Saat Bohong Hidung Orang Akan Memendek

Penulis: Darmansyah

Jumat, 23 November 2018 | 14:32 WIB

Dibaca: 1 kali

Apakah betul hidung akan memenjang kala seseoranmg seseorang berbohong?

Ya seperti dongeng si boneka kayu Pinokio.

Si boneka kayu ini hidungnya akan memanjang jika ketahuan berbohong.

Tak ingin anak-anaknya jadi pembohong, orang tua pun menakut-nakuti anaknya dengan mengatakan hidung mereka akan memanjang saat berbohong. Anak-anak pun takut dan tak lagi mau berbohong.

Namun benarkah Pinokio hanyalah dongeng anak-anak?

Penelitian Spanyol dari University of Granada mengungkapkan bahwa efek pinokio benar adanya.

Hanya saja, penelitian tersebut mengungkapkan yang sebaliknya. Ketika berbohong, hidung bukan memanjang, melainkan menyusut sedikit alias memendek.

Peneliti Emilio Gomez Milan dan timnya mengembangkan detektor kebohongan dengan menggunakan thermography untuk menguji sebuah kebohongan.

Mereka menemukan bahwa ketika partisipan berbohong maka temperatur di ujung hidungnya turun sampai 1satu koma dua  derajat celcius, sementara itu temperatur dahi meningkat sampai  satu koma lima derajat celcius.

Peneliti juga menemukan bahwa turunnya temperatur di hidung akan menyebabkan hidung jadi memendek. Namun jangan salah sangka, memendeknya panjang hidung ini tak akan terdeteksi oleh mata manusia.

“Seseorang sering berpikir bagaimana cara mereka akan berbohong. Ini akan meningkatkan suhu di dahi. Di saat yang sama, orang akan merasa cemas. Ini akan menurunkan temperatur di hidung,” ungkap Gomez Milan dikutip dari Oddity Central.

Penelitian ini dilakukan terhadap 60 orang murid dari berbagai bidang. Mereka di-scan dengan menggunakan thermal imaging technology.

Salah satu tugas yang diberikan adalah untuk menghubungi orang tua, teman, atau kekasih selama tiga hingga empat menit.

Mereka diminta untuk berbohong. Partisipan diamati dengan kamera termal untuk membuktikan kebalikan dari pinokio efek ini.

Lantas, muncul pertanyaaan bagaimana cara hidung tumbuh?

Seberapa cepat pertumbuhan hidung manusia?

Selain berperan penting dalam mempercantik wajah, hidung berfungsi untuk menjalankan fungsi-fungsi vital tubuh, yaitu bernapas, mencegah masuknya partikel asing yang menyebabkan infeksi, menentukan indra penciuman dan rasa, bahkan memengaruhi resonansi suara Anda.

Karena hidung jarang diperhatikan, tak banyak yang menyadari bahwa bagian tubuh yang satu ini menyimpan keunikan tersendiri.

Tulang di seluruh tubuh umumnya akan berhenti tumbuh setelah Anda memasuki usia dewasa. Ini karena pengaruh sel-sel otot dan lemak yang berhenti membelah.

Namun, tak disangka-sangka, tulang rawan atau kartilago (seperti di bagian telinga dan hidung) akan tetap tumbuh sampai Anda tutup usia.

Faktanya, hidung terus tumbuh seiring dengan pertambahan usia berkat adanya perubahan pada jaringan lunak, otot, dan kelenturan tulang rawan. Perubahan-perubahan inilah yang kemudian menyebabkan hidung tumbuh mengikuti struktur dasarnya.

Dilansir dari laman Verywell, sebuah penelitian yang diterbitkan pada Forensic Science International telah memerhatikan adanya perubahan di bagian hidung pada beberapa kelompok etnis yang berbeda, yaitu orang keturunan Tiongkok, India, Melayu, Eropa Tengah, dan Afrika-Amerika.

Hasilnya, orang yang berusia lebih tua cenderung memiliki ukuran dan bentuk hidung yang lebih besar daripada orang berusia muda. Ini membuktikan bahwa ternyata hidung tumbuh mengikuti pertambahan usia seseorang.

Menurut analisis para ahli dari Functional Anatomy Research Center (FARC), hidung tumbuh terus dipengaruhi oleh faktor usia.

Ditemukan adanya peningkatan volume hidung, area, dan jarak linier pada hidung saat usia seseorang bertambah. Dengan kata lain, periset membuktikan bahwa hidung tumbuh semakin besar dari waktu ke waktu.

Selain itu, periset juga menemukan bahwa sudut di ujung hidung (bagian hidung yang menonjol di atas bibir bagian atas) cenderung menurun.

Hal ini disebabkan karena adanya penurunan kolagen dan elastisitas pada kulit, terutama di ujung hidung, sebagai efek penuaan.

Akibatnya, hidung tampak lebih panjang.

Mulai memasuki usia remaja dan berlanjut hingga dewasa, pertumbuhan jaringan lunak di bagian hidung cenderung lebih cepat terjadi pada remaja perempuan dibandingkan laki-laki.

Bahkan, tinggi hidung dapat meningkat hingga dua kali lipat saat Anda menginjak usia dua puluh tahun dibandingkan saat Anda dilahirkan.

Walaupun hidung perempuan tumbuh lebih cepat, pada dasarnya hidung laki-laki cenderung lebih besar ketimbang hidung perempuan.

Pada perempuan, volume hidung dapat bertambah hingga empat puluh dua persen lebih besar pada di usia delapan belas sampai tiga puluh tahun.

Sementara pada laki-laki, hidung tumbuh membesar hingga mencapai 36 persen di usia yang sama.

Pertumbuhan hidung ternyata belum sampai di situ. Pertumbuhan hidung akan melambat saat Anda memasuki usia tiga puluh tahun.

Komentar