Perubahan Penis Kala Seorang Pria Menua

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 18 Oktober 2017 | 08:44 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda tahu apa yang terjadi dengan penis kala usia tua?

Jawabnya, simbol kejantanan lelaki itu dipastikan akan hilang kegagahannya.

Lantas perubahan apa sajakah yang terjadi pada penis saat tua nanti?

Menurut ahli urologi Brian Steixner, MD, direktur Institute of Men’s Health for the Jersey Urology Group, setiap pria perlu mengantisipasi kemungkinan perubahan penis mereka.

Brian Steixner telah melakukan penelitian terhadap beberapa pria berusia tujuh puluh tahun.

Pria-pria tersebut diminta untuk berjalan dengan telanjang disepanjang ruang ganti, hasilnya skrotum mereka nampak terkulai.

Kendurnya penis tersebut disebabkan karena hilangnya masa otot dan inilah yang disebut dengan sindrom ‘Splash Down’.

Berkat kemajuan teknologi kedokteran estetika, kondisi ini bisa diatasi dengan prosedur scrotoplasty untuk mengencangkan kembali otot-otot di sekitar skrotum.

Berkurangnya kolagen pada kulit juga membuat penyusutan pada bagian penis. Sebenarnya penyusutan ini juga terjadi pada kulit di seluruh tubuh.

Penyusutannya berlangsung perlahan-lahan.

Semakin tua, metabolisme tubuh akan melambat yang mengakibatkan berat badan gampang naik.

Kenaikan berat badan inilah juga berhubungan dengan menyusutnya ukuran penis. Penimbunan lemak di perut juga membuat penis semakin “tenggelam”.

Steixner menemukan fakta bahwa pada usia paruh baya pria akan rentan terkena penyakit peyronie, yaitu kondisi penis yang tampak asimetris akibat pembentukan plak fibrosa atau jaringan parut di sepanjang batang penis.

Pemicunya sebenarnya sederhana, yakni trauma berulang, misalnya karena benturan saat olahraga atau aktivitas seksual, sehingga akan terbentuk scar di penis.

Bengkoknya penis akan semakin buruk di usia akhir enam puluhan.

Beruntung pada saat ini kondisi tersebut bisa dikoreksi dengan suntikan botox untuk melepaskan akumulasi plak.

Risiko disfungsi ereksi akan bertambah seiring berjalannya usia. Penis adalah organ tubuh yang penuh dengan pembuluh darah yang berfungsi membawa darah menuju penis sehingga terjadi ereksi.

“Disfungsi ereksi sama seperti ‘serangan jantung’ pada penis.

Mencegahnya dilakukan sama seperti mencegah serangan jantung, yakni menjaga pola makan dan berolahraga,” kata Steixner.

Saat berada di usia tua, sensitivitas penis akan mengalami penurunan.

Penurunan ini juga disebabkan karena fungsi saraf pada penis yang semakin menurun yang berakibat pada sulitnya orgasme dan ereksi.

Paling tidak Anda akan butuh waktu lama untuk mencapai klimaks dibanding di usia keemasan Anda.

Selain dikaitkan dengan usia tua, Anda perlu tahu apa yang rahasia yang ada di belakang penis.

Umumnya, pria enggan dan tidak suka membahas tentang penis karena dianggap sensitif.

Padahal sebenarnya ada begitu banyak fakta menarik tentang penis yang dapat diungkap. Berikut uraiannya:

Ternyata, bentuk jamak dari penis dalam bahasa Inggris adalah “Penes”. Anda tak menyangka bukan?

Mungkin sebagian dari Anda berpikir bahwa jamak penis dalam bahasa asing adalah penises. Anda salah. Sebab, yang benar adalah “Penes”.

Menurut penelitian dari University Hospital Groningen di Belanda, penis adalah bagian tubuh pria yang sangat fleksibel.

Hal ini ditemukan oleh peneliti lewat eksperimen pasangan bercinta dalam mesin MRI.

Peneliti menemukan saat pasangan bercinta dengan posisi missionary penis bisa fleksibel hingga lentur menyerupai bentuk alat permainan boomerang.

Majalah gaya hidup wanita, Cosmopolitan, pernah melaporkan bahwa saat ejakulasi penis bisa melepaskan sperma dengan kecepatan dua puluh delapan mil per jam.

Kinsey Institute merilis informasi bahwa penis yang berukuran kecil dan kenyal bisa menjadi panjang serta kencang ketika ereksi.

Berarti penis yang rata-rata berukuran kecil bisa membesar secara signifikan. Jadi, jangan terperdaya dengan ukuran  Mr P.

Komentar