Renovasi Dapur? Kenapa Tidak!!

Penulis:: Darmansyah

Senin, 28 November 2016 | 10:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Merenovasi dapur?

Kenapa tidak!

Anda bisa melakukannya dengan memanfaat beberapa petunjuk, terutama di akhir pekan.

Dan kenapa harus dapur?

Ya juga, ketika dapur memang membutuhkan perhatian khusus karena bisa menjadi “potret” utuh sebuah rumah.

Anda tak perlu berpayah-payah menata kembali dan mempercantik tampilan dapur

Dengan biaya relatif murah, Anda akan mendapatkan  banyak

Pertama-tama mulailah dengan hal yang paling sederhana, seperti mengganti kenop laci, lemari dapur, atau gantungan handuk. Hal-hal detail semacam ini mampu memberikan nuansa baru bagi dapur Anda.

“Kitchen cabinet”, “open shelving” atau rak terbuka akan tepat guna jika Anda sering kali terburu-buru dan meraih peralatan memasak dengan mudah serta praktis.

Selain itu, rak terbuka sebenarnya juga cocok Anda gunakan sebagai lokasi penyimpanan peralatan makan koleksi yang cantik. Tunggu apa lagi, segera “copot” pintu lemari dapur Anda!

Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan dengan lemari dapur.

Selain memberikan tampilan baru, yaitu mencopot pintunya, Anda juga dapat mengecat “kitchen cabinet”  baik bagian dalam maupun bagian luarnya. Kedua hal tersebut dapat memberikan kejutan unik.

Sebagai contoh, jika dapur Anda penuh dengan warna putih, berikan cat warna biru di bagian depan lemari.

Atau, biarkan lemari Anda tetap berwarna putih. Cat hanya bagian dalam lemari dengan warna biru. Jadi, ketika membuka lemari dapur, Anda akan mendapatkan “kejutan” kecil.

Berikan kesan unik dan kontemporer pada dapur mungil dengan mengecatnya menggunakan warna-warna kesukaan Anda.

Bagian langit-langit sudah terlalu sering “dilupakan”. Maka, tidak ada salahnya Anda “mendandani” bagian tersebut.

Jika dapur Anda menempel pada dinding terluar rumah, tidak ada salahnya menempatkan jendela “selipan” di antara meja dapur dan lemari dapur Anda.

Alih-alih menempelkan “backsplash”, memberikan jendela di area tersebut juga cantik dan bisa memberikan ekstra cahaya di siang hari.

Jika dapur Anda berukuran kecil, desain ini bisa Anda gunakan.

Buatlah jendela dari ujung dapur ke ujung lainnya.

Dengan kata lain, seluruh dinding dapur Anda memiliki “celah” yang dapat memasukkan cahaya matahari.

Aksen “beku” atau frosted di kaca juga bisa digunakan pada kaca dapur. Terlebih, jika Anda membutuhkan privasi lebih.

Kaca jenis ini mampu memberikan cahaya dari luar, namun orang dari luar tidak dapat melihat apa yang terjadi di dalam dapur Anda.

Ketinggian “backsplash” umumnya berukuran sekitar empat puluh lima sentimeter.

Namun, jika dinding dapur berukuran terlalu tinggi, dengan jendela dapur Anda dapat meningkatkan “backsplash” tanpa membuat dapur terasa terlalu jenjang.

Besarkan lebar jendela, pasang lemari dapur tidak jauh dari jendela tersebut. Tapi ingat, kemungkinan besar ketinggian lemari dapur tidak ideal bagi Anda.

Oleh karena itu dibutuhkan kursi untuk meraih barang-barang di dalam lemari.

Memiliki jendela di sepanjang dapur akan memberikan kesan unik pada rumah, terlebih jika kebetulan dapur Anda berada di sudut rumah.

Selain unik, hal ini juga memberikan kesan lebih luas.

Jendela dapur juga bisa menjadi alternatif solusi untuk sirkulasi udara.

Meski pada umumnya jendela dapur yang menjadi “backsplash” tidak dapat dibuka-tutup, tidak ada salahnya Anda mencoba sesuatu yang baru.

Penambahan sirkulasi juga bisa membantu ketika dapur Anda penuh asap.

Terakhir, solusi ini cocok bagi Anda yang tetap ingin memiliki dinding kokoh tanpa mengorbankan terangnya sinar matahari. Gunakan

Komentar