“Penyakit” Lelaki Suka Lirik Wanita Lain

Penulis:: Darmansyah

Senin, 12 Juni 2017 | 09:16 WIB

Dibaca: 1 kali

Lelaki suka melirik perempuan lain. Ya, itu suatu “penyakit” dari karakter umum mereka dan merupakan bawaan alamiah dan bukan dipengaruhi oleh lingkungan sosial ataupun gaya hidup.

Dan sudah bukan rahasia lagi bahwa pria merupakan makhluk visual yang menyukai keindahan, terutama kecantikan wanita.

Karakter pria tersebut tidak padam meskipun telah mengikat hubungan resmi dengan wanita pilihannya.

Mike Dow, PsyD, seorang terapis seks mengungkapkan bahwa ada beberapa karakter dan kebiasan pria yang memang akan terus melekat pada diri mereka sampai kapan pun.

Karakter umum pria, sebut Dow, merupakan bawaan alamiah dan bukan dipengaruhi oleh lingkungan sosial ataupun gaya hidup.

Salah satunya adalah hobi melirik wanita lain, meski hanya melempar pandangan atau menatap sekejap.

Dow menyebutkan, otak pria memang memiliki fungsi untuk lebih peka menangkap keindahan dan kecantikan.

Namun, definisi keindahan dan kecantikan pada tiap pria itu berbeda-beda.

“Otak pria memiliki bentuk yang dekat dengan otak hewan, sama sekali berbeda dengan wanita,” jelas Dow.

Jadi, sifat menaklukan pada diri pria yang diperintahkan oleh otak memang lebih aktif ketimbang dalam otak wanita.

Lucunya, meski terlahir sebagai makhluk visual, pria tidak bisa membedakan mana gaun yang cantik dan mana yang membuat wanita terlihat kurang menarik.

Sebab, hal yang mereka pahami adalah kapan wanita tampak cantik di mata pria. Jadi, bisa saja pria melihat wanita yang mengenakan kaus oblong lebih seksi ketimbang berbusana serba terbuka.

Oleh karena itu, jangan heran jika pria akan selalu mengatakan pasangan mereka cantik, meski hanya mengenakan daster sekali pun.

Sementara itu itu wanita sendiri  lebih menyukai pria humoris ketimbang pria tampan.

Pilihan itu bukan tanpa sebab. Ternyata, pria humoris bisa membuat hidup lebih berwarna dan menyenangkan.

Dalam bukunya yang bertajuk The Rules of Life, Richard Templar mengatakan, penampilan fisik, kecerdasan, dan status sosial akan menghilang perlahan seiring waktu.

Menurut penelitian, seseorang yang sangat percaya diri bisa mengalami guncangan emosional sehingga mengubah karakternya menjadi tak lagi kooperatif dan hangat.

Oleh karena itu, para wanita pun menganggap bahwa pria humoris lebih cerdas dalam mengelola stres dan tekanan emosional lewat kepiawaiannya melihat masalah menjadi lebih ringan.

Templar mengungkapkan,  sifat humoris bisa bertahan sekalipun semuanya menghilang.

Menurut dia, kecerdasan pria dalam menggiring sebuah masalah menjadi hal yang lucu untuk ditertawakan merupakan keterampilan personal yang lebih berharga dari emas.

“Tidak semua orang bisa membuat orang lain tertawa dan pintar dalam menciptakan lelucon yang memecah tawa atau setidaknya menciptakan senyum,” jelas Templar.

“Nah, jika Anda memiliki pasangan yang selalu membuat Anda tertawa, meski di saat sulit, nikahilah,” sarannya.

Templar juga menganjurkan agar wanita tak asal pilih pasangan. Pastikan juga si pria humoris impian Anda merupakan pria bertanggung jawab yang akan membuat hidup Anda lebih baik.

Menurut sebuah studi lainnya dari Florida State University, kebanyakan wanita memang menyukai pria yang jantan dan maskulin.

Peneliti menanyakan tujuh puluh pasangan suami istri selama dua minggu sesi eksperimen. Para responden wanita pun dimonitor peneliti untuk melihat level kepuasan mereka terhadap suami.

Sementara itu, responden pria diminta untuk mengukur tingkat maskulinitas mereka masing-masing.

Ukuran itu mempertimbangkan faktor dominan, kekuatan, dan sikap tegas.

Hasilnya, kebanyakan responden wanita yang memiliki suami dengan sifat maskulin paling tinggi merasakan kepuasaan lebih tinggi.

Lalu, penelitian lain di University of Maryland mengklaim bahwa kebanyakan pria dengan sifat dominan, kuat, dan tegas cenderung berperilaku kasar.

Menurut penelitian di Maryland kebanyakan pelaku pelecehan seksual memiliki tiga karakter yang disebutkan oleh penelitian di Florida tersebut.

“Entah tuntutan pria harus maskulin dan harus menghasilkan uang lebih banyak, lingkungan sosial telah memposisikan pria pada posisi di mana mereka harus lebih kuat dan dominan,” ujar penjelasan pada studi di San Fransisco State University.

Studi itu juga menambahkan bahwa pelaku pria yang terbukti melakukan pelecehan seksual memiliki tekanan hidup dengan stereotype yang demikian.

Ragam pemikiran mengenai pria yang haus akan dominasi dan kekuasaan biasanya berujung pada persepsi negatif.

Namun, penelitian di Florida justru membuktikan bahwa kepuasaan istri lebih tinggi ketika suami mereka memiliki karakter yang maskulin dan dominan dalam keluarga.

Komentar