Rambut Gondrong di.. Kembali Tren

Penulis: Darmansyah

Rabu, 18 Mei 2016 | 10:28 WIB

Dibaca: 0 kali

Tren rambut gondrong dikemaluan, baik itu pada wanita maupun lelaki, kini kembali “mewabah” bersamaan dengan kencangnya peran media sosial yang meniupkan mode yang pernah popular di tahun delapan puluhan silam.

“Daily Star,” sebuah media di Inggris, Rabu, 18 Mei 2016, memprovokasi wanita dalam tulisannya dengan menyarankan  para  wanita  untuk  lupakanlah bikini wax atau menggunduli rambut kemaluan.

Waxing, mencukur, atau menghilangkan dengan laser mungkin menjadi bagian dari masa lalu. Jadi, Anda bisa mulai membiarkan rambut kemaluan menjadi gondrong tanpa dicukur.” Tulis media terkenal itu.

Tren rambut gondrong pada kemaluan ini pernah sangat ramai di tahun delapan puluhan yang membiarkan rambut kemaluan apa adanya itu kembali lagi. Namun jangan salah, rambut kemaluan gondrong juga butuh perawatan lebih dibanding yang Anda kira.

Tak sedikit kaum hawa yang menggunakan produk mahal demi memanjakan rambut kemaluan yang gondrong.

Di pasaran juga tersedia produk yang dirancang untuk mempercantik tampilan Miss V atau vagina.

Salah satu produk yang populer untuk membuat rambut kemaluan mengkilap adalah Fur.

Produk tersebut dikembangkan oleh tiga wanita, yakni Emily Schubert, adiknya Laura, dan teman masa kecilnya Lillian Tung. Produk Fur ini memang untuk memanjakan kemaluan.

“Fur adalah produk pertama yang peduli dengan rambut kemaluan dan kulit. Produk kami memberikan pilihan untuk kemaluan Anda,” kata pendiri produk seperti dikutip Dailystar

Seperti diketahui lima puluh satu persen wanita Inggris memilih tidak memangkas rambut kemaluan mereka.

Sejumlah selebriti juga mendukung tren rambut kemaluan gondrong, seperti Gwyneth Paltrow dan Lady Gaga yang meminta manekin dengan rambut kemaluan yang tak dicukur pada turnya

Sebelumnya, untuk menarik perhatian pasangan pada area intim, kebanyakan wanita memangkas rambut kemaluan.

Mungkin tindakan ini dapat menggoda pasangan, namun ini akan berdampak buruk pada kesehatan.

Perlu diketahui, kesalahan terbesar sebelum melakukan hubungan seks adalah mencukur rambut kemaluan.

“Mencukur akan mengeksfoliasi lapisan kulit paling luar sehingga area itu menjadi sangat sensitif,” jelas Tsippora Shainhouse, MD, seorang dermatolog bersertifikat di Beverly Hills, California, AS seperti yang dikutip Prevention.

Memangkas rambut kemaluan sebelum bercinta akan menimbulkan rasa nyeri di daerah tersebut. Hal ini dikarenakan lapisan kulit organ intim yang baru dicukur terluka akibat gesekan.

Jika ingin memangkas rambut kemaluan sebaiknya dua hari sebelum melakukan hubungan seks.Tujuannya adalah untuk memberikan waktu pada area kulit di area intim untuk pulih usai pemangkasan.

Memang tak sedikit wanita yang merasa risih melihat rambut kemaluan yang makin menggondrong.

Padahal, rambut kemaluan gondrong sudah tren lagi. Bahkan, rambut kemaluan gondrong lebih menarik secara seksual.

Nggak percaya?

Meski penampilan rambut kemaluan gondrong terlihat berantakan tapi mampu melakukan pekerjaan penting yang mungkin tidak kita sadari.

CEO BioSure Inggris dan Pendiri Last Taboo, Brigette Bard, mengatakan rambut kemaluan itu bisa melindungi dari Infeksi Menular Seksual  serta mengurangi gesekan yang bisa memicu infeksi.

Sebenarnya rambut di kemaluan lebih menarik secara seksual

Anak laki-laki dan perempuan memiliki rambut kemaluan ketika mereka sudah memproduksi hormon selama pubertas. Itu menjadi tanda kematangan seksual.

Kelenjar yang ada di daerah bawah Anda juga menghasilkan keringat berminyak dan rambut kemaluan membantu agar keringat jauh dari kelenjar.

Rambut kemaluan juga bertindak sebagai perangkap bagi feromon.

Mereka sangat kuat, memiliki aroma yang merangsang secara seksual sehigga membuat Anda yang menciumnya lebih menarik secara seksual.

Ketika rambut kemaluan dicukur atau dicabut bisa jadi malah meninggalkan luka terbuka mikroskopis dalam membran kulit yang menyebabkan bisa masuknya bakteri.

Kondisi hangat dan lembab di bawah sana membuatnya sebagai lingkungan yang sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak dan ada peningkatan jumlah infeksi, termasuk seperti Streptococcus A dan Staphylococcus aureus .

Seperti disebutkan di atas cukur dan waxing dapat menyebabkan kerusakan pada membran kulit, tetapi folikel rambut sendiri dapat meradang, terutama dengan pencabutan bulu jika Anda ingin terlihat halus.

Folikel bentuknya oval tidak bulat dan ada kemungkinan folikel rambut yang terblokir dapat berkembang menjadi bisul atau abses – tapi tidak mengancam nyawa.

Rambut kemaluan botak atau dicukur membuat Miss V tidak memiliki penghalang terhadap bakteri dan mereka dapat ditransfer dari kulit ke kulit, ini dapat menyebabkan infeksi selulitis dari labia.

Mencukur atau waxing bisa membuat luka kecil di kulit Anda sehingga Anda juga lebih rentan terhadap herpes dan HPV.

Ada sangat sedikit manfaat dengan menghilangkan rambut kemaluan dan nol manfaat kesehatan.

Beberapa orang melaporkan sensasi seksual meningkat dengan menghilangkan rambut, tapi ini tentunya berbeda bagi setiap orang.

Namun banyak juga wanita yang pakaian dalamnya yang lebih kecil bertali, seperti g-string atau thong sehingga semak alami dianggap tak sedap dipandang.

Namun, jika Anda memilih mencukurnya maka berhati-hatilah.

Komentar