Percaya? Hormon Cinta Bisa Turun Berat

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 22 Desember 2015 | 10:25 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda percaya bahwa “hormon” cinta bisa menurunkan berat badan?
Tak percaya?

Peluklah orang yang Anda cintai makan hormon oksitosin atau yang dikenal dengan hormon cinta akan terlepas dari tubuh.

Nah, siapa sangka, hormon ini, menurut penelitian, mampu membantu pria menurunkan berat badan.

Hasil penelitian menunjukkan, produksi hormon oksitosin dalam tubuh dapat mengurangi kalori dalam tubuh laki-laki.

Penelitian ini dibuktikan dengan melibatkan dua puluh lima pria sehat yang diminta menggunakan alat semprot hidung dengan kandungan hormon oksitosin dan kelompok pria lain dengan plasebo setelah berpuasa.

Satu jam berikutnya, mereka diberi makanan dengan porsi lebih banyak dua kali lipat.

Para peneliti kemudian mencatat berapa banyak asupan kalori yang dimakan, dan hasilnya, para pria yang menyemprotkan hormon oksitosin mengalami penurunan jumlah kalori dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Hasil penelitian ini dipaparkan dalam pertemuan tahunan The Endocrine Society.

Peneliti menjelaskan, mereka yang menggunakan semprotan hidung oksitosin rata-rata memiliki seratus kalori Bahkan, menurut penelitian tidak ada efek samping yang membahayakan.

“Studi lebih lanjut diperlukan, tapi menurut saya, oksitosin merupakan pengobatan yang menjanjikan untuk obesitas dan komplikasi metabolik,” ujar Elizabeth Lawson, ketua penelitian ini dan asisten profesor kedokteran di Harvard Medical School.

Apakah efeknya sama terhadap wanita? Menurut Lawson, efek hormon oksitosin perlu diteliti lebih lanjut pada wanita.

Berlainan dengan pelepasan hormone cinta padatnya kesibukan dan terbatasnya waktu yang dimiliki bisa membuat metabolisme memburuk dan berakhir bertambahnya berat badan.

Ketika tubuh Anda rileks dan metabolisme berjalan normal, Anda akan mencerna makanan dengan mudah dan tidak akan merasa lapar terus-menerus.

Kurang tidur akan membuat Anda makans etiap Anda menginginkannya dan ngemil pada jam-jam yang tak tentu hanya akan membantu Anda menambah berat badan.

Pergi tidur lebih awal dan bangun lebih pagi adalah cara terbaik untuk menajga kesehatan tubuh dan menjaga pola makan Anda tetap benar.

Lonjakan kortisol akan terjadi ketika tubuh Anda tak cukup tidur.

Lonjakan kortisol ini akan membuat Anda ingin menghemat energi, sehingga muncul rasa malas untuk bergerak yang akhirnya akan menimbun lemak di dalam tubuh.

Tidur malam yang berkualitas di sisi lain akan memberi Anda suntikan energi untuk esok hari. Semakin banyak energy terbakar, semakin banyak berat badan yang akan turun.

Tubuh Anda juga memroduksi hormone Ghrelin dan Leptin yang membuat Anda selalu ingin makan lagi, lagi, dan lagi ketika Anda kurang tidur.

Ghrelin adalah hormon yang membuat Anda ingin makan banyak, tapi leptin adalah hormon yang member sinyal ke otak untuk berhenti makan ketika perut merasa cukup.

Sayangnya, kurang tiduk membuat produksi leptin menurun, sehingga otak tidak mendapatkan sinyal kapan harus berhenti makan.

Mulailah untuk tidur cukup waktu, agar kedua hormon ini dapat menjalankan perannya dengan maksimal.

Ketika Anda kurang tidur, ini berarti akan menurunkan produksi insulin dalam tubuh

Ketika pankreas tidak mengeluarkan cukup insulin, tubuh Anda akan kesulitan memecah lemak dan akan tersimpan sebagai timbunan lemak dalam tubuh. Inilah sebabnya Anda memiliki kantung lemak di berbagai bagian tubuh yang tidak diinginkan.

Jaga kualitas tidur dan tidurlah dengan cukup jika Anda tak ingin ada tonjolan-tonjolan lemak di berbagai bagian tubuh.

Tak bisa dipungkiri, tidur adalah cara terbaik untuk memulai proses penurunan berat badan Anda.
Tidur sangat penting, sama pentingnya dengan mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga untuk menurunkan berat badan.

Akan lebih baik lagi, jika Anda bisa menyelipkan sedikit waktu untuk tidur di siang hari. Tidur siang kurang dari satu jam akan memberi Anda tambahan energi sepanjang hari dan membantu tubuh Anda untuk tetap aktif.

Anda perlu tahu hormon sangat besar pengaruhnya terhadap berat badan.
Jika terjadi ketidakseimbangan, lemak akan menumpuk, nafsu makan naik, dan Anda jadi sering merasa lapar.

Komentar