Sayur Hijau Tidak Selalu Sehat

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 2 Februari 2013 | 07:56 WIB

Dibaca: 0 kali

SIAPA bilang sayuran hijau selalu sehat! Hasil penelitian terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat menyimpulkan, bahwa sayuran hijau menyimpan bakteri yang bisa mematikan. Lembaga itu mengingatkan dua jenis sayuran hijau yang potensi bakterinya paling tinggi. Bayam dan selada. “Bukan berarti sayuran lain tidak mengandung bakteri,” rilis laman institusi kesehatan itu mengingat para vegetarian akan resiko bakteri.

Kepada para vegetarian, rilis itu mengatakan, tidak ada masalah dengan makanan hijau sepanjang cara pencuciannya benar. Menurut salah seorang peneliti di lembaga bergengsi USA itu, Patricia Griffin,  seperti di lansir jaringa televisi “CBS News” dalam program “healt”nya, sepanjang pencucian sayuran hijau itu benar-benar memenuhi standar tidak ada masalah.

Kebanyakan  penyakit yang berkaitan dengan sayuran adalah “norovirus” yang disebarkan oleh tukang masak dan pengelola makanan. “Jadi, penyebaran virus itu lebih terkait dengan dapur dan restoran ketimbang makanan itu sendiri,” nasihat Griffin.

Penelitian yang dilakukan sepanjang  sepuluh tahun, 1998-2008, oleh lembaga lembaga pengendalian dan pencegahan penyakit menunjukkan satu dari enam orang Amerika, atau sebanyak 48 juta, mengalami sakit karena faktor makanan setiap tahunnya.  Angka itu sudah termasuk 128 yang dirawat dan 3000 orang yang meninggal.

Lembaga itu minta kepada mereka yang mengomsumsi sayur hijau untuk tidak paranoid menghadapi kasus-kasus ini. Sebab secara umum tak terbantahkan sayur hijau mampu menopang orang untuk sehat. Memang secara angka, di banding dengan makanan lain, para vegetarian lebih banyak yang menderita sakit karena faktor makanan.

Laporan ini juga telah mendorong FDA, sebuah lembaga pengawas makanan, melakukan kontrol yang lebih baik dalam hal perdagangan buah dan sayuran. Kontrol ini telah ditingkatkan lewat peningkatan standar keamanan dengan mengambil “sample” digerai-gerai penjualan secara terjadwal.

FDA juga merilis, walau pun banyak orang yang menderita sakit karena mengomsumsi sayuran hijau, namun makanan ini tidak termasuk dalam paling berbahaya. Penyumbang kematian terbesar akibat makanan di Amerika berasal dari  daging unggas. Sebagian besar akibat kasus daging kalkun yang selama satu dekade terakhir telah tiga kali mewabah.

Angka yang dipublikasikan, kematian akibat konsumsi daging kalkun selama sepuluh dua tahun terakhir ini  ada 277 kasus di banding 236 yang kasus yang mengomsumsi sayur.

FDA juga mendorong orang tetap memakan sayur karena memiliki kandungan serat yang baik bagi tubuh dan bebas dari lemak. Adanya angka statistik  yang mencatatkan pemakan sayur hijau yang terkena penyakit akibat sebaran  “norovirus” tidak harus menyebabkan komunitas ini “nervous.” Sebab kejadian itu hanya kasuistik dan harus diantisipasi dengan menjaga kebersihannya.

Komentar