Pilihan Kopi Hitam Biasa Atau Cold Brew

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 30 Agustus 2017 | 14:41 WIB

Dibaca: 2 kali

Penikmat kopi di Indonesia belakangan ini menyukai tren cold brew coffee.

Memang, menyeruput segelas kopi dingin di siang yang panas jauh lebih menyegarkan daripada minum secangkir kopi panas.

Tapi apakah tren baru ini memang lebih sehat daripada kopi tubruk biasa, seperti kata orang?

Sederhananya, cold brew adalah teknik “menyeduh” kopi hitam dengan air untuk mendapatkan rasa yang optimal.

Anda bisa “menyeduh” bubuk kopi pilihan Anda dengan cara merendamnya di gelas lalu didiamkan dan disaring, atau menggunakan alat penyeduh kopi khusus, seperti french press atau cold drip.

Teknik penyeduhan dingin ini akan menghasilkan konsentrat kopi yang pekat.

Konsentrat kopi ini bisa diminum langsung sebagai kopi hitam, atau ditambah susu, krimer, gula, atau pemanis lainnya untuk meracik kreasi kopi lainnya. Misalnya, cappuccino.

Meski namanya mengandung kata “dingin”, cold brew coffee beda dengan es kopi biasa. Membuat segelas es kopi bisa dilakukan dengan cepat sedangkan “menyeduh” kopi cold brew perlu waktu.

Es kopi diracik dengan bubuk kopi yang dilarutkan dengan air panas dan ditambahkan es batu setelahnya agar dingin.

Sementara konsentrat kopi cold brew didapatkan dari merendam bubuk kopi hitam dengan air dingin atau air suhu ruangan.

Teknik yang berbeda menghasilkan rasa yang berbeda pula. Espresso panas yang dijadikan dasar es kopi harus diproses lebih kuat agar rasa dan aromanya tak mudah pudar setelah diencerkan dengan es.

Metode seduhan air panas inilah yang memberikan kopi hitam baik panas maupun ditambah es rasa dan aroma pahit yang kuat khas kopi pada umumnya.

Sementara itu, cold brew membutuhkan waktu hingga delapan belas hingga dua puluh empat jam untuk menghasilkan konsentrat.

Proses yang mirip dengan infused water ini menghasilkan rasa dan aroma yang lebih halus. Inilah yang menyebabkan kopi cold brew terasa lebih manis.

Konsentrat ini juga bisa Anda hidangkan dingin-dingin dengan batu es tanpa harus takut kedapatan rasa yang terlalu tawar karena keenceran.

Untuk alasan ini, pembuatan kopi dengan metode cold brew umumnya dianggap sebagai metode terbaik untuk meracik kopi dingin.

Kopi tubruk, espresso, maupun cold brew coffee pada dasarnya adalah kopi hitam biasa. Yang berbeda hanya teknik pembuatannya.

Oleh karena itu, baik secangkir kopi hitam tradisional maupun secangkir konsentrat cold brew bisa dibilang sama-sama memiliki nol kalori.

Secangkir kopi hitam dan konsentrat kopi cold brew yang disajikan tanpa gula sama-sama tidak mengandung karbohidrat, lemak, protein, dan makronutrien lainnya, seperti kalsium dan serat.

Nilai gizi dari semua versi minuman ini baru berubah ketika ditambahkan perasa atau pemanis.

Akan tetapi, kopi yang terbuat dari konsentrat cold brew tergolong lebih rendah kafein daripada kopi hitam yang diseduh air panas.

Satu cangkir kopi hitam yang diracik dengan air panas mengandung sekitar enam puluh dua miligram kafein, sementara kafein dalam konsentrat kopi cold brew pada umumnya hanya berkisar empat puluh miligram.

Selain itu, rasa kopi cold brew tidak seasam kopi tubruk tradisional.

Ini berarti kopi cold brew bisa menjadi pilihan yang lebih aman untuk memuaskan keinginan ngopi bagi orang-orang yang sensitif terhadap kafein atau punya masalah pencernaan, seperti maag atau refluks asam lambung, jelas Joan Salge Blake, RD, associate associate klinis di Boston University dan penulis Nutrition & You, dilansir dari Health.

Anda juga perlu tahu bahwa kopi  manfaat kopi lainnya selain memberikan rasa sedap pada dahaga Anda. Berikut uraiannya:

Menurut studi U.S. Army Research Institute of Environmental Medicine, dua ratus miligram kafein atau dua cangkir kopi dengan kandungan kafein sebanyak sembilan puluh lima miligram per cangkir, membantu anggota militer AS untuk mengasah memori dan fungsi otak menjadi lebih tajam.

Hasil studi menyimpulkan kopi bisa membantu Anda lebih fokus pada detail yang dibutuhkan oleh pekerjaan dan aktivitas Anda.

Studi dari Seoul National University in South Korea mengungkapkan, Anda tak perlu meminum kopi untuk menenangkan rasa panik dan cemas dalam pikiran. Sebab, Anda hanya perlu menghirup atau mencium aroma kopi.

Penelitian yang dilakukan pada tikus ini memperlihatkan adanya pergerakan otak tikus menjadi lebih tenang ketika menghirup aroma kopi.

Washington post melaporkan studi yang mengatakan, tiga dari sepuluh orang menemukan bahwa kopi memiliki efek pencaharan yang bagus.

Kopi, menurut studi, bisa melancarkan pencernaan dengan menstimulasi kolon dari jarak jauh.

 

Komentar