Perabot Tua, Manfaatkanlah

Penulis:: Darmansyah

Senin, 9 Desember 2013 | 12:08 WIB

Dibaca: 1 kali

Pernah dengar nama Nadya Hutagalung. Perempuan kelhiran Australia, yang pernah menjadi model, pemain film dan bersuamikan seorang pengusaha dan kini menetap di Singapura. Kalau pernah, pasti tahu kalau perempuan cantik itu seorang pencinta lingkungan.

Bukan persoalan lingkungan yangt menarik dari sisi lain Nadya. Ternyata, perempuan berayah batak dan ibu bule itu adalah seorang yang menyenangi perabotan bekas dengan aksen klasik dan tampilan yang tidak menyemak.

Datangilah flat-nya di Singapura. Anda dipastikan tidak akan pernah bertemu dengan perabotan modern sejak dari ruang tamu, kamar tidur hngga ruang keluarga, ruang makan dan dapur.

Situs “brighnest.com,” dalam edisi terbarunya memberi tip kepada kita tentang pemilihan perabot tua yang masih tetap layak dipergunakan sebagai penambah klasiknya ruang-ruang hunian Anda.

Misalnya, seperti ditulis “brightnest. Com,” di saat-saat tidak terduga, Anda akan menemukan berbagai peralatan elektronik di rumah yang tak lagi bisa digunakan. Sama seperti banyak hal baik di dunia ini, peralatan elektronik pun tidak abadi.

Anda bisa membetulkan atau mengganti alat tersebut dengan yang baru. Namun, sebelum mengambil keputusan, coba perhatikan dulu beberapa hal berikut ini.

Pertama, periksa batas waktu garansi perlengkapan elektronik Anda. Jika masih dalam jangka waktu garansi, jangan terburu-buru membeli alat elektronik baru.

Kedua, perlu diingat kapan Anda membelinya. Jika sudah cukup lama, mungkin memang sudah waktunya diganti dengan alat baru.

Ketiga, pertimbangkan biaya reparasi alat tersebut. Jika ternyata hampir setengah dari harga alat, maka labih baik Anda membeli alat baru. Namun, jika Anda masih tidak puas dengan pertimbangan umum, ada beberapa pertimbangan khusus berdasarkan tipe alat-alat elektroniknya berikut ini.

Nilai jual kembali microwave tidak seperti nilai jual rumah. Microwave sama dengan kalkulator dan MP3 player yang harganya terus menurun jika dijual kembali.

Microwave mampu bertahan 10 hingga 12 tahun. Untuk itu, perbaiki jika Anda baru membelinya dalam lima tahun terakhir. Sementara, jika sudah lama membeli dan kerusakannya pun sudah parah, sebaiknya Anda mengganti microwave dengan barang baru.

Mesin pencuci piring ini mampu bertahan antara 10 sampai 15 tahun. Betulkan segera jika Anda membelinya kurang dari 10 tahun atau kerusakan yang Anda hadapi hanya kebocoran. Pasalnya, hal ini adalah hal wajar.

Sementara itu, jika kerusakan yang terjadi ketika usia mesin lebih dari 10 tahun atau mesin tersebut tidak memiliki label Energy Star akan sulit diperbaiki, maka sebaiknya Anda mengganti mesin tersebut. Lagipula, mesin tanpa Energy Star berpotensi tidak hemat energi.

Lemari es mampu bertahan cukup lama, antara 10 sampai 20 tahun. Perbaiki lemari es jika baru 10 tahun, alat tersebut sudah bermasalah. Namun, gantilah dengan lemari es yang baru jika rusak ketika usianya sudah lebih dari 15 tahun.

Lemari es banyak memakan energi listrik di rumah Anda. Jika rusak atau tidak sesuai standar akan membuat tagihan Anda membengkak. Brightnest mencatat, lemari es yang dibuat lebih dari lima tahun lalu mampu membuat tagihan Anda membengkak.

Usia mesin cuci mampu bertahan antara 11 sampai 13 tahun. Perbaiki segera jika usia mesin cuci Anda masih di bawah 10 tahun. Namun, ganti segera jika Anda memiliki mesin cuci bukaan depan yang dibuat lebih dari delapan tahun lalu karena suku cadangnya langka dan mahal.

Komentar