Selingkuh Itu Memang “Penyakit” Ketagihan

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 18 Agustus 2017 | 14:54 WIB

Dibaca: 1 kali

Apakah selingkuh itu bisa ketaghan?

Laman kesehatan “menshealt,” hari ini, Jumat, 18 Agustus, dengan gamblang mengeaskan “iya.’

“Selingkuh itu adalah penyakit ketagihan,” tulis laman situs terkenal itu.

Orang yang pernah selingkuh pasti mengulanginya lagi.

Apakah juga  faktanya demikian?

Menurut sebuah penelitian dari Universitas Denver, Amerika, orang yang pernah selingkuh pada hubungan pertamanya ternyata tiga kali lebih mungkin untuk mengulanginya lagi pada hubungan selanjutnya.

Sementara itu, pada orang yang pernah diselingkuhi pasangannya pada hubungan pertamanya ternyata saat menjalin hubungan selanjutnya ia juga cenderung akan berselingkuh.

Dalam penelitian tersebut, peneliti meminta empat ratusan orang dan hampir 70 persennya wanita untuk menjawab pertanyaan tentang dua jenis hubungan romantis.

Dari seluruh partisipan studi, empat puluh empat persen mengaku pernah berhubungan seks dengan orang yang bukan pasangannya saat ini.

Selain itu, tiga puluh  persen responden mengatakan pernah diselingkuhi pasangannya.

Hasil penelitian serupa juga pernah disimpulkan dari penelitian tahun 2lalu.

Disebutkan bahwa orang yang pernah selingkuh, sebelumnya juga pernah melakukannya. Jadi,

Lantas, apakah itu berarti orang yang tidak setia tak bisa berubah?

Tidak selalu.

Walau penelitian itu menyebutkan orang yang selingkuh bisa mengulanginya lagi, tetapi tidak selalu.

Menurut psikolog Frank Dattilio, kita tetap bisa percaya pada pasangan yang sudah pernah berselingkuh sebelumnya. Namun, diskusikan dengan pasangan tentang kesetiaan.

“Jika dia mengabaikan atau tidak serius, itu adalah tanda pasangan Anda tidak layak mendapat kepercayaan dan komitmen Anda. Tetapi jika ia serius ingin mengubah sikapnya, ia layak mendapat kesempatan baru,” katanya.

Banyak orang berpendapat bahwa tujuh tahun pertama pernikahan adalah masa yang penuh tantangan.

Menurut studi terbaru, dorongan untuk mulai selingkuh sudah muncul sebelum ulang tahun pernikahan ketujuh.

Dalam hubungan pernikahan dikenal dengan “seven year itch”, yakni istilah psikologi yang menggambarkan bahwa kebahagiaan pernikahan akan berkurang setelah tahun ke-7.

Menurut situs khusus hubungan gelap, Illicit Encounter, “seven year itch” mungkin harus diubah menjadi “three year itch” karena saat ini dorongan untuk mulai mengingkari janji pernikahan sudah muncul di tahun ketiga.

Situs tersebut menyurvei delapan ratus orang yang berselingkuh untuk mengetahui berapa lama mereka bertahan pada suami atau istrinya.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang tersebut hampir tidak bisa menahan perasaan untuk selingkuh dalam beberapa tahun.

Rata-rata pria yang menggunakan situs kencan untuk menemukan wanita lain adalah setelah tiga tahun lima bulan.

Durasinya bahkan lebih rendah lagi di kalangan wanita, yakni hanya tiga tahun satubulan.

Yang menarik, ternyata wanita lebih awal menyadari bahwa ada yang tidak beres dalam pernikahan mereka.

Dibutuhkan sekitar lima belasbulan bagi wanita untuk mengetahui adanya potensi keretakan dalam hubungannya.

Pada pria, masa selama bulan madu terasa bahagia, namun akan benar-benar berakhir pada bulan kedelapan belas.

Juru bicara Illicit Encounters, Christian Grant, mengatakan saat ini banyak orang yang kurang berpikir matang sebelum memutuskan menikah.

“Bagi sebagian orang, pernikahan menjadi perlombaan, simbol status sosial, cara untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa kehidupan mereka berada dalam keadaan yang lebih baik daripada keadaan mereka,” kata dia.

Sebenarnya perselingkuhan bisa terjadi pada siapa saja.

Namun sebuah survey di Inggris mendapati ada jenis-jenis pria dan wanita yang paling banyak selingkuh dari pasangan mereka.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh lllicitEncounters.com –situs kencan untuk orang-orang yang sudah menikah, namun ingin memiliki hubungan lain di luar pernikahannya– ditemukan bahwa para wanita yang mencari hubungan di luar pernikahan, pada umumnya menggambarkan diri mereka sebagai wanita kesepian, atau wanita mandiri.

Situs kencan itu mempelajari lebih dari sepuluh ribu profil penggunanya untuk mengetahui siapa saja yang menginginkan perselingkuhan.

Ternyata sebanyak tiga puluh persen wanita pengguna mengaku diri mereka kesepian, sementara dua puluh tujuh persen wanita menggambarkan dirinya sebagai perempuan mandiri.

Yang mengejutkan, dua puluh persen dari pengguna situs tersebut adalah ibu rumah tangga.

Ini mungkin disebabkan karena para ibu rumah tangga tidak memiliki media lain untuk bergaul dan bertemu orang dibanding mereka yang bekerja di kantor.

Sedangkan pria yang mencari selingkuhan di situs itu kebanyakan adalah mereka yang berpostur tinggi, cerdas, dan memiliki banyak uang.

Ini menunjukkan bahwa pria berselingkuh karena dorongan nafsu, arogansi dan ego mereka, sementara wanita selingkuh karena merasa tidak lagi diperhatikan oleh pasangan.

Indikator populer lainnya dari tipikal pria selingkuh adalah tinggi badan, karena 40 persen dari semua pria di situs itu memiliki postur tinggi.

Juru bicara lllicitEncounters.com, Christian Grant, menjelaskan, “Hasil survey ini menunjukkan bahwa kebanyakan pria kesulitan menekan ego mereka.

Pria yang tinggi, kaya, dan pintar, cenderung berpikir ingin memiliki semuanya.”

Komentar