Orgasme Wanita di Film Porno Itu Bohong

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 15 September 2017 | 09:01 WIB

Dibaca: 3 kali

Orgasme, wanita dan film porno.

Itulah yang ditulis “the new york time,” hari ini, Jumat, 15 September, tentang tampilan seksi seorang wanita yang mencapai orgasme di filem porno.

Menurut “the new york time, Anda tak perlu percaya dengan gaya orgasme itu. Sebab gaya itu adalah kebohongan.

Dan wanita juga bisa mengalami ejakulasi atau yang biasa dikenal dengan ‘squirting’, kecuali yang terjadi di film porno.

Pakar seks Nikki Morgan menyarankan agar wanita merayakan kemampuan tubuhnya untuk ejakulasi sehingga kepuasan seksual yang didapatkan bisa lebih maksimal.

Tapi dia memperingatkan agar tidak menjadikan ejakulasi wanita di film porno sebagai contoh.

“Film porno hanya untuk hiburan,” kata Morgan. “Orgasme wanita tidak seperti menyembur tidak terkendali, seperti akan membuat semua basah. Ejakulasi wanita tidak selalu terjadi seperti itu.”

Bisa jadi semburan ejakulasi kecil atau aliran yang besar, kata Morgan. Namun, cairan tersebut memiliki bau dan konsistensi yang berbeda dengan urine.

Tidak semua wanita beruntung bisa mengalami sensasi kepuasan seperti ini.

Wanita yang akan mencapai ejakulasi saat berhubungan intim biasanya seperti ingin buang air kecil, namun Morgan menyarankan untuk tidak pergi ke kamar kecil.

“Lepaskan,” saran Morgan.

Ia menambahkan bahwa dengan membiarkan orgasme, maka pasangan juga akan menikmati sebab pasangan mereka puas.

“Dan ketika pasangan merasa lega, maka kenikmatan akan meliputi kedua sisi,” kata Morgan.

Meski tercapainya orgasme merupakan puncak kepuasan seksual, ternyata ada efek samping yang dirasakan wanita saat merasakan orgasme.

“Gairah seksual yang meningkat membawa sensasi yang berbeda di otak dan tubuh,” kata Chantelle.

Dan apakah menonton film porno bisa merusak hubungan?

Sebuah studi baru mengatakan “Ya”, tapi beberapa ahli masih meragukannya.

Bukan rahasia bahwa sebagian pria gemar menonton video porno.

Salah satu situs Pornhub bahkan dilaporkan mendapat dua puluh tiga miliar kunjungan sepanjang tahun lalu.

Ada banyak alasan mengapa seseorang memutuskan untuk mengakses video tersebut, mulai dari sekedar senang-senang hingga mencari fantasi, tapi sebuah penelitian baru menyebutkan bahwa menonton video atau film porno dapat menurunkan kepuasan seksual dengan pasangan.

Namun bagi wanita, tidak ada hubungan yang signifikan antara nonton dengan kepuasan hubungan.

Menanggapi hasil penelitian tersebut, beberapa ahli menyatakan bahwa hasil studi masih korelasional.

Dengan kata lain, pria yang menonton video porno memang lebih cenderung tidak bahagia dalam hubungan mereka. Namun, pria yang tidak menonton video porno juga bisa merasa tidak bahagia.

“Sangat mungkin bahwa seorang pria yang secara teratur menonton film porno mendapatkan hubungan yang bahagia dengan istrinya,” kata David Ley, Ph.D., seorang psikolog klinis yang mengkhususkan diri dalam isu-isu seksualitas dan penulis Ethical Porn for Dicks: A Man’s Guide to Responsible Viewing Pleasure.

“Namun, bila hubungan sudah bermasalah sebelum menonton video porno, maka itulah yang membuat rutinitas menonton video porno semakin memperburuk hubungan,” lanjutnya.

Terapis seks asal New York City Ian Kerner, Ph.D., penulis She Comes First menambahkan, bahwa kita masih hidup dalam masyarakat di mana menonton film porno sangat terstigma dan banyak pria merasa harus menyembunyikannya dari pasangan mereka.

Tapi, jika seorang pria dapat berbicara dengan pasangannya bahwa apa yang ada di film porno tidak berarti baginya, itu tidak harus menjadi masalah besar dalam hubungan, ia menambahkan.

“Beberapa studi ada yang menunjukkan, bahwa video porno dapat membuat gairah seksual pria meningkat dan membuat Anda lebih mungkin untuk memulai kehidupan seks yang rutin dengan pasangan,” kata Ley.

ntinya, bila video porno memberikan manfaat baik bagi Anda dan tak mengganggu kepuasan seksual, Ley dan Kerner mempersilakan untuk menikmatinya.

Namun, bila video porno justru membuat hubungan seksual dengan pasangan menjadi “hambar”, cobalah untuk segera menghentikannya.

Komentar