Seks Tak Jadi Penting Lagi Bagi Suami-Istri

Penulis: Darmansyah

Rabu, 5 Oktober 2016 | 15:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Benarkah hubungan seks tak menjadi prioritas utama suami istri?

Laman situs “she now,” Rabu sore WIB, 05 Oktober 2016, membenarkan hal itu.

“Seks tidak lagi  merupakan salah satu kegiatan yang masuk dalam kategori kebutuhan manusia paling mendasar,” tulisnya.

Pembenaran itu dip[eroleh “she now,” dari hasil survei yang dihelat oleh Reebook yang mengungkapkan sebuah fakta yang mengejutkan  bahwa kebanyakan orang menghabiskan tiga puluh  persen waktu dengan duduk dan empat puluh satu persen bekerja.

Lalu, survei mengungkapkan bahwa mayoritas orang memberikan satu persen dari waktu mereka untuk bercinta.

Pasangan suami istri ditemukan semakin tidak memiliki waktu untuk berintimasi terutama mereka yang telah memiliki anak.

Jumlah pasangan yang menyediakan waktu tiga kali dalam satu pekan untuk berhubungan seksual terus berkurang dari waktu ke waktu.

Ternyata, kondisi ini terjadi karena ekpekstasi tinggi sejumlah pasangan yang menginginkan orgasme setiap kali berhubungan seksual.

Hal tersebut, kata para pakar, sangat mustahil, kecuali Anda tidak pernah terpapar stres, tidak memiliki tekanan hidup, dan tidak pernah merasal lelah.

Di Inggris, misalnya,  sejumlah pasangan suami istri dan kekasih s lebih memilih bermesraan dengan berpelukan ketimbang bercinta di atas ranjang.

Kesimpulan ini diperoleh lewat survei yang diselenggarakan oleh Bayer dan melibatkan seribuan  partisipan.

Tujuan dari survei ini adalah untuk mengetahui pengaruh sentuhan dalam peradaban manusia modern.

Berdasarkan hasil survei, enam dari sepuluh  pasangan mengaku bahwa sentuhan dari pasangan dapat memberikan dampak positif.

Pasalnya, sentuhan penuh cinta tersebut mampu meredakan stres, menciptakan suasana jadi lebih santai, dan mengurangi beban pikiran.

Saat ditanya soal kegiatan intim favorit kala tengah berdua, sebanyak lima puluh tiga persen pasangan memilih menghabiskan waktu senggang dengan saling berpelukan dan berciuman.

Sementara itu, sembilan puluh delapan persen menganggap komitmen lebih penting dari seks satu malam.

Selain itu, mayoritas partisipan wanita mengaku, pasangan dengan selera humor tinggi dapat menghangatkan hubungan.

Hasil survei lainnya menyebeutkan bahwa pihak pasangan wanita mengaku lebih sering merasa enggan untuk berinisiatif dalam memulai aktivitas seksual.

Faktanya, sembilan dari sepuluh wanita menyatakan bahwa mereka lebih sering menunggu ajakan bercinta dari pasangan.

Sebanyak lima puluh empat persen partisipan wanita mengungkapkan, membicarakan pilihan alat kontrasepsi pada pasangan merupakan hal yang tabu dan memalukan.

“Jenis alat kontrasespsi, idealnya didiskusikan dengan pasangan. Ini adalah topik yang penting. Sebab, memiliki pengaruh signifikan pada hubungan seksual,” ujar Dr Diana Mansour, seorang pakar kesehatan seksual yang berbasis di Inggris.

Hasil survei juga merangkum kendala dan hambatan yang dihadapi pasangan saat bercinta.

Lebih kurang delapan puluh delapan persen partisipan mengatakan bahwa stres, kelelahan, dan selisih pendapat dengan pasangan, merupakan hambatan yang mengganggu aktitivitas seksual.

Kemudian, sebanyak lima puluh satu persen partisipan menyalahkan sejumlah situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter sebagai pangkal dari penurunan waktu berkomunikasi dengan pasangan.

Komentar