Raihlah Ketenangan Disecangkir Kopi

Penulis:: Darmansyah

Senin, 18 Mei 2015 | 14:19 WIB

Dibaca: 1 kali

Siapa yang bisa menyangkal bahwa kopi adalah minuman paling populer di seluruh dunia?

Ingin tahu popularitasnya. Di Jerman, setiap warganya bisa menghabiskan sekitar seratus lima puluh liter kopi dalam setahun. Wah..

Lantas apa dampaknya bagi kesehatan?

Jawabannya masihi kontroversi.

Semua orang juga tahu aroma secangkir kopi yang baru diseduh di pagi hari sangat disukai penikmatnya.

Mulai dari jenis Arabika atau Robusta, espresso, cappuccino ataupun latte macchiato—begitu banyak orang yang membutuhkan kopi di pagi hari untuk benar-benar bisa memulai hari mereka.

Bukan hanya aromanya yang enak, bagi sebagian orang kopi dirasa punya efek menyegarkan tubuh dan pikiran.

“Lewat kafein dalam kopi, sistem saraf dirangsang, yang mengakibatkan aktifnya kinerja jantung, peningkatan sirkulasi darah terutama di otak dan menyediakan lebih banyak oksigen.

Peminum merasa lebih bugar dan dapat berpikir lebih baik,” kata farmakolog Universitas Köln, Kuno Güttler.

Güttler yang juga ahli toksikologi menambahkan, kopi dapat memiliki efek menenangkan migrain atau sakit kepala.

Ketika terjadi sakit kepala, pembuluh otak memperlebar reseptor rasa sakit. Tekanan darah dan detak jantung meningkatkan tekanan pada dinding pembuluh darah.

“Kafein dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah di otak, sehingga mengalirkan darah lebih cepat dan mencegah peluasan rasa sakit.“

Di sisi lain, banyak juga peneliti dan dokter berkeyakinan bahwa kopi tidak sehat. Kafein memicu produksi adrenalin, tubuh yang hampir selalu diasupi konsumsi kopi secara teratur berada dalam tekanan.
Dalam kondisi berbahaya, bisa meningkatkan ketegangan otot dan kadar gula darah yang melepaskan energi ekstra.

Detak nadi dan frekwensi pernafasan meningkat. Energi yang pasang surut ini menimbulkan berlebihannya produksi hormon stres, yang menyebabkan penipisan kelenjar adrenalin dan gangguan sistem kardiovaskular.

Kedengarannya lebih membuat stres ketimbang memberi ketenangan menikmati kopi di pagi hari. Tapi Güttler menekankan, dampak kopi juga tergantung dari genetika manusia

“Kafein diurai oleh enzim CYP1A2. Ada orang-orang yang aktivitas enzimnya kurang, jadi kafeinnya lambat terurai dan efeknya lebih lama. Detak jantung mereka bisa terganggu.”

Di sisi lain, ada juga orang-orang yang enzimnya sangat aktif dan kafeinnya terurai dengan sangat cepat. Bagi mereka, umumnya tidak perlu khawatir tentang kesehatannya.

Hampir tidak ada jenis minuman yang begitu banyak dipelajari selain kopi, terutama mengenai berbagai efeknya pada organisme manusia. Terdapat banyak kajian yang menggambarkan efek positif minuman populer itu, terutama untuk jangka panjang.

Di antaranya, kopi dianggap dapat mengurangi resiko diabetes tipe 2, menawarkan pencegahan terhadap penyakit Parkinson dan Alzheimer. Yang memainkan peranan penting bukan kafeinnya, melainkan antioksidan di dalam kopi.

“Tentu saja kita memiliki sistem antioksidan sendiri. Tapi kita dapat memetik manfaat, jika sistem perlindungan tubuh kita dapat lebih meningkat dengan menggunakan zat seperti kopi, ” tandas Güttler.

Persoalan manakah yang lebih baik bagi manusia — minum kopi yang banyak atau sedikit? – masih menjadi hal yang belum jelas.

Dalam sebuah tulisan terbaru di “healtmeup,” kini banyak orang yang tergoda melakukan meditasi dengan secangkir kopi di pagi hari.

Ya, menjaga ketenangan pikiran, tidak membutuhkan terapi yang berat dan panjang.

Kuncinya hanya satu, yakni menikmati waktu-waktu berharga yang Anda punya. Hal ini bisa diwujudkan dalam proses pembuatan secangkir kopi di pagi hari.

Menurut Huffington Post, membuat secangkir kopi bisa menjadi terapi sederhana yang ampuh menjauhkan diri dari depresi dan stres berlebih.

“Tidak hanya membuatnya, tapi merasakan setiap momen yang Anda lalui dalam membuat secangkir kopi hangat sebelum mulai beraktivitas,” ujar Janice L Murturano, psikiater.

Pertama, Anda bisa mulai dengan menikmati setiap langkah menuju dapur. Resapi setiap momen yang ada, mulai dari mengambil cangkir. “Dengarkan suara gelas kaca berdenting ketika bertemu dengan sendok,” ungkap Janice.

Lalu terapi dilajutkan dengan menuangkan air ke dalam cangkir, setelah sebelumnya menuangkan kopi.
Suara lembut gemercik air, juga bisa menenangkan perasaan Anda, yang akan bertambah lagi ketika mencium aroma lembut kopi buatan Anda sendiri. Bagaimana, cukup menarik untuk dicoba?

huffington post, healtmeup dan daily mail

Komentar