Seks Bisa Bikin Wanita Lebih Cerdas

Penulis: Darmansyah

Rabu, 7 Desember 2016 | 10:55 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda seorang wanita?

Sudah memiliki pasangan hidup yang resmi?

Nah, jika kedua benar maka laman situs “the independen,” Rabu, 07 Desember 2016, menyarankan kepada Anda untuk aktif berhubungan seks dengan pasangan.

Lantas apa hubungan dengan anjuran berhubungan seks?

Wanita yang sering berhubungan seks memiliki memori lebih baik.

Riset menemukan penile-vaginal intercourse  membantu wanita mengingat kata-kata abstrak.

Riset itu dilakukan oleh tim dari McGill University, Kanada.

Mereka menemukan hubungan antara seks dan pertumbuhan jaringan saraf di hippocampus, area di otak yang mengontrol emosi, memori dan sistem saraf.

Tim tersebut meminta tujuh puluhan wanita heteroseksual berusia di bawah tiga puluh tahun b tahun ambil bagian dalam tes memori yang meliputi wajah orang-orang dan kata-kata abstrak lainnya.

Mereka pun menyelesaikan kuesioner untuk mencatat rata-rata poin nilai dan apakah mereka menggunakan kontrasepsi.

Hasilnya menemukan, wanita yang paling sering berhubungan seks lebih baik mengingat kata-kata abstrak. Sayangnya, seks tidak memengaruhi skor mereka dalam mengenali wajah-wajah.

Penemuan itu menyimpulkan bahwa berhubungan seks berhubungan dengan fungsi memori dan hippocampus.

Hubungan itu mungkin karena faktanya, seks adalah sejenis olahraga. Mungkin juga seks membantu meringankan masalah mental seperti depresi dan stres yang berdampak pada memori.

Dibutuhkan riset lebih jauh untuk menemukan apakah mencapai orgasme pun memengaruhi memori.

“Zat kimia yang berhubungan dengan persinyalan pemberian reward, hormon dan neurotransmiter, terbukti berhubungan dengan memori dan aktivitas seksual,” ujar Jens Pruessner, profesor psikologi di McGill University yang terlibat dalam studi tersebut.

Penelitian ini mengikuti studi terpisah yang menemukan wanita separuh baya dapat menikmati seks lebih baik ketika menua, karena mengalami peningkatan rasa percaya diri serta ketrampilan komunikasi lebih baik.

Seks yang dimaksudkan di sini adalah seuatu yang tidak memaksa.

Sebab hubungan seks yang memaksa  dapat menjadi beban dan sumber stressor.

Hal ini dapat terjadi jika setiap kali hendak berhubungan seksual, timbul perasaan-perasaan negatif.

Ketidaktersediaan informasi yang memadai tentang seks pun turut berperan menimbulkan banyak kesalahpahaman di masyarakat, terutama antarpasangan.

Selain pengetahuan, seks juga memerlukan sedikit keberanian.

Soalnya, beragam perasaan negatif seperti telah diungkapkan di atas akan semakin menurunkan “potensi” seseorang dalam melakukan hubungan intim.

Sebaliknya, jika sikap positif dipupuk sebelum berhubungan seksual, kualitas hubungan itu akan baik sehingga bisa memuaskan diri dan pasangan.

Seks yang memuaskan itu, ya harus ditanya pasangan maunya apa. Jangan memaksa

Dalam mengatasi ketidakharmonisan dalam berhubungan seksual, yang perlu diperhatikan adalah mengenali pasangan.

Masing-masing harus memahami diri dan pasangannya.

Baik mengenai alat-alat seksual, fungsi seksual, sampai kebiasaan seksual dan erotic zone masing-masing pasangan.

Kondisi kesehatan termasuk hal yang perlu diperhatikan.

Usahakan jangan sekali-kali melakukan hubungan seksual dalam kondisi sakit dan tidak fit.

Hubungan seksual merupakan aktivitas yang memakan energi tinggi. Kalau tidak dalam kondisi prima, dapat mengakibatkan timbulnya keluhan-keluhan lain yang lebih parah.

Banyak pasangan muda yang tidak sabar dalam melakukan hubungan seksual. Terutama kaum lelaki yang lebih mudah terangsang dan mencapai orgasme.

Si perempuan, karena takut disalahkan gara-gara menolak ajak suami, sering cenderung mengalah. Kondisi seperti ini tidak mendukung hubungan seksual yang baik. Seks jadi sekadar kewajiban melayani suami. Pelengkap perkawinan saja.

Hubungan seksual akan berhasil dengan baik dan memuaskan lahir-batin, apabila dilakukan dengan kesiapan kedua belah pihak. Istri dapat saja menolak, apabila memang tidak siap.

Sebaliknya, suami sebaiknya tidak egois dan bisa menunjukkan sikap bijaksana.

Memilih waktu, teknik, dan variasi hubungan seksual yang sesuai dengan keadaan dan kondisi, juga perlu diperhatikan.

Di sinilah pentingnya pengetahuan yang benar tentang seks dan komunikasi yang baik dengan pasangan, agar dapat melakukan hubungan seksual yang baik, benar, dan memuaskan kedua belah pihak.

Waktu yang tepat sangat penting, walaupun tidak perlu ditetapkan jadwal khusus. Bila telah sama-sama siap, dijamin enjoy deh.

Variasi teknik, posisi, atau cara berhubungan seksual bukan merupakan hal yang tabu. Hal ini justru menghilangkan rasa jenuh dalam berhubungan seksual.

Tetapi, hendaknya tidak melakukan teknik atau variasi yang justru menimbulkan rasa sakit atau ketegangan yang tidak diinginkan.

Pilihan gaya hendaknya disesuaikan kemampuan diri sendriri dan pasangan. Tidak mengganggu kesehatan, baik secara fisik, mental, dan emosional.

Hubungan seksual justru akan menjadi sumber pertengkaran karena ketidaksepakatan dalam mencoba teknik baru.

Komentar