Selingkuh? Ya, Wanita Itu Lebih Pemaaf

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 24 Agustus 2016 | 08:05 WIB

Dibaca: 0 kali

Majalah sangat terkenal dunia “reader’s digest,” hari ini, 24 Agustus 2016,  secara khusus menuliskan tentang manfaat positif  yang datang dari kesetiaan  pasangan

Lantas, apakah juga bermanfaat positif juga bila salah satu dari pasangan berselingkubh?

Ya, selingkuh bisa dilakukan oleh pria dan wanita.

Namun, sikap pria dan wanita terhadap perselingkuhan, ternyata sangat berbeda.

Menurut studi yang diproduksi oleh perusahaan riset pemasaran, Ipsos, dan situs kencan, Gleeden.com, pihak wanita lebih lapang dada memaafkan pasangan yang selingkuh.

Namun, sayang sekali, sikap serupa tidak terjadi pada kaum pria.

Studi menemukan bahwa empat puluh persen responden wanita mengaku, bisa memaafkan pasangan yang tergoda perselingkuhan.

Sementara itu, enam puluh delapan persen responden pria tidak mau memaafkan pasangan yang selingkuh, terutama ketika hubungan telah resmi menjadi suami istri.

Studi menemukan tiga perselingkuhan yang bisa dimaafkan oleh wanita adalah hubungan virtual, hubungan seksual satu malam, dan kisah cinta platonik.

Hanya lima belas persen responden wanita bersedia memaafkan hubungan perselingkuhan yang berjalan lama dan melibatkan perasaan.

Hubungan perselingkuhan dengan sesama jenis merupakan jenis perselingkuhan yang tidak akan dimaafkan oleh wanita.

Selanjutnya, studi membeberkan hasil dari responden pria.

Ternyata, lima puluh sembilan persen responden pria mau memaafkan perselingkuhan virtual dan empat puluh enam persen bisa memaafkan cinta platonik.

Seluruh responden pria sepakat jika perselingkuhan telah jauh hingga berhubungan seksual, mereka tidak mau memaafkan pasangan.

Dalam studi itu juga diingatkan setiap pasangan untuk  tidak termakan asumsi maya.

Sebaiknya, jika Anda memiliki rasa curiga yang mendalam, sertai juga dengan bukti dan alasan yang nyata.

Para pakar. Misalnya,  membeberkan sejumlah sinyal yang menandakan  seorang suami  sedang berselingkuh

Kecurigaan pertama yang biasanya muncul adalah sering terlambat pulang.

“Ketika seseorang pulang ke rumah lebih telat dari biasanya dan terjadi berulang-ulang, ini saatnya Anda harus waspada,” ujar penasihat kencan, hubungan, dan pakar etika, April Masini.

Masini mengatakan, tanda perselingkuhan kian nyata jika keterlambatan tersebut tanpa alasan yang jelas.

Menurut Masini, saat kencan bersama dengan Anda, pasangan terlihat tak nyaman dan ingin segera menyudahi dengan alasan pekerjaan atau lainnya.

“Bisa jadi ada bukti di kantong pakaian mereka,” ujar Masini. Jika pasangan menjadi rajin mencuci pakaian sendiri, Anda patut curiga.

Coba tanya akses ponsel pasangan Anda. Nah, jika ia tak mengizinkan, berarti dia menyembunyikan sesuatu.

Sebaliknya, “Jika pasangan memberi akses ponsel sepenuhnya kepada Anda, bisa jadi dia memiliki nomor ponsel lain,” ujar psikiatris Dr Haltzman, penulis buku The Secrets of Surviving Infidelity.

Suami, yang biasanya tak pernah memberi, tiba-tiba rajin memberi hadiah. Menurut Laurie Puhn, JD, mediator pasangan dari New York, mengatakan, Anda boleh curiga.

Untuk mengetahui, coba tanyakan langsung alasan pasangan memberi hadiah dalam waktu berdekatan dan lihat respons verbal serta bahasa tubuhnya.

Saat hubungan seksual pasangan dan Anda jadi berkurang, bukan berarti pasangan berselingkuh. Bisa jadi dia sedang dalam situasi buruk di tempat kerja, masalah keuangan, atau memikirkan kesehatan keluarganya.

Jangan menyimpulkan perselingkuhan dari hubungan seksual.

Rachel Russo, pakar hubungan, mengatakan, pasangan zaman sekarang paling banyak berselingkuh di media sosial dan via pesan elektronik. Jadi, tak ada salahnya memantau aktivitas media sosial pasangan Anda.

Anda mungkin sudah mengetahui penyebab pria bisa terjebak dalam perselingkuhan.

Selain mungkin sifat hidung belangnya, ada kondisi serta situasi tertentu yang mendorong sebuah perselingkuhan terjadi.

Cara paling efektif mencegah terjadinya selingkuh adalah dengan menjaga keharmonisan sebuah hubungan.

Jika Anda merasa sedikit bosan dengan rutinitas seksual Anda (bahkan jika Anda menyalahkan dia, maka ia kemungkinan besar bosan juga.

Mengubah segalanya menjadi kunci. Jadilah orang yang memulai situasi intim lebih sering.

Jika dia pulang kantor terlambat atau pergi keluar dengan teman-temannya, daripada mengomel dan melarang-larang, lebih baik saat ia pergi kirimkan teks mesra, seperti “Aku mencintaimu,”

“I miss you” atau “Aku punya kejutan khusus untuk kamu ketika Anda tiba di rumah!”

Tapi jangan sibuk menginterogasi kemana dia pergi, bersama siapa saja  atau kapan dia akan pulang.

Anda hanya perlu  mengingatkan dia masih memiliki seorang wanita di rumah yang mencintainya.

Gunakan cinta Anda untuk memaksa pikiran bersalah keluar dari pikirannya jika ia berniat macam-macam.

Pada awal hubungan, Anda dapat membiarkan dia tahu dengan cara yang ringan, bahwa Anda tidak akan mentolerir perselingkuhan.

Katakan langsung padanya ketika dia sedang diliputi perasaan senang dan jatuh cinta pada Anda. Ia akan ingat bahwa dan berpikir tentang hal itu sebelum ia selingkuh di kemudian hari.

Saat memiliki pasangan, hidup pria cenderung melakukan segalanya untuk kebahagiaan pasangan.

Melakukan semua yang dia bisa untuk mencoba menyenangkan Anda. Anda memasakkan makanan untuknya, meski rasanya tidak enak dengan senang hati ia menikmati. Nah, seharusnya Anda juga melakukan hal yang sama.

Menonton pertandingan sepak bola dengan dia, memberinya ruang dan keheningan ketika ia ingin membaca koran atau menonton berita, dan memberinya banyak sentuhan singkat dan kecupan mesra sehingga ia tidak pernah merasa kehilangan koneksi itu kepada Anda.

Dan di atas semua,  jangan menjadi istri yang cerewet atau selalu berdebat dengan cara destruktif.

Ingat, Anda adalah sistem dukungannya, jadi ketika Anda mencoba selalu mengalahkan dia, dapat membawanya ke kondisi kekacauan emosional, yang buntut-buntutnya akan membuat dia mencari wanita lain yang bisa mendukungnya.

Komentar