Mungilnya Teras, Kamar Mandi dan Dapur

Penulis:: Darmansyah

Senin, 13 Juni 2016 | 14:28 WIB

Dibaca: 9 kali

Anda memiliki rumah ukran terbatas?

Jangan masgul. Sebab dengan keterbasan itu akan lahir ide kreatif untuk penataannya.

Sebut saja teras mungil. Anda bisa mefungsikannya sebagai tempat menerima tamu.

Bila sebelumnya hanya sebagai area outdoor, bisa muncul masalah tambahan seperti basah dan kotor karena air hujan dan panas mau pun paparan matahari sore.

Masalahnya memang tak berhenti di sana.

Lantai teras kotor memang bisa terjadi. Wajar saja karena letaknya di area luar hunian.Apalagi jika hujan turun. Cipratan air hujan akan mengenai tanah di sekitar teras kemudian mengenai lantai.

Agar tak merusak kebersihan teras, cara termudah adalah perkerasan halaman atau diberi paving. Namun, bila halaman tetap tanah, Anda dapat memberi taburan batu koral di sekelilingnya.

Caranya, letakan batu koral di bagian teritisan atau tempat paling sering terciprat air. Tatanan batu-batuan ini dapat mengurangi cipratan air yang membuat basah dan kotor teras Anda.

Lantai teras basah juga karena bentuk teritisan kurang lebar. Untuk itu pertimbangkan saat merencanakan pembangunan teritisan.

Teritisan yang menempel pada struktur pasti sulit diubah, karena itu untuk sementara dapat ditutup dengan tirai bambu gulungan. Tirai atau kerai ini akan mengantisipasi banyaknya tampias air hujan.

Bila teras terasa panas terutama saat sore tiba, Anda dapat menyiasati lewat vegetasi tanaman. Misalnya dengan membuat tanaman merambat sebagai dekorasi teras Anda.

Tanaman merambat seolah menjadi penutup alamiah dari paparan sinar matahari.

Teras yang cantik tidak tergantung dari besar atau kecilnya ruangan.

Ada beberapa elemen terpenting yang dapat membuat teras menjadi cantik walaupun teras tersebut berukuran kecil.

Hal terpenting pertama adalah tanaman.

Unsur alami ini sangat penting untuk hadir di teras rumah Anda seberapa besar ukurannya tanaman ini sangat berguna untuk menciptakan suasana asri di teras dan juga membuat udara jadi lebih sejuk.

Penempatan dan penggunaan furnitur yang nyaman. Dua unsur ini saling melengkapi jadi kita tidak bisa memenuhi salah satu unsurnya saja. Karena jika kita mempunya kursi yang nyaman tapi penempatannya kurang pas kita pun tidak nyaman untuk bersantai di sana begitu pula sebaliknya.

Sisipkan ruangan kosong untuk mobilisasi orang, karena umumnya ukuran teras tidak besar maka ruang kosong ini sangat berarti agar teras tidak terkesan terlalu sempit.

Lantas bagaimana dengan kamar mandi mungil?

Misalnya,  dengan posisi terjepit di tengah-tengah rumah membuat sistem pengudaraan di dalamnya tidak berjalan maksimal. Akibatnya, kamar mandi terasa lembab dan panas.

Model kamar mandi seperti ini banyak ditemukan di kota-kota besar.

Bagi Anda yang mengalaminya, salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan memasang exhaust fan di langit-langit ruangan.

Exhaust fan mampu membuat udara di kamar mandi akan bergerak atau berputar.

Anda bisa memasang exhaust fan pada plafon dan menggabungkannya dengan penggunaan jalusi pada pintu. Jalusi dapat memasukkan udara ke dalam kamar mandi, terutama ketika exhaust fan dinyalakan.

Agar hasilnya optimal, pasang exhaust fan pada plafon yang berseberangan dengan pintu agar udara dapat berputar di kamar mandi.

Sirip-sirip pintu jalusi sebaiknya dibuat miring ke arah atas, bukan ke arah bawah. Tujuannya agar angin dingin dapat masuk dari arah bawah.

Selain exhaust fan, Anda juga bisa menggunakan buangan AC untuk mengurangi lembab akibat air. AC ini adalah AC yang digunakan untuk kamar tidur yang letaknya bersebelahan dengan kamar mandi.

Anda juga bisa membuat semacam cerobong di atap kamar mandi. Letakkan blower AC di salah satu sisi cerobong, sedangkan di sisi seberangnya terdapat lubang ventilasi dari bilah-bilah kayu.

Pada siang hari, atau saat AC tidak dinyalakan, lubang ini berguna untuk mengalirkan udara ke dalam kamar mandi.

Cara lainnya adalah dengan mengurangi pemakaian air. Usahakan menggunakan shower, bukan bak mandi.

Selain mengurangi kelembaban, menggunakan shower ketika mandi juga dapat menghemat air.

Begitu juga dengan dapur. Ungkapan ‘ukuran adalah segalanya’ tidak bisa diterapkan di dalam dapur.

Anda tidak membutuhkan ruang besar untuk membuat ruang tersebut berfungsi dengan baik dan nyaman.

Jika masih ragu, ada cara mudah membuat dapur mungil jauh lebih nyaman dan fungsional. Berikut ini contohnya.

Sebelum mulai membuat dapur mungil Anda lebih efektif, yakinlah dahulu bahwa bagaimana pun bentuk, ukuran, dan peralatan dapur, semua itu baik adanya.

Seorang chef terkenal Mario Batali pernah mengatakan, “Hanya yang tidak bisa memasak akan menyalahkan peralatan masak. Saya bisa membuat semua masakan di restoran saya dengan pemanggang listrik tidak bagus dan oven biasa.”

Pertama, cobalah menemukan tempat untuk semua barang Anda di dapur. Hal pertama dan terpenting dalam membuat ruang berukuran terbatas menjadi efisien adalah menjaga kerapihannya.

Kedua, bukalah pikiran dan beri kesempatan agar “pakem” yang selama ini Anda gunakan untuk menata dapur bisa diubah.

Misalnya, lepaskan pintu lemari dapur dan biarkan isi lemari dapat terlihat dengan mudah. Jika enggan membiarkan lemari dapur terbuka, Anda bisa gunakan pintu kaca.

Ketiga, ciptakan kohesi untuk memberikan ilusi ruang yang lebih luas. Tumpukan barang, termasuk piring, membuat dapur Anda tampak penuh.

Solusinya, cat dinding dengan warna putih dan gunakan piring berwarna putih pula. Piring yang menumpuk akan tampak “menghilang” dan membuat dapur terasa lebih rapi dan lebih luas.

Keempat, sesuaikan ukuran serta jumlah peralatan memasak dan peralatan makan-minum dengan luas dapur.

Jika hidup sendiri, Anda tidak perlu menggunakan penanak nasi  berukuran besar. Anda pun belum tentu membutuhkan dua lusin piring, dan gelas berukuran besar.

Kelima, buatlah dapur terang. Pastikan dapur memiliki akses ke sinar matahari, serta tunjang juga dengan pencahayaan artifisial.

Dapur yang gelap akan lebih lembab. Terlebih, jika dapur sama sekali tidak memiliki akses ke sinar matahari alami.

Pastikan permukaan meja dapur juga tidak gelap.

Berikan lampu pada bagian bawah lemari dapur. Cara ini membuat kegiatan masak-memasak pun lebih mudah.

Keenam, gunakan furnitur multi guna. Menempatkan meja kecil di dapur berukuran mungil adalah ide yang baik.

Gunakan meja sebagai “island” atau permukaan tambahan untuk memasak dan untuk menyantap makanan. Itu akan membuatnya fungsional dan hemat tempat.

Komentar