Puncak Perselingkuhan Itu di November?

Penulis: Darmansyah

Rabu, 21 Desember 2016 | 09:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda percaya puncak perselingkuhan terjadi sepanjang bulan November setiap tahun?

Nah, percaya atau tidak, ituah yang ditulis dan dicatat oleh laman situs Illicit Encounters, sebuah situs kencan perselingkuhan khusus pasangan menikah

Terlepas Anda setuju atau tidak terhadap perselingkuhan, tindakan  ini harus dicatat sebagai  langkah  paling bodoh yang dilakukan seseorang dalam mengkhianati perasaan dan kesetiaan pasangan.

Pernikahan ataupun hubungan asmara tanpa ikatan resmi, apapun itu, tidak sepatutnya berakhir atau dinodai oleh tindakan tidak setia salah satu pasangan.

Namun, Anda tidak selalu bisa mengendalikan keinginan dan kebiasaan orang lain meskipun Anda merasa sudah mengenalnya dengan baik.

Dan, ternyata, tanggal 18 November, tepat sebelum pekan Thanksgiving, merupakan hari perselingkuhan “nasional” setidaknya di Amerika Serikat.

Thanksgiving biasanya jatuh pada bulan sebelum hari Natal yang menjadi musim liburan akhir tahun di negara-negara Amerika Serikat dan Eropa.

Data itu diperoleh berdasarkan tingkat pengunjung Illicit Encounters yang meningkat hingga tiga puluh persen pada tanggal 18 November.

“Perselingkuhan marak terjadi pada tanggal 18,” ungkap Christiant Grant, juru bicara dari Illicit Encounters.

Sebanyak 72 persen dari 300 responden mengaku bahwa tanggal itu terbilang aman untuk selingkuh karena pasangan sibuk mempersiapkan perayaan thanksgiving dan momen liburan.

Grant mengungkapkan bahwa pria atau wanita memiliki presentase yang sama dalam melakukan perselingkuhan pada tangggal 18 November.

“Kami menyebutnya hari perselingkuhan. Selain itu, responden memiliki alasan bahwa tanggal itu sangat tepat untuk mendua sebelum menghabiskan momen liburan bersama pasangan resmi hingga tahun baru,” urainya.

Siapa pun yang pernah jatuh dalam situasi perselingkuhan sungguh merupakan suatu keadaan yang akan membuat tidak nyaman.

Tidak nyaman untuk dirinya, pasangannya dan orang-orang yang berkaitan dengannya.

Ketidaknyamanan itu tidak hanya sesaat, namun dapat terasakan hingga berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun walaupun seiring dengan perjalanan waktu sudah tidak terlibat perselingkuhan lagi.

Namun ketika kita bertemu kembali dengan orang yang pernah punya hubungan di belakang dengan kita tetap saja akan membuat diri kita, pasangan kita dan mungkin orang-orang yang pernah terlibat dengannya merasakan ketidaknyamanan tersebut.

Selingkuh, kata orang selingan indah keluarga utuh.

Benarkah selingan yang indah ?

Kalau memang indah mengapa ada ketidaknyamanan?

Bagaimana tidak indah coba. Jatuh cinta adalah suatu perasaan yang indah, sangat indah.

Gelora hati yang membara, perasaan rindu yang tiada tara, gemetar ketika disebut namanya, panas dingin terasa ketika melihatnya.

Bukankah itu suatu perasaan yang tidak dapat diceritakan dengan kata-kata ?

Walau itu perasaan jatuh cinta untuk yang kedua kali, ketiga kali, keempat kali, kelima kali sampai beratus -ratus kalipun, yang namanya sedang jatuh cinta tetap saja indah.

Kenapa bisa terjadi jatuh cinta kedua, ketiga, keempat kali, kelima kali hingga beratus-ratus kali ?

Keindahan perasaan ketika sedang jatuh cinta bisa membuat orang kecanduan. Alangkah indahnya kalau kita bisa jatuh cinta terus pada pasangan.

Dengan jatuh cinta terus, berarti cinta kita bagaikan energi terbarukan. Energi yang setiap hari mampu memberi semangat kepada kita.

Dan yang terpenting adalah energi tersebut berasal dari orang yang halal bagi kita. Dengan begitu kita tidak akan berpaling dari pasangan. Beda dengan kalau kita jatuh cinta pada yang bukan pasangan.

Bagaikan narkotika yang membuat tubuh kita merasa ketergantungan, begitu pula dengan perselingkuhan.

Orang yang pernah berselingkuh, dia bisa terlibat dengan perselingkuhan lagi. Orang tersebut merasa nyaman dengan keadaan itu.

Perselingkuhan bisa terjadi kembali karena kebiasaan. Ada orang yang mengistilahkan dengan sudah jadi wataknya.

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah kenapa orang bisa selingkuh ?

Perselingkuhan bisa terjadi jika seseorang sudah tidak berkomitmen dengan cintanya. Perselingkuhan bisa terjadi jika seseorang sudah tidak merasa nyaman dengan cintanya.

Perselingkuhan juga bisa terjadi karena cinta lama bersemi kembali.

Perselingkuhan juga bisa terjadi dalam kondisi ketidaksengajaan. Banyak, banyak sekali penyebab terjadinya perselingkuhan.

Komitmen atau janji kesetiaan adalah hal yang terpenting dalam langgengnya percintaan.

Dengan komitmen untuk selalu setia tersebut maka seseorang atau pasangan tidak akan mudah berpaling ke lain hati.

Sebesar apapun godaan jika orang selalu teringat dengan janji kesetiaannya, maka dia akan merasa bersalah jika tidak setia.

Dia akan merasa berdosa karena selingkuh. Dia akan merasa cintanya jadi ternoda.

Untuk itu selama pasangan tersebut tetap memelihara cintanya, memegang komitmen kesetiaannya maka perselingkuhan tidak akan terjadi.

Karena sekali perselingkuhan terjadi, komitmen kesetiaan ternoda, bisa juga pasangan tersebut sudah tidak mau lagi bersama.

Perselingkuhan bisa terjadi karena seseorang sudah tidak merasa nyaman dengan cintanya.

Komentar