualitas sperma, nanas dapat membuat aroma sperma lebih enak atau ada wanita yang alergi terhadap sperma.

Nah, dari sini Anda bisa untuk memilahnya mana yang mitos dan mana yang fakta

Untuk Anda tahu sperma bergerak dengan cepat sejak dikeluarkan dari tubuh pria.
Ini benar.

Momen pertama ejakulasi mengandung sperma dengan konsentrasi yang paling tinggi, kata urolog Harry Fisch, M.D., profesor terapi kesuburan di Weill Medical College of Cornell University.

Anda juga perlu tahu sperma bisa hidup lebih lama dari yang Anda kira.Sperma dapat hidup selama empat puluh delapan jam di dalam tubuh wanita, setelah berhubungan seks.

Dan sperma tetap ada di tubuh wanita selama lima hingga tujuh hari, tergantung seberapa bersahabatnya cairan serviks wanita.

Menariknya, cairan serviks akan melindungi sperma untuk hidup lebih lama di sekitar waktu ovulasi, di saat wanita mencapai puncak kesuburannya.

Apakah tingginya frekuensi hubungan seks dapat menurunkan menurunkan jumlah simpanan sperma?

Inilah pertanyaan kekhawatiran yang sering dimunculkan sebagai unek-unek oleh para pria dan hidup sebagai mitos di publik.

Untuk Anda tahu, kebanyakan pria selalu punya simpanan sperma yang cukup banyak untuk dikeluarkan. Itu kata ahli endokrin reproduktif Carrie Wambach, M.D., dari Southern California Reproductive Center di Los Angeles.

Ini artinya, sering ejakulasi memang dapat menurunkan volume sperma yang keluar.
Tapi pada pria normal, sperma akan terus diproduksi di dalam tubuh mereka dalam jumlah yang tidak terbatas.

Lainnya, yang tidak mitos, temperatur dapat menurunkan jumlah sperma.

Jumlah air mani itu berfluktuasi sesuai suhu.

“Jumlah sperma cenderung rendah di suhu panas dan tertinggi di suhu dingin,” kata Fisch, karena paparan panas dapat mengurangi jumlah sperma.

Yang dimaksud suhu panas di sini bukan hanya menyangkut cuaca tapi juga termasuk memangku laptop di pangkuan atau mandi air panas.

Suhu jacuzzi atau sauna yang bisa mencapai 40 derajat Celcius bisa menurunkan jumlah sperma secara drastis.

Bahkan, efek temperatur ekstrim ini bisa bertahan sampai berbulan-bulan.

Anda yang sedang dalam program ingin punya bayi, tidak dianjurkan mandi air panas atau mendekatkan organ vital Anda ke bend-benda bersuhu panas.

Dan apakah nanas bisa membuat aroma sperma lebih harum?

Sayangnya, belum ada ilmuwan yang terpikir untuk menguji apakah benar sperma bisa berbau harum jika pria memakan nanas.

Sperma mengandung fruktosa, sejenis gula yang ada di dalam buah-buahan.

Itu sebabnya, rasa sperma agak manis di lidah.

Tapi apakah makanan yang diasup pria bisa memengaruhi aroma dan rasa sperma? Belum ada penelitian ilmiah yang mengarah ke sana.

Apakah ada wanita yang alergi sperma?

Memang ada wanita yang alergi terhadap sperma.

Paparan sperma dapat membuat area vaginanya meradang dan kemerahan. Tapi, ini kasus yang sangat jarang terjadi.

“Jika menemui kasus seperti itu, yang pertama kali saya periksa adalah kemungkinan adanya infeksi jamur,” kata Fisch.

Jika Anda alergi sperma, pemakaian kondom akan dapat membantu mencegahnya.

Yang Anda perlu tahu, terutama pris, kesehatan bisa memengaruhi kualitas spermanya.

“Kondisi sperma paling sehat adalah saat pria berusia di bawah empat puluh tahun. Dan akan lebih sehat lagi jika pria itu tidak merokok, tidak minum alkohol, menerapkan pola makan sehat dan jauh dari paparan polusi,” kata Wambach.

Komentar