Sering Bercinta Belum Tentu Akan Bahagia

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 15 Januari 2016 | 09:30 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda percaya semakin sering bercinta dengan pasangan akan semakin bahagia?

Uuhh. Jangan percaya dulu.

Paling tidak, Amy Muise, seorang psikolog sosial dari University of Toronto-Mississauga membantahnya.

Muise mengatakan hubungan seks yang sehat dan bisa mendatangkan kebahagiaan cukup satu kali sepekan
Sebelumnya, banyak orang percaya bahwa semakin sering melakukan hubungan seksual semakin bahagia pasangan.

Seperti dikutip

dari “Today,” Jumat, 15 Januari 2015, berhubungan seks terlalu sering tidak membuat manusia lebih bahagia.

“Sekali sepekan menurut saya masuk akan dalam berbagai cara karena saya pikir orang tetap akan memandangnya sebagai sesuatu yang reguler dilakukan,” kata Muise.

Muise dan para peneliti menggunakan data dari lebih tiga puluh ribu orang Amerika untuk meneliti hubungan antara kebahagiaan dan frekuensi hubungan seksual.

Salah satu dari kejutan besarnya adalah, hal itu berlaku setara pada pria dan wanita, tua dan muda.
Tak masalah apakah hubungan yang berlangsung lama atau baru.

Selain menghitung kebahagiaan dibandingkan dengan frekuensi berhubungan seksual, para peneliti juga melihat hubungan antara kebahagiaan dengan uang.

Hasilnyapun cukup mengejutkan.

Ternyata lebih banyak orang yang berharap bisa melakukan hubungan seks yang teratur dan mencapai kepuasan dibanding sekadar kekayaan.

“Cukup menyenangkan mengetahui bahwa sekali sepekan saja sudah cukup. Para peneliti ini sudah menemukan termometer seksual untuk zaman modern ini,” kata Helen Fisher, peneliti senior dari Kinsey Institute.

Frekuensi sekali sepekan itu, menurut Fisher mempengaruhi sistem otak yang berbeda.

Hal itu kemudian berefek pada kesehatan hubungan dengan pasangan dan kebahagiaan secara keseluruhan.

“Berhubungan seksual secara rutin akan mendorong testosteron kita yang akan menjaga gairah seksual juga,” jelas Fisher.

“Stimulasi apapun pada genital, akan mendorong sistem dopamin, yang akan menimbulkan rasa cinta yang romantis.

Dan stimulasi orgasme sebagai produk dari kerja hormon oksitosin akan menciptakan perasaan keterikatan yang mendalam,” kata Fisher.

Sayangnya satu hal yang tak tercakup dalam penelitian ini adalah apakah orang yang jarang berhubungan seks akan jadi lebih bahagia jika mereka meningkatkan hubungan seks mereka?

Inilah yang dipertanyakan Dr. Gail Saltz, psikiatris dari New York Prebysterian and Weill Cornell Medicine.

“Satu hal yang peneliti tidak masukkan ke penelitian ini adalah, jika seseorang terlihat tak bahagia apakah kita bisa memintanya untuk lebih banyak berhubungan seks dan itu akan membuatnya lebih bahagia,” kata Saltz.

Tentu saja, kata Fisher, jika berhubungan seksual dilakukan rutin tiap pekan ada trik yang harus dilakukan agar tak ada risiko malah tidak melakukan sama sekali.

“Buat jadwal, jika Anda bukan orang yang spontan.”

Sebuah penelitian lainnya malah menyimpulkan, frekuensi hubungan seks yang terlalu sering justru bisa membuat seseorang merasa kurang bahagia.

Studi tersebut dilakukan dengan membagi para responden dalam dua kelompok.

Kelompok pertama diminta menggandakan frekuensi hubungan seks yang mereka miliki setiap minggunya, sementara kelompok kedua tetapi melakukannya dengan frekuensi normal mereka.

Di akhir penelitian selama tiga bulan, pasangan dari kelompok yang bercinta lebih sering ternyata merasa kurang bahagia dibanding saat di awal mulainya studi.

“Hasil penelitian ini mengejutkan dan mengecewakan. Tadinya kami berharap orang yang berhubungan seks lebih sering akan menikmatinya dan lebih bahagia, sehingga bermanfaat positif bagi hubungan,” kata ketua peneliti George Loewenstein, profesor ekonomi dan psikologi dari Carnegie Mellon University, Pittsburgh.

Walau begitu, bukan berarti bercinta lebih sering akan mengurangi kebahagiaan.

Hal itu bisa terjadi kemungkinan besar karena pasangan yang menjadi responden diperintahkan untuk bercinta.

“Apa pun yang kita lakukan karena memang menginginkan atau karena diperintah bisa berdampak sangat besar pada seberapa besar kita menikmatinya,” kata Loewenstein.

Sebenarnya sudah cukup banyak penelitian yang mengaitkan antara seks dan kebahagiaan.

Salah satunya adalah analisis terhadap enam belas ribu orang dewasa di AS yang menunjukkan, orang yang sering bercinta memiliki tingkat kebahagiaan lebih tinggi.

Bagaimana pun hubungan seksual adalah hal yang penting dalam pernikahan.

“Banyak orang menganggap seks adalah aktivitas paling menyenangkan. Ini baik untuk kesehatan dan juga bisa membakar kalori,” kata Loewenstein.

Komentar