Pilih Pasangan? Sesuaikan dengan Kritrea

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 28 Februari 2017 | 14:44 WIB

Dibaca: 1 kali

Bagi sebagian orang, bertemu seseorang yang dianggap sebagai cinta sejati menjadi salah satu harapan dalam hidupnya.

Tak ayal, hal itu terkadang mengacu pada mendapatkan pasangan yang sesuai dengan kriterianya. Namun, mendapatkan pasangan sesuai kriteria bukanlah perkara mudah.

Kriteria yang terlalu tinggi kerap dijadikan alasan mengapa orang-orang sulit menemukan cinta sejatinya.

Padahal, menurut Relationship Coach Kelas Cinta Lex dePraxis, hal itu terjadi karena kriteria yang diterapkan seseorang dalam mencari cinta sejati tak disesuaikan dengan kondisi dirinya sendiri.

Seseorang, kata dia, dalam mencari pasangan mestinya menerapkan dulu pada dirinya sendiri apakah kriteria itu masuk akal.

“Seseorang akan dapat kriteria yang ia mau bila dirinya memang sudah sesuai dengan kondisi yang diharapkan itu,” kata Lex saat ditemui usai melakukan seminar konsultasi percintaan bertajuk Twogether Forever, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Oleh karenanya, kata dia, jika ingin pasangan dengan kriteria lebih baik, maka seseorang mestinya meningkatkan kualitas dirinya dulu.

“Bila dia ingin misalnya dokter, setidaknya dia punya teman-teman dokter, dekat dengan lingkungan yang sesuai dengan kriterianya itu,” ujarnya menambahkan.

Dapat menilai diri bagaimana pun menjadi penting, kata Lex, karena hal itu yang terkadang masih sulit dilakukan saat menentukan kriteria.

Hal senada disampaikan Relationship Coach, Jet Veetlev. Ia mengatakan, untuk menentukan kriteria pasangan yang didambakan, sebaiknya tak mengacu pada hal-hal general saja, tapi dibuat lebih rinci.

“Sebaiknya jangan yang bikin sekedar baik, sopan, terus mapan, tapi harus dirinci, misal yang suka baca, suka jalan-jalan, atau misal dokter atau anak band,” kata Jet.

Dengan demikian, pencarian akan pasangan menjadi lebih mudah dan ketika menemukannya ada potensi untuk lebih langgeng.

Ya,  sesuaikan kriteria Anda.

Kesulitan memang sering  terjadi

Mmungkin karena Anda berharap hadirnya calon pasangan hidup yang sempurna, tanpa cacat, sesuai dengan harapan ideal Anda.

Tentu saja Anda wajib berusaha untuk mendapatkan jodoh yang terbaik bagi dunia dan akhirat Anda. Tidak boleh sembarangan dalam memilih jodoh, karena menikah adalah untuk selamanya. Tidak untuk waktu yang terbatas.

Maka pilih calon jodoh dengan kriteria utama kebaikan agama atau akhlak, bukan semata-mata soal kecantikan, ketampanan, kekayaan, ataupun status sosial.

Setelah Anda melakukan proses pencarian. Jangan berharap mendapatkan seseorang yang sempurna

Tidak ada manusia sempurna, selalu ada kekurangannya. Jika Anda melihat gadis cantik, di tempat lain juga ada gadis yang lebih cantik.

Jika Anda tertarik pemuda tampan, di tempat lain juga ada pemuda yang lebih tampan. Lakukan musyawarah dengan orang-orang salih tentang pilihan Anda, kemudian lakukan pula istikharah. Ambil kemantapan, dan segera ambil keputusan.

Anda tidak memerlukan orang yang sempurna untuk menjadi pasangan hidup Anda.

Yang Anda perlukan hanyalah seseorang yang bersedia menemani Anda, mengerti diri Anda, bisa menerima kondisi Anda, mau menjadi sahabat Anda dalam suka dan duka, mau melewati hidup bersama dalam segala keadaannya.

Anda tidak memerlukan seseorang yang sempurna untuk menjadi suami atau istri, karena memang tidak ada lelaki sempurna, tidak ada perempuan sempurna.

Siapa pun yang Anda pilih untuk menjadi pendamping hidup, ia selalu memiliki kekurangan. Sebagaimana Anda pun memiliki kekurangan.

Maka jangan pernah berharap kesempurnaan dari manusia. Setelah melakukan usaha memilih calon jodoh terbaik, kemudian sudah anda ambil keputusan untuk menikah dengannya, maka terimalah ia dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Jangan menyesal menikah dengannya, ketika kelak Anda menemukan sisi kekurangan yang belum Anda lihat sekarang.

Yang Anda perlukan adalah kesediaan untuk berproses bersama pasangan untuk menjadi diri yang lebih baik.

Dari waktu ke waktu, Anda selalu mengusahakan perbaikan, demikian pula pasangan Anda.

Seseorang bisa saja memiliki masa lalu yang tidak baik, namun toh itu sudah berlalu. Yang paling penting adalah menoreh sejarah baru yang lebih baik pada masa sekarang dan yang akan datang.

Setelah menikah, fokuslah menata hidup Anda di masa kini dan masa mendatang. Jangan terbelenggu oleh masa lalu.

Masa depan Anda masih panjang membentang, lakukan berbagai usaha untuk mendapatkan kehidupan yang baik

Dalam kehidupan berumah tangga, pasti akan dijumpai konflik, pertengkaran, permasalahan dan tantangan kehidupan.

Jangan takut dan khawatir dengan berbagai persoalan dan tantangan kehidupan. Tersenyumlah menghadapi hari-hari berat yang akan Anda lalui.

Yang paling penting, Anda selalu bergandengan tangan bersama pasangan, melewati badai bersama-sama, menghadapi ganasnya tantangan kehidupan bersama-sama.

Komentar