Sakit Kepala Bisa Sembuh dengan Makan Pedas

Penulis:: Darmansyah

Senin, 2 Oktober 2017 | 08:55 WIB

Dibaca: 1 kali

Benarkah  makan pedas bisa mengatasi sakit kepala?

Bila Anda mengalami sakit kepala disebabkan karena sinusitis,  maka makanan pedas dapat membantu mengencerkan lendir dan mengurangi sumbatan.

Hasilnya sakit kepala pun berkurang.

Selain itu sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Neurology menyebutkan, penggunaan semprotan kapsaisin hidung  juga  dapat mengurangi sakit kepala, seperti migrain dan sakit kepala klaster dengan cepat.

Ya,  bagi sebagian orang, sambal adalah lauk pendamping yang wajib hukumnya.

Tanpa rasa pedas, makanan akan terasa hambar.

Seperti diketahui, cabai mengandung kapsaisin, suatu zat yang memberikan rasa pedas.

Kini bukti ilmiah menunjukkan, kapsaisin dapat membuat tubuh menjadi tidak sensitif terhadap nyeri dan menekan rasa sakit.

Fakta inilah yang mendasari kenapa makanan pedas sering dianjurkan untuk mengatasi sakit kepala.

Selain itu, bila sakit kepala disebabkan karena sinusitis, makanan pedas dapat membantu mengencerkan lendir dan mengurangi sumbatan. Hasilnya sakit kepala pun berkurang.

Tak hanya itu, makanan pedas mampu meningkatkan sistem imun tubuh. Belum jelas bagaimana hal ini dapat terjadi.

Diperkirakan karena makanan pedas membuat tubuh memberi respons yang sama seperti ketika terjadi infeksi, radang, atau luka.

Tubuh mengeluarkan senyawa kimia sebagai senjata untuk melawan infeksi atau peradangan. Ini membuat daya tahan tubuh meningkat setelah makan makanan pedas karena tubuh menganggapnya sebagai rasa nyeri yang harus dihilangkan.

Setelah mengetahui berbagai fakta di atas, tidak berarti Anda harus mengonsumsi makanan pedas setiap kali sakit kepala.

Pada kenyataannya, tidak semua jenis sakit kepala dapat diatasi dengan sambal favorit Anda. Apalagi makan pedas dalam jumlah banyak juga tidak baik bagi pencernaan.

Untuk itu, bila sakit kepala menyerang terus-menerus dan sangat mengganggu, jangan sekali-kali tergantung pada makanan pedas. Segeralah periksa ke dokter dan minum obat pereda nyeri yang aman.

Penelitian lain juga membuktikan bahwa mengkonsumsi makanan pedas bisa meningkatkan daya tahan tubuh meskipun belum diketahui secara pasti bagaimana hal ini bisa terjadi.

Namun, pakar kesehatan menduga jika makanan pedas mampu membuat tubuh memberikan respons yang sama tatkala mengalami infeksi, luka, atau peradangan.

Tubuh akan segera mengeluarkan senyawa kimia yang bisa melawan infeksi dan peradangan karena menganggap sensasi pedas sebagai ancaman bagi kesehatan tubuh.

Hanya saja, pakar kesehatan tidak merekomendasikan kita untuk selalu mengkonsumsi makanan pedas saat sakit kepala melanda mengingat tidak semua jenis sakit kepala bisa diredakan dengan makanan pedas.

Selain itu, makanan pedas jika dikonsumsi berlebihan juga bisa memicu masalah pencernaa

Mungkin Anda sudah tahu bahwa rasa pedas yang Anda rasakan selama ini sebenarnya adalah rasa nyeri dan panas yang dirasakan oleh lidah Anda akibat zat capsaicin yang terkandung di dalam cabai.

Zat capsaicin tersebut yang merangsang rasa ‘nyeri’ dan panas, sehingga lidah Anda merasakan sebuah rasa yang disebut dengan rasa pedas. Walaupun bukan bagian dari empat rasa dasar – manis, pahit, asin, dan asam – rasa pedas digemari oleh banyak orang.

Bahkan makanan pedas dijadikan menu andalan ketika mereka diserang migrain atau sakit kepala.

Dan percaya atau tidak hal tersebut telah dibuktikan dalam beberapa penelitian. Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Headache and Pain, menunjukkan jika mengonsumsi sup yang pedas dan panas dapat mengurangi rasa sakit dan migrain yang menyerang kepala.

Dalam sebuah jurnal Nature Chemical Biology, dijelaskan bagaimana tubuh merespon rasa pedas yang didapatkan dari makanan.

Jurnal tersebut menyatakan bahwa mengonsumsi makanan pedas akan menimbulkan respon yang sama ketika tubuh mengalami luka, peradangan, atau infeksi akibat bakteri.

Sehingga, tubuh akan secara alami mengeluarkan semua ‘senjatanya’ untuk menyembuhkan dan mengatasi peradangan atau infeksi yang terjadi.

Kemudian, sistem kekebalan tubuh Anda akan meningkat sesaat setelah makan pedas, karena yang tubuh Anda tahu hanyalah bagaimana caranya untuk menekan rasa sakit – yang Anda sebut rasa pedas – dengan sistem imun yang dimiliki.

Disebutkan dalam Journal of Headache and Pain, ketika mengonsumsi makanan dengan rasa pedas, saraf lidah akan memberikannya sinyal rasa pedas – dalam bentuk rasa sakit dan panas – ke otak.

Kemudian yang menerima sinyal rasa pedas ini disebut dengan transient receptor potencial

Bagian otak ini berperan dalam merangsang berbagai sensasi, seperti sensasi panas, rasa sakit, dingin, dan hangat.

Dengan adanya bagian otak ini, maka tubuh Anda dapat mengetahui suhu sekitar dan bermacam-macam rasa.

Sementara itu, saat rasa sakit menyerang, seperti migrain, maka TRP yang aktif ini akan menekan rasa sakit itu muncul, sehingga rasa sakit Anda berkurang.

Namun bukan berarti Anda bisa terus makan pedas untuk mengatasi rasa sakit kepala Anda. Terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas juga tidak baik untuk lambung dan usus Anda.

Jika memang Anda selalu merasa nyeri dan migrain, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter dan memastikan kondisi kesehatan Anda.

Komentar