PRP, Terapi Suntikan Darah Untuk Awet Muda

Penulis:: Darmansyah

Senin, 4 Februari 2013 | 09:49 WIB

Dibaca: 27 kali

SEPERTI yang dilakukan aktris pasangan duet Anang, Ashanty juga melakukan perawatan ini menjelang pernikahannya.  Teknologi PRP terbilang cukup unik, karena treatment-nya menggunakan darah yang diambil dari tubuh pasien. Menurut eksperimen, darah ternyata sangat efektif meremajakan dan memperbaiki kondisi kulit. Termasuk menghilangkan kerutan dan bekas jerawat. Tidak hanya ini, PRP juga diyakini dapat mengurangi kantung mata, melembabkan, menutrisi, serta mencerahkan kulit.

Trombosit darah mengandung zat yang disebut “faktor penumbuh”. Zat itulah yang bisa memproduksi kolagen dan pembuluh kapiler baru untuk meremajakan kulit. Untuk bisa mendapatkan zat dalam darah tersebut, dokter ahli harus mengambil sekitar 10 cc darah pasien. Kemudian darah disaring menggunakan alat khusus, fibrinet AGF.

Alat ini akan menyaring darah menjadi tiga bagian. Darah bening, gel, dan endapan darah merah. Cairan bening dari darah ini lah yang disebut Platelet Rich Plasma, yang juga mengandung sel darah putih, dan akan digunakan untuk perawatan ini. Kemudian cairan PRP ini dimasukkan ke dalam lapisan kulit melalui injeksi pada bagian-bagian yang mengalami masalah. Proses ini sendiri hanya membutuhkan waktu 30 sampai 40 menit.

Terapi PRP ini bisa dijumpai di beberapa klinik kecantikan. Seperti di Natasha Skin Care. “Sebenarnya ini sudah dua tahun berjalan, namun untuk di Medan baru dikenal. Namanya Natasha PRP (Platellet Rich Plasma) yakni perawatan anti aging dengan menginjeksikan plasma darah kita sendiri yang kaya akan bahan-bahan untuk merangsang tumbuhnya jaringan kolage di kulit untuk mengurangi keriput halus dan mengencangkan kulit,” ujar salah satu dokter di Natasha Skin Care Medan dr. Syafrizal Pane.

Saat ditanya apakah ada efek samping dari penginjeksian plasma darah tersebut? Syafrizal mengatakan efek samping sesuai dengan kondisi dari pasien sendiri, apakah kondisi wajah parah atau sedang. ‘’Sejauh ini belum ada efek samping yang serius,” sambungnya.

Meski begitu, orang dengan penyakit kelainan darah atau pola hidup yang buruk, disarankan untuk tidak melakukan treatment ini.  Bagi  yang punya kolesterol tinggi, perokok, peminum alkohol harus mengubah gaya hidupnya  sebelumnya mengikuti treatment ini.

Komentar