Orgasme Klimaks Sering Mendera Wanita

Penulis: Darmansyah

Selasa, 10 Mei 2016 | 09:06 WIB

Dibaca: 2 kali

Anda tahu apa itu orgasme klimaks?

Laman situs media terkenal Independent, Selasa, 10 Mei 2016, menjawabnya dengan santun bahwa orgasme klimaks itu adalah puncak dari permainan cinta yang diinginkan oleh setiap pasangan.

Dan apakah orgasme klimaks itu bisa dicapai oleh setiap individu pasangan?

Jawabnya, “tidak.”

“Beberapa wanita kandas merasakan hal tersebut,” tulis “independent.”

Ketidak mampuan wanita meraih orgasme klimaks itu  disebut dengan Anorgasmia.

Beberapa penelitian telah memublikasikan perihal kondisi ini.

Pada perempuan yang tidak dapat merasakan orgasme bahkan juga memengaruhi pasangannya.

Megan Ward, salah satu wanita yang merasakan kondisi ini bergegas untuk mendapatkan bantuan kepada seorang terapis seksual dan menuangkan kondisinya dalam laman The Tab.

Akibat tulisannya ia pun mendapat sejumlah saran juga dukungan dengan anorgasmia yang dialaminya.

Ia menerangkan, “Ada begitu banyak masalah seksual yang kompleks saat bercinta yang memberikan tekanan terhadap pria atau wanita untuk menikmati jalannya bercinta”.

Laman Mayo Clinic menerangkan bahwa anorgasmia merupakan istilah medis, di mana adanya rasa kesulitan dalam mencapai orgasme setelah rangsangan seksual yang cukup.

Kejadian ini, biasanya,  dapat menyebabkan pribadi seseorang menjadi tertekan dan kondisi ini biasa dirasakan oleh wanita.

Orgasme yang dirasakan oleh wanita memiliki frekuensi yang bervariasi di mana jumlah rangsangan pun memicu orgasme, bahkan kebanyakan wanita tak berada di waktu yang konsisten dalam rasakan orgasme.

Pengaruh perubahan usia, masalah medis, dan konsumsi obat pun menjadi landasan utama seorang wanita mampu capai orgasme atau tidak.

Untuk mencegah kondisi ini melanda Anda, ubahlah pola gaya hidup dan lakukan terapi seks. Ini semua akan menyelesaikan persoalan lenyapnya orgasme saat bercinta.

Wanita disebut-sebut sering kesulitan untuk mencapai orgasme.

Di Inggris saja, sekitar lima puluh persen wanita tak pernah orgasme dengan pasangan seksual mereka. Apakah ini artinya wanita tak puas secara seksual?

Kelihatannya, wanita lebih jago mencapai orgasme dengan diri sendiri. Buktinya 89 persen wanita mengaku sering orgasme sendiri.

Lebih dari sepertiga dari dua ribuan  perempuan yang disurvei mengaku mereka tak bisa santai saat bertelanjang di depan pasangannya.

Mereka sadar diri dengan bentuk tubuhnya.

Setengah dari wanita juga mengatakan mereka lebih semangat jika berada di bawah selimut.

Para relawan dalam penelitian yang dilakukan Voucher Codes Pro mengaku mereka bisa menghabiskan banyak uang untuk membeli mainan seks.

“Sangat penting untuk diingat bahwa tidak ada mainan seks mahal, lingerie atau kostum yang akan membantu memecahkan masalah seksual dalam hubungan seseorang,” kata George Charles, juru bicara VoucherCodesPro.co.uk seperti dilansir Dailystar.

“Satu-satunya cara untuk menangani masalah semacam ini adalah dengan berkomunikasi satu sama lain.”

“ Hanya Anda yang tahu bagaimana pasangan Anda bisa bergairah, jadi pastikan untuk berkomunikasi dengan mereka,” katanya menambahkan.

Anorgasmia adalah ketidakmampuan seorang perempuan mencapai orgasme selama berhubungan seksual.

Kondisi ini telah mempengaruhi sepuluh hingga lima belas persen perempuan di seluruh dunia.

Meski dapat menimpa kaum pria, jumlahnya tidak lebih banyak dari perempuan.

Adalah Megan Ward, mahasiswi berumur dua puluh  tahun dari Universitas Birmingham, yang mau terbuka mengenai masalah ini setelah mencari bantuan terapis seksual di tiga tahun silam

Empat belas bulan kemudian, dia menulis semua kisah perjuangannya di situs The Tab.

“Akhirnya saya berdamai. Dan kini berbagi untuk semua,” kata Megan kepada The Independent

Tulisan itu telah menyadarkan para pembaca supaya lebih terbuka terhadap anorgasmia.

Kalaulah memang didiagnosis anorgasmia, mereka dapat mencari bantuan atau mencari teman berbagi pengalaman menghadapi kondisi tersebut.

“Biasanya saya memberi saran dan tips menghadapi kondisi ini. Mendorong mereka untuk tidak menutup diri juga,” kata Megan.

Ada begitu banyak masalah seksual dihadapi setiap pasangan. Tak jarang memberi tekanan pada keduanya untuk menikmati seks dan memiliki banyak waktu untuk berhubungan seks.

Harus dipahami juga, disfungsi seksual atau ketidaktertarikan pada lawan jenis adalah hal lumrah. Itu semua bisa disembuhkan, asal cepat ditangani.

“Teman saya dulunya anorgasmia. Suatu hari dia berhasil orgasme. Itu benar-benar menakjubkan, bukan?” kata Megan.

Seorang perempuan yang akhirnya berhasil orgasme, akan merasa seperti anak kecil yang berhasil melakukan sesuatu.

Komentar