Sekali Seminggu… Anda akan Bahagia

Penulis:: Darmansyah

Sabtu, 12 Desember 2015 | 10:56 WIB

Dibaca: 0 kali

Semakin sering bercinta semakin bahagia?

“Tidak,” tulis Elle UK mengutip penelitian terbaru The Social Psychological and Personality Scienceu

Ya. Selama ini banyak orang menganggap semakin sering bercinta dengan pasangan maka ia akan semakin bahagia.

Faktanya, bercinta sekali dalam seminggu lah yang akan membuat pasangan bahagia.

Itu diungkapkan oleh studi yang belum lama ini dilakukan

Studi itu mengungkapkan bahwa pasangan suami istri harus bercinta sekali dalam seminggu untuk mendapatkan kebahagiaan.

Hal tersebut terungkap setelah peneliti menganalisis data pasangan mengenai hubungan seks dan kebahagiaan.

Yang menarik adalah, studi itu juga melaporkan bahwa bercinta lebih dari satu kali dalam seminggu tidak membuat pasangan lebih bahagia atau kurang bahagia dari mereka yang bercinta seminggu sekali.

Amy Muise, peneliti dari University of Toronto Mississauga mengatakan adanya hubungan linear antara seks dan kebahagiaan dengan frekuensi bercinta seminggu sekali, namun hubungan tersebut tak terjadi pada frekuensi yang lebih tinggi.

“Oleh karena itu, pasangan tidak perlu menargetkan hubungan seksual sesering mungkin,” ujar dia.

Selama ini banyak orang menganggap semakin sering bercinta dengan pasangan maka ia akan semakin bahagia.

Lantas bagaimana dengan orgasme?

Pasangan suami istri pasti akan melakukan apa pun agar mencapai orgasme ketika berhubungan.

Sayangnya, banyak yang ingin berhasil ketika berhubungan, tapi selalu gagal dalam mencapainya.

Untuk mencapai orgasme yang efektif diperlukan beberapa cara. Tidak hanya cara manual, ada juga yang menggunakan bantuan ketika ingin mencapai orgasme. Berikut ini beberapa cara cepat untuk mencapai orgasme pada wanita seperti dilansir dari laman Female First.

Gel ini cocok digunakan saat menginginkan bagian klitoris halus, dan lebih lembut.

Gel ini biasanya mengandung mentol yang menimbulkan sensasi menggelitik, juga arginine yang bisa meningkatkan aliran darah ke bagian clitoris yang meningkatkan sensitivitasnya.

Sensasi tersebut biasanya bertahan sekitar lima hingga 30 menit, tergantung berapa banyak penggunaannya.

Bentuknya mirip dengan lip balm yang biasa digunakan wanita, sehingga lebih cocok dibawa bepergian.

Mengandung mentol dan peppermint yang kaya kandungan pelembap, balsem ini melembapkan klitoris seperti yang diharapkan.

Sensasi mengejutkan yang didapat bisa bertahan lima hingga lima belas menit, tergantung berapa banyak yang digunakan.

Saat Anda ingin merasakan geli, balsem clitoral bisa menjadi solusi.

Produk pelumas ini akan sangat cocok digunakan. Selain mendapatkan pelumas, juga bisa mendapatkan sensasi menggelitik dengan menggunakannya.

Suplemen dengan formula kandungan ekstrak herbal dan obat alami juga bisa membantu menghidupkan dan menjaga semangat, vitalitas dan kinerja seksual wanita

Hubungan seksual dengan pasangan tak selamanya memberikan kenikmatan. Sejumlah pasangan, bahkan seringpula mengeluhkan adanya efek samping kegiatan bercinta ini.

Bukan rahasia lagi bahwa hubungan seksual memang memiliki beberapa efek samping yang belum banyak diketahui orang.

Misalnya, saat orgasme, tubuh merilis hormon yang dinamakan prolactin yang menyebabkan sel-sel punca di otak menciptakan neuron-neuron baru di olfactory bulb atau bagian otak yang bertanggungjawab dalam hal menghirup aroma.

Studi yang telah dipublikasikan di jurnal Biological Psychology, para peneliti melihat tingkat prolactin pada pria dan wanita saat setelah melakukan berhubungan seksual.

Hasilnya, tingkat prolactin meningkat empat ratus persen setelah melakukan hubungan seksual.

Hormon prolaktin ini diketahui bisa menjadi salah satu penyebab penghambat kesuburan dan kehamilan.

Setelah bercinta, Anda mungkin merasakan emosi yang berhubungan dengan euforia, relaksasi atau bahkan rasa kantuk.

Namun, bagi sebagian wanita, post sex blues bisa menjadi hal yang mengganggu. Itu diungkapkan oleh sebuah studi yang belum lama ini dilakukan.

Studi yang telah dipublikasikan di jurnal Sexual Medicine menunjukkan setelah berhubungan seksual, banyak wanita yang mengalami postcoital dysphoria.

Kondisi ini merupakan disfungsi seksual yang gejalanya antara lain adalah menangis, rasa melankolis atau depresi, rasa cemas, marah dan perilaku agresif.

Efek berhubungan seksual lainnya adalah amnesia.

Journal of Emergency Medicine pernah menerbitkan laporan mengenai seorang wanita yang datang ke Georgetown University Hospital dan mengaku tidak mampu mengingat hal-hal yang ia lakukan selama dua puluh empat jam sebelumnya.

Namun, ia mengatakan amnesia itu ia alami setelah berhubungan seksual dengan sang suami.

Ia lantas didiagnosis menderita transient global amnesia, kondisi di mana seseorang menghilang secara tiba-tiba, namun hanya sesaat.

Kondisi ini terbilang sangat jarang terjadi dan hanya dialami oleh tiga sampai lima orang dari seratus ribu orang per tahun.

Seks dan aktivitas fisik lainnya memang dapat menjadi penyebabnya, tetapi para peneliti belum mengetahui alasannya.

Mereka yang mengalami kondisi tersebut biasanya akan dapat mengingat kembali dengan normal hanya dalam waktu beberapa jam.

Komentar