Riset Temukan “Obat” untuk Anti Penuaan

Penulis: Darmansyah

Selasa, 24 Juli 2018 | 08:51 WIB

Dibaca: 1 kali

Sebuah terobosan baru  anti penuaan ditemukan para ahli dari University of Alabama, Birmingham, Inggris

Mereka  menemukan cara untuk menghilangkan tanda penuaan, termasuk keriput dan rambut rontok.

Dalam temuan yang terbit di jurnal Cell Death & Disease,  ahli berhasil mematikan mutasi yang menyebabkan gejala penuaan pada tikus.

Untuk bertahan hidup, sel manusia terdiri dari Sembilan puluh persen energi kimia yang diproduksi mitokondria.

Namun, seiring bertambahnya usia fungsi mitokondria menurun, akhirnya membuat gejala penuaan seperti keriput dan rambut rontok muncul.

Menurut para ahli, penyakit seperti kardiovaskular, kanker, diabetes, dan gangguan saraf yang muncul karena faktor usia disebabkan oleh hilangnya DNA mitokondria.

Untuk membuktikannya, para ahli mengaktifkan mutasi penurunan mitokondria pada tikus percobaan.

Hanya dalam waktu empat minggu, rambut tikus mulai rontok, muncul uban, dan mereka menjadi lesu.

Antara empat sampai delapan minggu kemudian, kulit tikus mulai berkerut.

Menurut pengamatan ahli, tikus betina memiliki kerutan yang lebih parah daripada tikus jantan.

Kerutan yang dialami tikus mirip dengan penuaan intrinsik atau proses alami penuaan, serta penuaan ekstrinsik atau penuaan yang disebabkan merokok dan paparan sinar matahari.

Disebut mirip seperti penuaan ekstrinsik, sebab lapisan luar kulit tikus menebal, jumlah sel kulit meningkat, muncul peradangan, dan folikel rambut (tempat tumbuhnya rambut) menjadi disfungsional.

Hal ini persis seperti yang dialami manusia ketika mengalami gejala penuaan karena faktor luar.

Sementara itu, tikus disebut mengalami penuaan intrinsik seperti manusia karena empat penanda dalam DNA mitokondrianya habis.

Setelah semua gejala penuaan muncul ketika fungsi DNA mitokondria diturunkan, para ahli kemudian mematikan mutasi tersebut dan mengembalikan fungsi mitokondria.

Hasilnya, kulit keriput dan rambut rontok perlahan hilang. Tikus-tikus kembali ke wujud awal saat fungsi mitokondria normal lagi.

“Sepengetahuan kami, studi seperti ini belum pernah dilakukan sebelumnya,” kata Keshav Singh, profesor genetika di University of Alabama yang terlibat dalam penelitian dilansir Newsweek,

“Dalam uji coba kami, meski kesehatan kulit kembali seperti semula saat mutasi dihentikan, namun organ-organ penuaan lainnya yang ada di dalam tubuh tidak kembali.

Artinya, mitokondria berperan penting dalam kesehatan kulit, namun tidak untuk organ internal,” jelasnya.

Menurut Ahli Selain membuktikan bahwa mitokondria berperan penting dalam menyebabkan gejala penuaan, temuan ini sekaligus mengungkap bahwa fungsi mitokondria yang menurun dapat dikembalikan lagi ke fungsi semula.

Hal yang perlu kita ingat, sejauh ini Singh dan timnya baru mengujicoba pada tikus dan belum pada manusia.

Sebelumnya, sebuah riset menegaskan penuaan secara matematis tak terelakkan.

Secara logis, teoritis dan matematis tidak ada jalan keluarnya,” kata Joanna Masel, Profesor ekologi dan biologi evolusioner di Universitas Arizona, seperti dikutip dari Livescience

Kesimpulan ini diambil berdasarkan pada penelitian mengenai bagaimana fungsi dan kerjasama sel individu dalam tubuh.

Seiring bertambahnya usia, satu atau dua hal terjadi pada sel-sel individu.

Sel akan melambat dan kehilangan fungsi, misalnya saja seperti sel rambut seseorang yang akan berhenti memproduksi pigmen dan membuat rambut lambat laun memutih.

Atau bisa juga sel berkembang biak secara tidak tak terkendali, menjadi kanker

“Seiring bertambahnya usia, sebagian besar sel Anda mengalami penurunan dan kehilangan fungsi. Mereka juga berhenti tumbuh,” kata Paul Nelson, peneliti lain yang terlibat dalam penelitian ini.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences,  peneliti menciptakan model matematis dan kompetisi antar gen.

Pada permodelan yang mengadopsi gagasan seleksi alam atau ‘survival of the fittest’ tersebut, peneliti menunjukkan bahwa jika kita menyingkirkan atau memindahkan sel lamban, sel yang berhubungan dengan penuaan, maka penuaan bisa dihentikan. Namun menurut Masel tetap ada resikonya.

“Anda mungkin bisa memperlambat penuaan tapi Anda tidak bisa menghentikannya. Anda bisa memperbaiki satu masalah tapi terjebak dengan yang lain,” katanya.

Menghilangkan sel-sel lamban tersebut berarti memberi ruang bagi sel kanker untuk berkembang biak. Sementara di sisi lain, menyingkirkan sel kanker, akan membuat sel yang lamban yang terkait dengan penuaan akan menumpuk dan perlahan memburuk.

Pada akhirnya kita memang tidak bisa menghindari proses penuaan. Itu adalah adalah sesuatu yang harus kita terima dan hadapi.

Komentar