Pria Boleh Cepat Menua, Tapi Tak Pernah Tua Jadi Ayah

Penulis: Darmansyah

Selasa, 16 April 2013 | 21:13 WIB

Dibaca: 4 kali

Siapa yang tidak tahu  Michael Douglas  di usia  70 tahun, Paul McCartney di usia 61 tahun, Rod Stewart di usia 66 tahun, serta Rupert Murdoch di usia 72 tahun, menjadi seorang ayah. Para lelaki pesohor ini menjalani kehidupan seorang ayah pada usia sangat lanjut. Apakah mereka bisa menjadi ayah yang baik di usia segaek itu?

Tentu ada beberapa kerugian bagi lelaki yang ditakdirkan menjadi ayah di usia tua. Sebagai salah satu jenis manusia, lelaki, ternyata,  menua lebih cepat dan memiliki usia harapan hidup lebih pendek dari wanita. Tetapi ada  keuntungan yang tidak  pernah dimiliki oleh lelaki dibanding wanita Mereka  memiliki kata “kunci” tidak  pernah menjadi tua sebagai seorang ayah.

Jika usia reproduksi wanita akan menurun di usia 35 tahun dan berhenti diusia akhir empatpuluhan dengan menapause, maka pria masih bisa terus membuahi setiap wanita sampai mereka berusia lanjut.

Seorang pria akan menghasilkan sel sperma yang sangat banyak. Setiap 16 hari atau lebih, tubuh seorang pria akan menghasilkan jutaan sel sperma baru yang kuat. Tak heran jika pria masih bisa menjadi ayah di usia 50, 60, bahkan 70 tahun.

Tapi jangan senang dulu wahai pria tua yang masih ingin tetap jadi ayah.  Para ayah berusia lanjut, seperti halnya ibu berusia lanjut, belum tentu bisa menghasilkan anak-anak yang sempurna. Anak-anak yang dihasilkan oleh ayah usia tua bisa mendapat kelainan genetik. Sebut saja Down Syndrome, dan gangguan genetik lainnya.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 dan dipublikasikan  dalam jurnal “Nature” merinci dan mencatat dengan akurat  tentang  angka autisme dan schizopreniayang  meningkat tajam pada bayi-bayi dengan ayah-ayah  yang berusia lanjut. Risikonya naik dua kali lipat untuk setiap pertambahan 16,5 tahun usia  sang ayah yang mendapatkan anak di usia renta.

Masih dalamsStudi  yang sama dan dirilis oleh  jurnal “Nature,”  menemukan hal yang mirip dengan risiko autisme pada pria berusia 35 tahun. Sementara studi yang dimuat dalam “American Journal of Men’s Health” juga  menemukan kaitan antara usia ayah dengan kelahiran prematur dan berat bayi rendah. Ada juga kaitan dengan risiko kanker.

Para peneliti menduga, gangguan genetik yang diturunkan tersebut berangkat dari produksi sperma setiap 16 hari sekali. Setiap kelompok (batch) sperma memiliki kesalahan genetik, disebut juga dengan mutasi “de novo,”  untuk diturunkan.

Pria dan wanita berusia 20 tahun masing-masing akan memberikan 20 mutasi “de novo”  pada bayi yang dihasilkan. Sementara di usia 40 tahun, seorang wanita akan memberikan 20 mutasi “de novo” dan pada pria angkanya naik menjadi 65, dan terus meningkat seiring pertambahan usia.

Selain faktor kesehatan DNA, ada juga masalah sosial ketika seorang lelaki menjadi ayah di usia lanjut. Kekuatan fisik juga mungkin akan jauh berbeda dalam mendampingi balita jika Anda sudah berusia pertengahan 40 tahun.

Tetapi ada juga keuntungan dari menjadi ayah di usia matang. Karena kadar testosteron pria turun sekitar satu persen setiap tahun, maka pria berusia matang cenderung lebih sabar dan pengertian. Selain itu, dari sisi finansial, pria berusia lanjut umumnya sudah memiliki keuangan yang stabil dibandingkan dengan pria berusia 20 tahunan yang baru memulai karir.

Faktor terakhir inilah, ekonomi yang mapan, yang menyebabkan lelaki masih memiliki kesempatan untuk menjadi ayah dari wanita yang masih subur. Dan saksikan saja berapa banyak duda-duda keren  yang mencari istri dan lantas membuahinya untuk mendapatkan anak.

Tidak hanya para pesohor dunia semacam Hugh Hefner, Rod Stewart atau Rpuert Murdoch yang raja media itu, di Indonesia tak kurang banyaknya lelaki pesohor di tingkat lokal yang mengawini gadis-gadis ranum dan kemudian menjadi ayah.

 

 

Komentar