Ini Jawaban Tentang Pertumbuhan Penis

Penulis: Darmansyah

Kamis, 8 Februari 2018 | 09:23 WIB

Dibaca: 0 kali

Jika Anda seorang lelaki,  mungkin Anda  termasuk salah seorang yang menyimpan pertanyaan “rahasia” tentang kapan penis mulai tumbuh dan kapan ula ia berhenti.

Dan Anda juga pasti pernah  bertanya-tanya kenapa sebagian pria punya penis lebih besar dari lainnya.

Anda mungkin juga pernah bertanya, apakah ukuran “barangmu” normal jika dibandingkan dengan rekan yang lain seusia.

Semua pertanyaan ini normal diajukan, mengingat penis merupakan organ seks pria yang sering jadi kebanggaan sekaligus kerisauan.

Sebenarnya, kapan penis mulai tumbuh dan kapan berhentinya? Masih bisakah punyamu bertambah besar?

Pertumbuhan penis dimulai sejak dalam kandungan. Selama beberapa minggu pertama kehamilan, organ seks bayi perempuan dan laki-laki akan terlihat sama.

Baru ketika ada pengaruh testosteron, organ seks bayi laki-laki mulai berkembang menjadi penis dan sepasang testis dalam buah zakar.

Pertumbuhan penis biasanya dimulai pada minggu kesembilan kehamilan, dan akan terbentuk sepenuhnya pada akhir minggu ke-20.

Dari bayi baru lahir hingga anak-anak, biasanya ukuran penis bertumbuh lambat. Barulah kemudian mulai bertambah panjang dan menebal di rentang usia sepuluh hingga empat belas tahun saat mulai masuk puber, dan terus terjadi sampai delapan belas tahun.

Pertumbuhan penis paling cepat terjadi di antara usia dua belas sampai enam belas tahun, tergantung kapan anak laki-laki tersebut mulai masuk usia puber.

Di masa puber, karakteristik fisik dan seksual pria mulai mengalami perubahan, mulai dari suara yang lebih berat, badan tumbuh bulu, hingga penis dan testis yang membesar diikuti dengan rambut kemaluan.

Penis kemudian akan berhenti tumbuh saat masa puber berakhir. Berhubung akhir masa pubertas tidak bisa ditentukan secara pasti pada setiap orang, maka waktu berhentinya pun berbeda-beda.

Secara umum, remaja harus menunggu satu atau dua tahun setelah mereka berhenti tumbuh tinggi, atau empat sampai enam tahun setelah testis membesar, sebelum mereka dapat mengetahui ukuran penis terakhir mereka.

Banyak pria mencapai pertumbuhan penis maksimal di usia delapan belas hingga dua puluh satu tahun.

Pada dasarnya sulit untuk menentukan ukuran penis normal.

 

Ukuran penis tiap orang tergantung pada gen yang dimilikinya, sama seperti ukuran tangan, kaki, dan warna mata.

 

Perlu diingat, ukuran penis tidak ada hubungannya dengan kejantanan atau kemampuan seksual.

Namun, dalam Journal of Urology, ukuran penis secara umum saat sedang lembek sekitar ,delapan koma delapan hingga sepuluh centimeter dan saat ereksi bisa mekar jadi sekitar ntiga belas hingga empat belas koma dua centimeter

Sementara, ukuran penis rata-rata pria Indonesia saat ereksi berada di rentang sepuluh setengah hingga dua belas koma delapan centimeter.

Terlepas dari rayuan gombal iklan pembesar penis yang ada di luaran sana, kamu sebenarnya tidak bisa mengubah banyak ukuran penis.

Pada dasarnya semua usaha membesarkan penis akan berujung sia-sia.

Bagi kebanyakan pria, panjang penis yang mereka capai setelah melewati masa puber ini akan menjadi ukuran maksimum senjata mereka untuk seumur hidup.

Ukuran penis sedikit banyak lebih ditentukan secara genetik. Terlebih, tidak seperti payudara atau hidung yang bisa diutak-atik, penis bukanlah organ statis.

Penis adalah organ yang berisi jaringan mirip seperti spons yang dapat mengembang terisi darah dan kemudian kembali mengempis, dari waktu ke waktu.

Oleh karena itu, pembedahan sekalipun tidak akan berhasil karena tidak ada bahan cangkokan dari bagian tubuh lainnya yang cocok untuk kebutuhan spesifik seperti ini.

Perlu diingat juga bahwa suplemen atau vitamin pembesar penis kebanyakan ditemukan tidak aman untuk dikonsumsi.

Viagra pun sebenarnya bukan ditujukan untuk membesarkan penis, melainkan untuk membantu pria yang memiliki masalah disfungsi ereksi.

Jadi, berapapun ukuran barangmu, terimalah dengan senang hati. Karena sekali lagi, itu bukan penentu kepuasan seksual pasanganmu.

Disamping itu ada juga pertanyaan, apakah dengan befrtambahnya usia penis akan mengalami penyusutan?

Samantha Evans, seorang penulis dan pakar kesehatan seksual meyakini, seiring bertambahnya usia, ukuran penis memang bisa menyusut.

Kendati demikian, dalam artikel yang dimuat dilaman Daily Star, Samantha menyebut, pilihan diet dan gaya hidup juga amat mempengaruhi perubahan pada penis.

Perubahan yang dimaksud juga menyangkut soal tingkat kesuburan pria, atau pun seberapa keras ereksi pada penis.

“Seiring bertambahnya usia, penisnya mungkin menyusut ukurannya akibat deposit plak lemak di arteri kecil yang mengurangi aliran darah.”

“Kondisi ini dikenal dengan nama arteriosclerosis. Proses yang sama juga terjadi pada pembuluh darah yang mengelilingi jantung.”

Menurut Samantha, penumpukan kolagen inelastis (jaringan parut) di dalam selubung fibrosa yang mengelilingi ruang ereksi, menyebabkan ereksi yang lebih lemah.

Dia lalu mengatakan, penuaan bukan satu-satunya faktor risiko, sebab kebiasan merokok juga bisa sangat merusak penis.

Menghisap rokok dapat menyebabkan turunnya kadar testosteron dalam tubuh pria, yang memiliki efek pada anggota tubuh lain, termasuk penis.

Terkait penyusutan ukuran penis ini, laman Men’s Health mengutip penjelasan dokter Mary Samplaski.

Ahli urologi dan Direktur divisi infertilitas pria di University of Southern California ini mengatakan, “sebenarnya tidak ada alat medis untuk mengukur penyusutan penis.”

“Apa yang kita tahu adalah bahwa merokok dan usia dapat menyebabkan penurunan produksi testosteron,” kata Samplaski.

Masalah kesehatan membatasi aliran darah ke penis, sehingga pria akan lebih sulit untuk ereksi.

Senada dengan itu, Samantha pun mengatakan, merokok memang merusak pembuluh darah.

Kerusakan itulah yang meningkatkan pembentukan plak di dalam arteri hingga menghalangi aliran darah.

Dalam kondisi tersebut, aliran darah ke seluruh tubuh menjadi tak sempurna, termasuk ke organ penis.

Selain itu, masalah ereksi pun bisa bersifat psikologis atau fisik. Hal ini pun kerap dikaitkan dengan kelelahan, stres, kecemasan, atau depresi.

Kondisi kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, dan masalah tiroid juga bisa menghancurkan ereksi.

Lebih lain, terkadang masalah penis merupakan gejala dari masalah medis yang mendasari pembuluh darah dan jantung, misalnya diabetes, kolesterol tinggi, atau tekanan darah tinggi.

Komentar