Selai Kacang “Obat” Tumor Payudara?

Penulis: Darmansyah

Selasa, 1 Oktober 2013 | 16:22 WIB

Dibaca: 0 kali

Berita gembira datang dari situs “healthday news.” Website yang mengkhususkan pemberitaan tentang “lifestyle” tentang makanan itu, Selasa, 01 Oktober 2013, merilis sebuah penelitian tentang selai kacang yang bisa menahan berkembangnya kanker.

Menurut tulisan itu penekanan terhadap makanan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan risiko penyakit yang dimiliki seseorang. Sebuah studi teranyar menemukan, konsumsi selai kacang sejak remaja dapat mengurangi risiko mengidap tumor payudara saat dewasa.

Tumor payudara merupakan benjolan non-kanker pada jaringan payudara. Kendati demikian, para pakar sepakat bahwa tumor payudara merupakan salah satu faktor risiko dari kanker payudara.

Dalam studi yang dipublikasi jurnal Breast Cancer Research and Treatment tersebut, para peneliti melibatkan 9.000 perempuan berusia 9 hingga 15 tahun. Peserta dipantau perkembangannya dari tahun 1996 hingga 2010, yaitu saat mereka sudah menjadi wanita dewasa muda.

Para peneliti menemukan, peserta yang rutin mengonsumsi selai kacang memiliki risiko 39 persen lebih rendah untuk mengembangkan tumor payudara.

Dr Graham Colditz, peneliti senior sekaligus direktur pencegahan dan pengendalian kanker di Siteman Cancer Center di Barnes-Jewish Hospital and Washington University School of Medicine mengatakan, hasil studi ini memberi harapan baru untuk membantu mencegah kanker payudara.

Tumor payudara, kata Colditz, cukup sering terjadi dan merupakan faktor risiko dari kanker payudara. Sebelum menopause, hampir satu dari empat wanita mengalami tumor payudara yang dikonfirmasi melalui biopsi.

“Sangat jelas adanya hubungan yang kuat antara tumor dan risiko kanker payudara. Tumor dapat meningkatkan risiko kanker payudara hingga sepertiganya,” tegasnya.

Peneliti mempelajari para peserta penelitian dalam periode waktu yang cukup lama. Selain mengukur risiko tumor, peneliti juga meminta peserta mengisi kuesioner tentang diet sehari-hari.

Peneliti pun memfokuskan pada protein dan lemak dari sayuran, termasuk selai kacang, kacang kulit, atau kacang-kacangan lain, dan jagung. Menurut mereka, sajian harian dari makanan-makanan ini berhubungan dengan penurunan 68 persen risiko tumor payudara, serta tiga sajian per minggu berhubungan dengan 39 risikonya.

Kendati demikian, para peneliti mengatakan, hubungan antara konsumsi makanan-makanan tersebut dan risiko tumor payudara bukanlah hubungan sebab-akibat.

“Pesan yang dapat diambil adalah sajian selai kacang lebih baik dipilih oleh remaja putri karena lebih menyehatkan daripada kue-kue,” pungkas Colditz.

Setiap perempuan memang memiliki risiko terkena kanker payudara. Faktanya, satu dari 22 perempuan terdiagnosis kanker payudara di India dan ada satu perempuan didiagnosis kanker payudara setiap 6,5 menit.

Risiko kanker payudara akan meningkat seiring usia. Faktor keturunan dapat memengaruhi risiko kanker sebanyak sekitar 8-10 persen atau lebih. Sementara itu, ada juga faktor lain yang berperan, yaitu faktor gaya hidup yang meliputi pola makan, olahraga, dan lain-lain.

Meskipun begitu, masih ada harapan untuk melawan penyakit mematikan ini. Pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan merupakan cara untuk mendapat tingkat kesembuhan yang lebih baik.

Tidak ada metode absolut untuk mencegah kanker, tetapi deteksi dini penting dilakukan. Intervensi medis yang dilakukan secara dini dapat mempermudah penyembuhan kanker.

Lantaran deteksi dini penting, maka menyadari tanda-tanda yang ada di payudara merupakan hal yang wajib dilakukan. Jadi, segeralah mengunjungi dokter jika Anda menyadari adanya tanda-tanda seperti benjolan atau penebalan di payudara, bengkak, bercak merah atau warna kulit yang menggelap pada payudara, perubahan bentuk dan ukuran payudara, puting yang masuk ke dalam, gatal, dan keluar cairan seperti darah.

Menyadari tanda-tanda tersebut terkadang tidak mudah, oleh karenanya Anda perlu memperhatikan secara saksama perubahan-perubahan yang terjadi pada payudara. Salah satu metode yang direkomendasikan, yaitu dengan sadari (periksa payudara sendiri). Sadari dibagi menjadi dua bagian yaitu, lihat dan rasa.

Untuk lihat, Anda perlu berdiri di depan cermin dan memperhatikan bentuk payudara, dari mulai warna, ukuran, hingga keadaan puting. Selanjutnya, angkat kedua tangan, letakkan di kepala, dan perhatikan kembali payudara Anda.

Dan untuk rasa, Anda perlu berbaring dengan posisi telentang dengan bantal di bawah bahu dan tangan mengangkat. Gunakan ujung jari dan periksa jaringan payudara dengan gerakan vertikal dengan sentuhan tegas, tetapi lembut. Lakukan dari puting hingga daerah di sekitar ketiak.

Lakukan sadari sebulan sekali di hari yang sama setiap bulannya. Anda juga bisa memeriksakan payudara ke dokter 6-12 bulan sekali. Anda perlu melakukan pemeriksaan mamogram jika usia Anda di atas 40 tahun, atau lebih dini jika memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara.

Komentar