Orgasme Yang Diselimuti Mitos-mitos

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 8 September 2015 | 10:16 WIB

Dibaca: 1 kali

Orgasme? Ya. Sebuah kata yang secara terus menerus menjadi menarik bagi lelaki dan wanita. Orgasme tak pernah sepi dari pembahasan karena ia sering terpeleset dan dipelesetkan oleh mitos-mitos yang keliru.

Orgasme juga terus menerus menjadi obyek penelitian sehingga ditemukan hal-hal baru untuk mendapatkannya.

Terkahir, seperti ditulis oleh laman situs kesehatan “menshealth,” Selasa, 08 September 2015, gerakan olahraga yang menguatkan otot bisa memicu terjadinya orgasme spontan.

Fenomena tersebut disebut juga dengan “coregasm”.

Disebut coregasme karena biasanya orgasme spontan terjadi saat kita melakukan latihan pada otot inti.

Salah seorang pemain film porno juga mengalami orgasme spontan setiap kali ia melakukan latihan hanging leg raise atau latihan penguat otot perut.

Latihan ini dilakukan dengan cara tangan menggelantung, sementara kaki diangkat sejajar.

Debby Herbenick PhD juga pernah melakukan penelitian untuk mengenali fenomena coregasme tersebut. Ternyata, sekitar sepuluh persen pria dan wanita pernah mengalami orgasme saat berolahraga.

Jenis latihan yang dilakukan antara lain sit-up dan pull-up, angkat beban, memanjat tali, dan juga lari. Salah seorang responden menggambarkan fenomena itu seperti klimaks yang lebih intens dibandingkan saat mereka masturbasi, tetapi tak sehebat ketika melakukannya bersama pasangan.

Yang menarik, coregasm itu ternyata terjadi walau seseorang tidak sedang memikirkan hal-hal seksual ataupun adanya gesekan pada organ genital. Pada pria, juga bisa terjadi orgasme walau penis mereka tidak ereksi.

“Orgasme itu spontan terjadi saat melakukan latihan pada otot perut bagian bawah,” kata Herbenick dalam bukunya The Coregasme Workout.

Para ahli menduga orgasme spontan tersebut terjadi karena adanya stimulasi pada bagian tubuh internal, misalnya jalur saraf yang berkaitan dengan orgasme.

Meski tampak menarik, menurut Herbenick, coregasm bukanlah sesuatu yang ingin dicapai saat olahraga, apalagi di tempat umum.

“Coregasm juga menyebabkan ejakulasi. Karena itu, jika di tempat umum Anda merasakannya, segeralah hentikan latihan tersebut,” katanya.

Masih dalam konteks orgasme. Ternyata wanita sulit mendapat orgasme tanpa ada rangsangan pada klitorisnya.

Sementara pria, bisa orgasme lebih mudah tanpa rangsangan khusus di titik tertentu. Itu katanya.

Tapi, apakah memang fakta ilmiahnya membuktikan demikian, bahwa pria tidak punya G-spot spesifik seperti wanita?

Terapis seks terkenal Rachel Needle membantah bahwa orgasme pria tidak serumit wanita. Asal ada rangsangan fisik, beberapa waktu kemudian terjadilah ejakulasi lalu tertidur pulas.

Anggapan itu,menurutnya, adalah salah. Orgasme pada pria tidak terjadi semudah itu juga.

Orgasme menyebabkan otot berkontraksi, detak jantung dan tekanan darah meningkat. Sesi senggama kemudian orgasme, sangat menguras energi pria.

Bahkan, ada yang mengatakan energi yang dikeluarkan setara dengan naik tangga hingga lantai sepuluh. Selain itu, setelah orgasme, tubuh pria melepaskan hormon prolaktin yang memberi efek lelah sekaligus rileks.

Anggapan lain yang tidak benar adalah tentang ujung penis pria sebagai daerah paling sensitif dan jika itu dirangsang maka pria akan cepat orgasme.

Padahal kenyataannya ada tiga area yang paling sensitif bagi pria. Pertama area frenulum yaitu daerah tepat di bawah kepala penis. Kedua adalah perineum, area di antara testis dan anus. Ketiga yaitu kelenjar prostat, yang bisa dirangsang dari luar dengan cara meraba atau menjilati perineum.

Selama ini sering dikatakan bahwa pria tidak bisa berpura-pura puas terhadap hubungannya dengan pasangan.

Ternyata pria juga bisa berpura-pura puas.

Sekitar tiga puluh persen pria muda pernah melakukannya. Tapi itu bukan berarti mereka tidak menikmati aktivitas seksual.

Kesenangan seksual bisa diciptakan meski tidak melibatkan orgasme.Tapi, bukankah kepuasan pria ditandai dengan ejakulasi?

Bagaimana itu dipalsukan? Pria bisa merasa puas tanpa orgasme walau tidak sering. Dan rasanya sehebat ejakulasi.

Apakah pria muda lebih cepat ereksi lagi setelah ejakulasi?

Ya ini bukan mitos. Rata-rata memang demikian. Pria butuh waktu beberapa saat untuk beristirahat setelah ejakulasi pertama. Waktu istirahatnya bervariasi antara beberapa menit hingga satu hari penuh.

Pria usia muda membutuhkan waktu istirahat lebih pendek. Ini terkait stamina. Jika pria yang usianya lebih tua memiliki stamina seprima pria muda, tak mustahil mereka juga bisa lebih cepat ‘on’ lagi.

Apakah pria tidak bisa mengalami orgasme berulang?

Jawabnya, pria bisa mengalami orgasme berulang tetapi sangat jarang. Seperti telah disebutkan tadi, orgasme bisa dicapai tanpa ejakulasi.

Ketika ini terjadi, maka pria bisa langsung melanjutkan sesi bercinta tanpa jeda lalu terjadi ejakulasi. Karena tanpa jeda, jadi ini seperti satu sesi senggama dengan dua kali orgasme.

Pertama tanpa ejakulasi, kedua dengan ejakulasi. Tapi, dengan ataupun tanpa ejakulasi, aktivitas seksual bersama pasangan tercinta rasanya tetaplah menyenangkan. Baik pria maupun wanita pasti sepakat dalam hal ini.

Komentar