Orgasme Pria dan Wanita Itu Masih Misteri

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 18 Februari 2016 | 10:09 WIB

Dibaca: 4 kali

“Orgasme itu “rahasia” paling dalam dari pria dan wanita,” tulis laman situs “prevention,” 18 februari 2016.

Dari rahasia ini banyak yang tidak terungkap dari hubungan pria dan wanita serta bagaimana mereka menikmati dan mendapatkannya.

Sebuah studi baru dalam “Journal of Sex Research” menemukan, ketika wanita tidak berhasil orgasme saat berhubungan seks, pria merasa dirinya tak cukup untuk pasangannya.

Peneliti berfokus pada satu kelompok berisi empat puluh lima lelaki dan perempuan yang diberikanpertanyaan tentang pentingnya orgasme selama bercinta.

Temuan dari penelitian ini menegaskan bahwa orgasme pria sendiri adalah salah satu kunci untuk dia menikmati seks.

Tapi pria juga mengatakan orgasme wanita adalah salah satu pengalaman yang paling memuaskan dalam hubungan seksual.

Ketika wanita tidak mencapai klimaks, pria mengatakan hal itu menyedihkan.

Terutama dalam hubungan pernikahan.

Claire Salisbury, MSc, penulis studi di bidang psikologi klinis dari Western University, Ontario mengatakan, “Pria merasa mereka memiliki tanggung jawab fisik untuk merangsang pasangannya untuk mencapai orgasme.”

“ Jika hal itu tidak terjadi, maka mereka akan meragukan kecakapan seksual mereka,” ujarnya.

Responden dalam penelitian ini adalah sejumlah pria dan wanita yang tengah lulus dari bangku perkuliahan dan Salisbury mengatakan pria setengah baya mungkin memiliki perspektif orgasme yang berbeda.

Menurutnya, laki-laki yang lebih tua mungkin telah mengalami hubungan jangka panjang, sehingga memungkinkan ada komunikasi seksual yang terjadi di dalam hubungan mereka dan menghasilkan hubungan bercinta yang realistis.

Salisbury menjelaskan, “Wanita lebih memiliki pemahaman yang lebih baik tentang realitas seksual, sehingga akan membantu mereka untuk meningkatkan pengalaman seksual pada jangka panjang.”

Satu hal yang tidak boleh dilakukan adalah berpura-pura orgasme.

“Melakukan hal ini tidak akan menjaga perasaan pasangan Anda, dan hanya menciptakan sebuah penghalang komunikasi antara Anda dan pasangan.”

“ Bahkan dengan berpura-pura Anda dan pasangan pun tidak akan meningkatkan hubungan seksual,” Salisbury menegaskan.

Banyak hal tentang orgasme pria yang tidak diketahui semua orang.

Tak sedikit anggapan yang mengatakan bahwa orgasme pada pria sama dengan ejakulasi.

Selain itu, pria juga dikatakan tidak dapat merasakan multiple orgasme atau kembali orgasme setelah mencapai klimaks.

Apa benar?

Laman situs “health me up,” mencoba untuk meluruskan fakta-fakta menarik tentang orgasme pria

Orgasme pada pria tidak sama dengan ejakulasi, dan juga tidak dapat terjadi pada saat yang bersamaan.

Orgasme merupakan sensasi yang dirasakan pria saat mencapai klimaks ketika berhubungan seksual.

Barulah setelah itu, diikuti oleh ejakulasi.

Perlu diketahui bahwa sebenarnya pria mampu mencapai orgasme tanpa harus mengalami ejakulasi.

Biasanya multiple orgasme kerap dialami oleh wanita. Tapi, bukan berarti pria tidak bisa mendapatkannya.

Dalam sebuah studi disebutkan bahwa lima belas sampai dua puluh persen pria pernah mengalami multiple orgamse.

Bedanya, pria membutuhkan waktu yang lebih lama ketimbang wanita ditambah dengan usaha serta teknik stimulasi tertentu untuk bisa merasakan orgasme di sesi selanjutnya.

Ternyata, usia, kondisi kesehatan fisik, serta kebugaran tubuh memiliki peran penting untuk pria agar mampu kembali orgasme untuk kedua kali.

Antara orgasme pertama dan kedua dapat berlangsung dengan waktu yang berbeda. Ada yang baru beberapa menit sudah bisa kembali orgasme, ada juga yang memerlukan waktu hingga berjam-jam.

Tak hanya wanita yang memiliki G-spot, pria pun memilikinya. Untuk memicu rangsangan seksual dengan cepat, terdapat di area prostatnya.

Perlu diketahui bahwa G-spot yang pada pria berbentuk kelenjar seukuran kacang kenari, dan letaknya berada di bawah kandung kemih.

Pria rata-rata bisa merasakan orgasme selama sepuluh hingga lima belas detik, sedangkan wanita bisa mencapai dua puluh detik

Mengupas fakta dan mitos orgasme pada wanita memang lebih menarik ketimbang pria.

Mulai dari apa saja yang bisa membuat orgasme hingga apakah wanita benar-benar mendapatkan big O.

Selain itu, laman situs “Pop Sugar” juga menulis cara wanita mencapai orgasme.

Seorang wanita orgasme atau tidak hanyalah diri mereka sendiri bukan ilmuwan ataupun pasangannya yan tahu
Berdasarkan studi dua tahun lalu, ikuran bukanlah masalah bagi wanita untuk mencapai Big O!

Menurut penelitian yang dilakukan oleh psikofisiologi seksual dan Affective Neuroscience Laboratorium di UCLA baru-baru ini, wanita mendambakan penis dengan ukuran besar atau tebal untuk pencapaian orgasmenya.

Tak hanya pria yang bisa orgasme dini, perempuan juga bisa.

Sebuah studi di lima tahun silam di Protugis mengungkapkan empat puluh persen wanita mengalami orgasme dini saat berhubungan seks, sedangkan tiga persen mengalaminya ketika foreplay atau pemanasan.

Seksolog Beverly Whipple menulis dalam bukunya The Orgasm Answer Guide, tiga puluh persen wanita AS melakukan masturbasi untuk membantu mereka tertidur.

Untuk yang memiliki masalah dengan insomnia mungkin dapat mencobanya.

Banyak perempuan yang merasa nyaman menjalani hubungan saat bercinta namun gagal untuk meraih orgasme.
Bahkan tidak sedikit yang berpura-pura alami orgasme.

Menurut psikiatri sekaligus penulis buku tentang hubungan seksual asal New York Gail Saltz, M.D., situasi dimana perempuan tidak bisa mendapatkan orgasme hanya dengan stimulasi penis pada Miss V.

Bahkan menurut penelitian dari The National Survey of Sexual Health and Behavior dari Kinsey Institute mendapatkan fakta bahwa untuk bisa mencapai orgasme perempuan butuh berbagai rangsangan selain saat intercourse.

Menurut Saltz, untuk bisa mencapai orgasme coba berikan rangsangan sebelum atau selama penetrasi.
Bisa juga menggunakan vibrator untuk membuat gairah yang berbeda.

“Bisa juga mengubah posisi bercinta, misalnya woman on top. Posisi ini memungkinkan perempuan bisa mengarahkan tekanan dan gesekan pada klitoris,” ungkap Saltz.

Komentar