Siapa Bilang Wanita Tak Mengalami Ereksi

Penulis: Darmansyah

Jumat, 21 Oktober 2016 | 08:10 WIB

Dibaca: 1 kali

Wanita juga mengalami ereksi?

“Ya,” tulis Journal of Urology yang mengutip hasil penelitian di Australia.

“Ereksi tak hanya milik pria,” lanjut tulisan hasil penelitian itu.

Wanita bisa  mengalami “ereksi” meski tak memiliki penis,  dan tentunya tak sama persis seperti pada pria.

Penyebabnya  wanita memiliki klitoris.

Klitoris adalah sebuah organ seksual yang berada di dalam vagina.

Ditilik dari proses pembentukannya, klitoris bisa dibilang kembaran dari penis. Keduanya berada di posisi yang sama.

Bedanya, penis tumbuh ke arah luar. Sebaliknya, klitoris ke arah dalam.

Sebuah penelitian terbaru para ilmuwan di Australia menyebut klitoris memanjang lebih lima belas sentimeter cm ke dalam tubuh seorang wanita.

Dan tak heran jika klitoris kerap disebut penis wanita.

Keduanya juga memiliki kepekaan luar biasa terhadap rangsangan. Bahkan banyak ahli berpendapat kalau klitoris lebih peka rangsangan ketimbang penis.

Pendapat tersebut bisa saja benar mengingat klitoris memiliki sekitar delapan ribu ujung saraf dan terbuat dari jaringan halus.

Sedangkan penis ‘hanya’ memiliki sekitar empat ribu ujung saraf. Kondisi itu membuat klitoris sangat peka terhadap rangsangan.

Karena kemiripannya, klitoris memiliki kemampuan yang sama dengan penis, yakni ereksi saat terangsang.

Hanya saja ereksi pada klitoris tidak terlihat jelas seperti pada penis yang menegang dan memengaruhi penampilan pemiliknya.

“Penyebabnya adalah corpus cavernosa, saluran kembar yang akan terisi darah ketika terangsang. Wanita juga memiliki corpus cavernosa pada klitorisnya,” jelas Irwin Goldstein, M.D, Director of Sexual Medicine di Alvarado Hospital, San Diego, Amerika Serikat.

Ketika ereksi, lanjut Goldstein, ukuran klitoris akan membesar dan lebih sensitif.

Pembesaran klitoris ini terjadi di dalam vagina,  yang menyebabkan ruang dalam vagina turut membesar.

Goldstein menjelaskan bahwa vagina memiliki ruangan seperti akordion, yang bisa memanjang ketika terangsang dan memendek dalam keadaan normal.

Ini yang membuat vagina mampu memanjang seperti penis ketika terangsang secara seksual.

Untuk juga Anda tahu,  perbedaan antara ereksi pria dan wanita adalah soal waktu.

Wanita membutuhkan waktu lebih lama untuk ereksi ketimbang pria.

“Meski lama, tapi ereksi wanita patut ditunggu. Jika ingin mendapat kepuasan maksimal ketika bercinta, beri waktu pada wanita hingga mencapai ereksi penuh dan rasakan sendiri hasilnya,” imbuh Goldstein

Selama ini wanita lebih mengenal adanya orgasme vaginal, orgasme klitoris, atau orgasme melalui G-spot.

Tetapi penelitian terbaru memastikan organ klitorislah yang paling berperan pada kepuasan wanita.

Secara historis, selama ini orgasme pada wanita dipercaya hanya bisa diperoleh lewat penetrasi seksual. Selain itu, orgasme juga dibagi menjadi beberapa macam, yakni vaginal, klitoris, dan G-spot.

Tetapi studi yang dimuat dalam jurnal Clinical Anatomy menyebutkan, mayoritas wanita di seluruh dunia tidak bisa mencapai orgasme selama penetrasi seksual.

Wanita tersebut sering dilabeli mengalami gangguan seksual berdasarkan sesuatu yang tidak pernah ada: orgasme vaginal.

Studi tersebut memastikan bahwa kunci terjadinya orgasme adalah rangsangan maksimal pada klitoris.

Organ klitoris terletak di ujung atas bibir kelamin wanita dan sedikit tertutup. Ukurannya kecil. Organ ini sama dengan penis pada pria, dimana terdapat banyak sekali saraf sehingga sangat sensitif.

Ketika klitoris dirangsang, darah mengalir ke organ kecil ini membuatnya sedikit membesar.

Sebuah penelitian beberapa waktu lalu juga menyebutkan, ukuran klitoris wanita bisa memengaruhi kemampuannya mendapatkan kepuasan seksual.

Wanita yang memiliki masalah sulit orgasme biasanya memiliki ukuran klitoris yang kecil dan letaknya jauh dari vagina.

“Ejakulasi pada pria tidak berarti hubungan seks selesai bagi wanita. Tanpa penetrasi pria bisa melanjutkan rangsangan dengan pelukan dan ciuman sehingga wanita bisa mendapatkan orgasme,” kata Dr.Vincenzo Puppo, seksolog yang melakukan studi ini.

Ia menambahkan, istilah yang lebih tepat untuk puncak kepuasan wanita saat berhubungan seks adalah orgasme wanita, bukan lagi orgasme vaginal atau G-spot.

 

Komentar