Rahasia Panjang Umur? Bercintalah

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 20 Mei 2015 | 17:40 WIB

Dibaca: 0 kali

Apa rahasia berumur panjang?

Pertanyaan tersebutlah yang coba dipecahkan oleh tim ahli genetika dari Stanford University selama empat tahun ini.

Apa hasilnya?

Bercintalah secara terus menerus dan secara teratur.

Bercinta bukan berarti hanya sebuah aktivitas yang menyenangkan bagi pasangan suami istri.

Bercinta tidak hanya mampu membakar kalori yang tertimbun, tapi lebih membuat umur lebih panjang.

Apa alasannya?

Ketika Anda mengalami orgasme, hormon Dehydroepiandrosterone lepas yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh, dan menjaga kulit tetap sehat.

Seorang pria yang orgasme dua kali seminggu, memiliki hidup lebih lama ketimbang pria yang hanya berhubungan seks hanya sekali dalam seminggu bahkan sebulan.

Selain itu, menurut laman situs times ofindia, ada alasan lain yang membuat rutin bercinta bikin umur panjang

Pertama mengurangi stress.Sebuah penelitian telah membuktikan, orang-orang yang rutin berhubungan seks dapat menangani stres dengan sangat baik.

Ketika mereka mampu menangani stres, rasa bahagia senantiasa memayungi mereka, yang pada akhirnya membuat mereka awet muda dan berumur panjang.

Lainnya, meningkatkan kekebalan tubuh. Seperti diketahui, bercinta secara teratur dapat meningkatkan antibodi dalam tubuh yang membuat tubuh lebih kuat terhadap serangan virus dan bakteri penyebab penyakit.

Bercinta juga dapat meningkatkan sirkulasi darah.Karena saat berhubungan seks jantung bekerja dengan sangat baik, darah segar pun disuplai ke organ-organ dalam tubuh dengan lancar.

Ketika bercinta, endorfin pun lepas yang dapat mengurangi rasa sakit dan nyeri.

“Kami sedang mencari penjelasan yang sangat sederhana dalam sebuah gen tunggal,” kata Stuart K. Kim, salah satu tim peneliti seperti dikutip dari Fox News

“Kita tahu bahwa sekarang itu jauh lebih rumit. Akan banyak eksperimen dan data dari para ‘supercentarian’ orang yang bisa berumur lebih dari seratus tahun untuk mencari tahu apa yang mungkin menjelaskan usia mereka,” tambahnya.

Kim dan peneliti lainnya sedang mempelajari gen dari tujuh belas orang “supercentarian”. Setelah empat tahun meneliti, mereka belum menemukan gen atau kelompok gen yang terkait dengan umur panjang para peserta studi.

Saat ini, tidak ada satupun “supercentarian” yang masih hidup. Usia mereka ketika meninggal berada di atas seratus tahun. Usia ini telah diverifikasi melalui dokumen resmi seperti akta kelahiran dan paspor.

Sebagian besar “supercentarian” tidak memiliki penyakit saat mereka meninggal, kecuali 1 orang yang terkena alzheimer. Anggota keluarga para “supercentarian” pun cenderung memiliki umur yang lebih panjang dari rata-rata orang lain

Meskipun belum menemukan jawaban, penelitian ini setidaknya telah menunjukkan bahwa umur panjang berkaitan juga dengan faktor genetik.

Anda, para pria yang merasa bertubuh pendek, jangan berkecil hati!.

Sebuah penelitian lain mengungkapkan pria yang tubuhnya pendek bakal hidup lebih lama ketimbang yang posturnya lebih tinggi.

Demikian hasil penelitian yang baru diterbitkan dalam Jurnal PLoS One. Peneliti menganalisa data dan mengaitkan antara tubuh pendek dan panjangnya umur pada pria Jepang. Peneliti meyakini bahwa panjangnya usia tergantung pada gen umur panjang.

Peneliti menemukan, pelindung gen FOXO3 menghambat pertumbuhan di awal sehingga ukuran tubuh lebih kecil. Gen umur panjang diberikan sehingga umur lebih panjang. Dan mereka yang lebih pendek cenderung kurang memiliki tingkat insulin darah yang tinggi atau mengembangkan kanker.

Gen FOXO3 ditemukan pada tahun 2010 oleh peneliti Jerman, Christian Albrechts University, yang ditemukan pada orang yang memiliki gen yang hidupnya lebih dari seratus tahun.

Setiap orang memiliki gen, tapi varian gen menjadi penting ketika bicara tentang usia. Para peneliti menyimpulkan gen memainkan peran penting dalam pemeliharaan sel induk atau sistem kekebalan tubuh.

Menurut Dr Willcox, penelitian ini yang pertama kalinya menunjukkan ukurna tubuh berhubungan dengan gen.

Dr Willcox mencatat dalam studi bahwa tubuh tinggi tidak selalu menjamin umurnya lebih pendek dan sebagian besar bergantung pada kesehatan individu dan gaya hidup.

plosone, fox news dan medicaldaily

Komentar