Sofa, Jangan Sembarang Pilih

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 9 Januari 2014 | 14:50 WIB

Dibaca: 5 kali

Ketika sebuah keluarga datang dan menginap di rumah tinggal kami, sekitar empat bulan lalu, anaknya yang balita, ngotot tak mau beranjank ke kamar untuk tidur. Ia lebih asik tidur di “kursi panjang,” istilah ayahnya.

Lama ayah ibunya membujuk namun ia ngoto dan akhirnya terlelap di sana untuk kemudian di bopong ke kamar tidur. Ketika keesaokan harinya, sang ayah balita, yang datang dari “gampong marjinal,” dengan berseloroh mengatakan, enakan duduk sembari tiduran di kursi panjang.

“Empuk,” katanya. Ia tidak tahu tempat duduk di ruang keluarga kami itu adalah sofa dengan harga yang juga asik. Ketika kami kasih tahu harganya, setelah ia ngotor bertanya berapa harganya dan ingin membeli, kami dengan sungkan menyebut angka belasan juta untuk dua seat.

Semula ia tak percaya dan menyepelakan dengan kalimat,”Ah, kursi begini saja sampai segituan?”

Kami bersabar. Maklum ia dari nun jauh di “gampong” sana dengan mengatakan, kursi jatinya pasti lebih mahal.”

Ya. Itulah orang “gampong.” Ngotot, sok hebat dan menyepelekan serta bisa menyebalkan. Ia tidak tahu apa itu sofa.

Dan dalam artikel terbarunya, 08 Januari 2014, situs interior “houzz.com,”memberi tahu tentang sofa, manfaatnya dan dimana harus diletakkan.

Menurut “houzz.com,” kebaradaan sofa di rumah modern adalah wajib. Sofa tidak hanya bisa ditaruh diruang tamu, sofa juga bisa Anda pindahkan ke ruang keluarga, atau ruang lainnya diruma Anda.

Karena digunakan untuk jangka panjang, sebaiknya jangan terburu-buru dalam membeli satu set sofa dirumah. Saat membeli sofa, kualitas adalah hal utama yang harus Anda perhatikan.

Sofa yang berkualitas biasanya kuat dan berat. Ada trik untuk menguji kekokohan sofa, angkat sedikit sudut pada sofa, lalu goyangkan. Jika sofa terasa ringan atau goyah, itu berarti kualitasnya tidak bagus.

Kayu oak dan maple adalah bahan dasar terbaik untuk sofa. Kayu-kayu ini berkualitas tinggi, sehingga cocok dijadikan bahan untuk membuat furnitur. Sofa yang baik adalah sofa yang memiliki sendi ganda, dengan blok sudut yang dilem dan tidak dijepit. Selain itu, kaki pada sofa juga harus removeable, agar mudah dipindahkan.

Sofa biasa merupakan bagian di rumah yang digunakan untuk berlama-lama, baik untuk bersantai maupun menerima tamu. Oleh karena itu, kita tidak bisa sembarangan membeli sofa, ada banyak detail yang harus diperhatikan.

“Houzz, memberi beberapa poin penting yang harus diperhatikan saat kita berbelanja sofa.

Pertama, tulis “houzz,” sofa harus memiliki bantalan yang baik untuk sofa adalah bantal yang berat dan padat isinya.

Bantalan yang baik adalah bantal yang diisi dengan bahan Dacron. Semakin berat bantal tersebut, semakin lama daya tahannya. Biasanya pada furnitur yang kurang bagus, bantal sofa di isi dengan busa poliuretan.

Langkah berikutnya, saat membeli sofa, yang Anda harus ingat adalah model sofa harus disesuaikan dengan desain rumah Anda. Jika rumah Anda memiliki disain tradisional, maka sofa dengan bagian tangan yang digulung dan bantal yang memiliki rumpai adalah pilihan yang tepat.

Namun, jika rumah Anda memiliki cukup ruang, maka sofa dengan ukuran besar bisa jadi pilihan tepat. Akan tetapi, jika rumah Anda berukuran kecil, sofa dengan tangan rendah atau tanpa lengan bisa menyihir ruangan kecil menjadi lebih luas.

Setelah itu, cari warna terbaik. Untuk sofa yang terbaik itu adalah warna netral. Tapi ada pengecualian jika Anda memiliki anak kecil di rumah. Jika ada anak kecil, maka pilihan warna gelap atau bermotif adalah pilihan yang paling tepat.

Usai mendapat dua poin tadi jangan abaikani sofa yang berbahan satin atau brokat. Bahan terbaik untuk sofa adalah kain sintetis. Selain tahan lama, bahan ini juga mudah dibersihkan.

Kalau sudah pas, jagalah kelangsungannya dengan merawat sebaik-baiknya.
Biasanya, sofa yang sudah bertahun-tahun akan meninggalkan bekas jika dipindahkan. Tapi hal ini bisa Anda siasati dengan memasang selotip di bagian kaki bawah sofa.

Komentar