TekoKopi - Promo HARBOLNAS

Seks Tak Pernah Berhenti di Usia Tua

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 3 Agustus 2016 | 10:53 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda merupakan salah seorang  yang percaya bahwa hubungan seks  tidak menarik dengan pertambahan usia?

Nah, seperti ditulis laman situs  Marieclaire.co.uk pada Rabu, 03 Agustus 2016, Anda harus membuang  mitos ini.

Sebuah  penelitian terbaru menemukan bahwa hubungan seks justru akan membaik di saat usia Anda semakin tua.

Ya, semakin tua Anda, semakin panas hubungan seks Anda.

Hal ini adalah fakta yang menggembirakan, bukan?

Hasil survey yang dilakukan oleh peneliti dari University of Guelph dan Sex Information and Education Council of Canada  terhadap dua ribuan lebih  orang dewasa dari usia empat puluh  hingga enam puluhan bisa  mengejutkan Anda.

Penelitian ini menemukan bahwa tujuh puluh lima persen dari para narasumber berhubungan seks secara rutin dalam satu tahun terakhir, dan tujuh puluh satu persen di antara mereka berhubungan seks secara rutin dalam enam bulan tahun terakhir.

Yang menarik, mereka tak hanya melakukan hubungan seks monoton yang membosankan namun justru lebih berani bereksperimen.

Faktanya, enam puluh tiga persen mengakui bahwa mereka selalu mencoba melakukan hal-hal baru di atas ranjang untuk mendapatkan kepuasan lebih daripada yang mereka dapatkan di masa lalu.

Lebih dari tujuh puluh persen juga mengatakan bahwa mereka puas, bahkan sangat puas, dengan kualitas hubungan seks mereka.

Siapa yang dapat membantah hasil survey ini?

Direktur dari survey ini, Alan McKay, mengadakan penelitian ini karena ia melihat masyarakat yang semakin terbuka dalam hal seks, meskipun usia mereka tak lagi muda.

Mungkin telah ada berjuta-juta artikel di luar sana, yang memberikan tips jitu bagaimana caranya mendapatkan hubungan seksual yang memukau dengan pasangan.

Namun, tak ada salahnya Anda mencoba sesuatu yang benar-benar berbeda dan menarik.

“Tidak ada seseorang yang benar-benar mahir dalam berhubungan seks, hal tersebut tergantung pada pasangan Anda,” papar Nicole Prause, seorang kepala peneliti di Sexual Psychophysiology and Affective Neuroscience Lab, University of California, Los Angeles.

Dengan kata lain, menjadi seseorang yang sangat memahami berbagai posisi seks tidak akan menjadi Anda seorang pemain seks yang baik, seperti dilansir dari sheknows.com

Anda ingin tahu caranya?

Dengarkan apa yang dikatakan pasangan, komunikasikan apa yang Anda suka, maupun tidak Anda sukai.

Sebenarnya ini kembali lagi pada proses pembelajaran bagaimana mengumpulkan semua hal tentang apa yang membuat hubungan seks Anda semakin baik

Jika Anda menyukai apa yang dilakukan oleh pasangan, katakan. Jika sulit menemukan kata-kata, lakukan untuk memberi contoh.

Sesederhana itu?

Berkomunikasi menggunakan kata-kata saat Anda berhubungan seksual seringkali dianggap rentan, sehingga para peniliti menyarankan Anda untuk menggunakan metode Sensate Focus.

Sensate Focus adalah menyentuh tubuh pasangan untuk kesenangan Anda sendiri. Intinya, semua hal bermuara pada komunikasi, gunakan kedua mata dan telinga Anda.

Namun, jangan lakukan cara ini pada hubungan seksual Anda untuk pertamakalinya dengan orang baru.

Jika pasangan Anda baru, mulailah dengan sesuatu yang lebih umum, seperti membangun kepercayaan.

Seks adalah salah satu bagian paling alami yang terjadi di dalam kehidupan manusia, sehingga ketika hal itu berakhir, dampaknya tidak hanya akan mempengaruhi tubuh, namun juga banyak hal lainnya yang tidak Anda duga sebelumnya.

Seorang wanita yang berhenti melakukan seks akan merasa bahwa dirinya tidak lagi seksi, diinginkan, dan berantakan.

Berhenti melakukan seks memberikan efek negatif yang sangat besar untuk perasaan dan kebahagiaan seorang wanita.

Dilansir dari yourtango.com,  ada beberapa perubahan perasaan yang perlu Anda pertimbangkan sebelum Anda memutuskan untuk berhenti melakukan seks.

Secara umum, seks sangat ampuh untuk memperbaiki perasaan.

Seks dapat meningkatkan produksi dopamin di pusat kesenangan otak. Inilah yang memperkuat perilaku seksual dan bagian dari proses evolusi yang membuat Anda ingin merasakan pengalaman baru sebagai bentuk kelangsungan hidup.

Bagi Anda yang berhenti melakukan seks akan mengurangi produksi dopamin, sehingga Anda akan mudah merasa sedih dan tersinggung.
Sebenarnya hal ini bisa diatasi dengan cokelat, alkohol, obat, makanan, dan masturbasi.

Penelitian menunjukkan bahwa seks dapat berfungsi sebagai anti depresi.

Respon seksual manusia terdiri dari tiga hal, keinginan, gairah, dan orgasme. Anda mungkin akan melupakan ketiga hal ini ketika tidak berada di dalam sebuah hubungan atau kurangnya rangsangan seksual karena testoteron menurun.

Seks dapat banyak membantu Anda untuk meningkatkan kualitas tidur, sehingga otomatis ketika Anda tidak lagi melakukan seks, Anda akan mengalami insomnia, yang menyebabkan stres terus meningkat dan perubahan perasaan yang buruk.

Ketika Anda mengalami stres, seks adalah cara yang baik untuk menghilangkannya.

Sama halnya dengan berbicara, seks dapat menurunkan kadar kecemasan Anda, menurut hasil penelitian.

Komentar